Salah satu dari potensi ekonomi umat yang cukup besar adalah wakaf. Berdasarkan data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi wakaf mencapai Rp185 triliun dengan alokasi pemanfaatannya telah berkembang ke berbagai sektor baik sektor pendidikan, dakwah, ekonomi, kesehatan, pertanian dan lainnya guna mensejahterakan umat.

Daarul Qur’an yang kini telah memiliki puluhan pesantren tahfizh dengan lebih dari 6.000 santri tersebar di berbagai wilayah baik di dalam negeri maupun luar negeri adalah salah satu bentuk pengelolaan wakaf yang dikembangkan yayasan milik Yusuf Mansur ini. Berawalnya dari sebuah kediaman kecil Ustadz Yusuf Mansur dengan jumlah delapan orang santri pada tahun 2003, Daarul Qur’an merintis dan mengembangkan pesantren tahfizh untuk melahirkan para penghafal Alqur’an di Indonesia.

Atas izin Allah dan kepercayaan umat yang terus tumbuh, Daarul Qur’an semakin banyak mendirikan pesantren tahfizh dan sekolah berbayar di beberapa kota besar diantaranya Tangerang, Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang, Solo, Malang, Banyuwangi, Lampung dan Jambi menyusul kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan pergerakan cepat Daarul Qur’an melahirkan generasi penghafal Qur’an berkualitas telah banyak mengirimkan lulusan dan alumninya ke berbagai negara melalui jalur beasiswa seperti Malaysia, Arab Saudi, Mesir, Yaman, Lebanon, Sudan, China, Syiria dan Turki.

Tak hanya pesantren dan sekolah tahfizh berbayar saja yang telah berhasil dikembangkan Daarul Qur’an, pemanfaatan wakaf dan sedekah dari jamaah ini pula melahirkan puluhan pesantren Takhassus di kota-kota besar dan ribuan rumah tahfizh di pelosok Indonesia yang ditujukan bagi generasi kurang mampu atau dhuafa guna mendapatkan pendidikan tahfizh terbaik melalui Daarul Qur’an dengan beasiswa.

Daarul Qur’an juga memberikan beasiswa pendidikan dengan berbagai disiplin ilmu untuk jenjang perguruan tinggi kepada ratusan anak Indonesia terpilih yang dikuliahkan diberbagai Universitas dan Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia melalui program Beasiswa Tahfizh Qur’an (BTQ) for Leaders. 
Pesantren tahfizh menjadi salah satu model pengelolaan wakaf Yayasan Daarul Qur’an di sektor dakwah dan pendidikan, sektor lainnya juga digarap Daarul Qur’an seperti wakaf produktif melalui pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan serta pembangunan Daqu Klinik.

Wakaf yang merupakan ibadah maliyah memiliki potensi besar untuk terus dilakukan pengembangan, harta benda yang diwakafkan nilainya akan tetap tidak berkurang sedikitpun, namun hasilnya akan terus tumbuh dan berkembang memberikan manfaat dari hari ke hari. Daarul Qur’an berupaya mengoptimalkan potensi dana wakaf untuk membangun sebanyak mungkin pesantren tahfizh dengan harapan, Indonesia akan menjadi negara nomor satu dengan penghafal Alqur’an terbanyak di seluruh dunia. Pilih harta terbaik untuk menjadi investasi abadi.

SEDEKAH POPULER

Mari Bantu Langkah Dakwah Ustadz Dede

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Lelaki itu bernama Dede Setiawan (40). Lelaki dengan tinggi tubuh tak lebih dari 100 sentimeter itu seorang pengajar al-Qur’an.

35.63%
Rp. 17.815.000
21 Hari lagi
 
SEDEKAH

Bandung Gelar Wisuda Akbar Rumah Tahfizh ke-9

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Bandung akan kembali menggelar Wisuda Akbar Rumah Tahfizh ke-9 pada Ahad, 24 Februari 2019. Diperkirakan ribuan santri penghafal Qur'an..

1.43%
Rp. 1.430.000
2 Hari lagi
 
SEDEKAH

Wujudkan 6000 Seragam Baru Pengajar Rumah Tahfizh

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Terbentuknya kemandirian masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an hingga kini masih menjadi semangat bagi 6000 pengajar Rumah Tahfizh Daarul Qur’an

1.65%
Rp. 1.645.000
7 Hari lagi
 
SEDEKAH

ARTIKEL TERBARU