Tahun 2012,  saya dan kawan-kawan dari PPPA Daarul Qur'an berkunjung ke Desa Glagaharjo, Kec Cangkringan, Kab Sleman, DIY, di kaki Gunung Merapi. Desa ini salah satu dari 5 desa di Cangkringan yang terdampak parah akibat erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober-5 November 2010.
Enam ratusan rumah warga Glagaharjo yang tersebar di delapan dusun, luluh lantak beserta sebagian besar isinya. Namun warga harus bertahan karena hidup dan mata pencarian mereka masih bergantung pada sumber daya alam di lereng Merapi.

Saat itu, PPPA Daarul Qur'an baru selesai membangun 20 unit rumah bantuan di Dusun Kali Kidul dari target 100 rumah bantuan. Untuk menjadikan dusun ini Kampung Qur’an, kami menempatkan seorang da’i sekaligus agen perubahan masyarakat.
Di hadapan puluhan warga  dusun yang hadir, saya meminta mereka untuk lebih dekat kepada Allah, banyakin ibadah dan do'a, agar kami di Jakarta diberikan kemudahan, dipertemukan dengan orang, lembaga, dan perusahan yang mau membantu mewujudkan program mulia ini.

Selang satu tahun kemudian, PPPA Daarul Qur'an membuat program yang sama di Dusun OeUe, Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timor (NTT).

Dengan bantuan rumah layak huni, kami berikhtiar menjadikan dusun itu sebagai Kampung Qur'an.
Seperti saat di Merapi, saya pun menyampaikan hal yang sama agar warga rajin beribadah dan berdo'a agar program rumah terselesaikan.

Kini, sudah lima tahun lebih Kampung Qur'an di NTT maupun DIY berjalan. Ratusan rumah sudah terbangun dan masyarakatpun terbina secara mental dan materi.

Do'a merekalah yang mewujudkan program itu, do'a merekalah yang menghadirkan para donatur untuk bersedekah ke PPPA Daqu agar program semacam itu berkelanjutan.
Dan do'alah yang menjadikan jembatan antara para donatur dengan  mereka sebagai penerima manfaat. 
Kampung Qur'an kemudian tidak hanya dibangun NTT dan Merapi, tetapi juga di sejumlah daerah seperti di Desa Bobanehena, Kec Jailolo, Kab Halmahera Barat, Maluku Utara. Juga di Desa Tomado, Kec Lindu, Kab Sigi, Sulawesi Tengah.

Sepekan yang lalu, saya dan kawan-kawan dari PPPA Daarul Qur'an melakukan pembangunan awal bantuan Jembatan Cimanceuri untuk masyarakat Desa Jagabita, Kec Parung Panjang, Kab Bogor, Jawa Barat. Ini merupakan jembatan yang kedua, setelah sekitar 2 tahun yang lalu PPPA Daqu membangun jembatan di Desa Ciseureuheun, Kecamatan Cigeulis, Kab Pandeglang, Banten.
Kembali, pesan yang sama saya sampaikan kepada warga; Doa dan doa sangat kita perlukan untuk mendukung kerja seperti ini.

Dan kami menyakini, dengan bekal do'a dan keyakinan, target membangun 100 jembatan untuk Indonesia  dan berbagai program pendidikan, sosial dan kemanusian  yang digulirkan oleh PPPA Daarul Qur'an dapat terwujudkan.

Semoga limpahan keberkahan untuk kita semua dalam tautan lingkaran kebaikan, dan semoga Allah menghimpun kita kembali kelak di surga-Nya. Aamiin.

POPULAR SEDEKAH

Al-Qur'an, Makin Diulang Makin Asyik

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Alhamdulillah saat ini, PPPA Daarul Quran sudah membina 6 pesantren takhassus dengan total 210 santri. 

11.56%
Rp. 5.780.000
12 Hari lagi
 
SEDEKAH

Kisah si Pengantar Jenazah

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

“Alasan warga sekitar karena ia seorang pendatang” tutur Rojali petugas layanan Ambulance PPPA Daarul Quran.

9%
Rp. 2.250.000
12 Hari lagi
 
SEDEKAH

SIGAB Bantu Korban Banjir Bandang Sukabumi

oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Banjir terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah selatan Sukabumi sejak Sabtu (30/9) hingga Ahad (1/10) yang mengakibatkan sungai meluap.

2.2%
Rp. 1.100.000
12 Hari lagi
 
SEDEKAH

RECENT ARTICLES