Senyum untuk Mustahik

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat, baik zakat mal atau fitrah, ada beberapa golongan yang berhak menerima zakat

4.31%
Rp. 2.156.419
16
7 Hari lagi
SHARE

 

Masihkah ingat sosok Egi yang bertemu dengan Ustadz Yusuf Mansur di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ahad (26/1/2019) lalu? Alhamdulillah, PPPA Daarul Qur'an telah mengunjungi kediamannya di Kampung Jujuluk, Kelurahan Cijoro Pasir, Rangkasbitung, Lebak, Banten, pada Jumat (1/2/2019).

Seseorang menyambut di depan rumah berwarna merah muda itu dengan cara yang tidak biasa. Ia terlihat mengalami kesulitan untuk berjalan seperti orang pada umumnya. Sehingga kedua lutut dan telapak tangan pun menjadi penopang badan sebagai pengganti pijakan kaki.

Ia adalah Egi Ajha Oktapiani, atau kerap disapa Egi. Ia adalah penyandang disabilitas. Kakinya tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, sehingga ia berjalan dengan cara merangkak.

Berjalan, menaiki dan menuruni tangga ia lakukan dengan merangkak. Namun, di tengah keterbatasannya, pria 27 tahun itu merupakan pengajar di majelis yang ia dirikan sendiri sejak 2015.

Nama majelisnya pun membuat orang yang mendengarnya menjadi penasaran sekaligus bertanya-tanya. "Alhamdulillah, di rumah ini saya mendirikan Majelis Gaul dengan program Dugem Fiisabilillah atau Dakwah untuk Generasi Muda," kata Egi dengan ucapan yang sedikit terbata-bata.

Saat ini terdapat 14 santri yang ia bina. Mereka adalah para pemuda yang dulunya adalah pemakai obat-obatan terlarang. Kini di tangan Egi, para santrinya telah hijrah dan meninggalkan dunia gelap yang selama ini menjerat mereka.

“Santri saya rata-rata punya tato. Ada yang di tangan, di punggung, macem-macem. Tapi mereka punya spirit buat hijrah dan memperbaiki diri,” kata Egi saat menceritakan santri-santrinya yang berusia kisaran 17-18 tahun. 

Meski begitu, Egi tidak pernah memosisikan dirinya sebagai Ustadz atau pengajar. Karena menurutnya, para santri yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang tersebut membutuhkan rangkulan seorang sahabat yang mampu membimbing mereka.

Di rumahnya tersebut, Egi menyiapkan satu ruangan khusus untuk mengajar anak didiknya belajar. Ruangan yang tidak lebih dari ukuran 5x5 meter tersebut berdampingan langsung dengan dapur rumahnya.

"Kemarin saya dapat cobaan, saat sedang di Kemayoran, saat briefing, saya ditelpon santri, katanya rumah dibobol maling dari atap rumah dan menggasak uang dan sejumlah barang berharga," jelas Egi.

Egi ingin suatu saat nanti para penyandang disabilitas tidak dipandang sebelah mata, karena sesungguhnya mereka pun mempunyai potensi dalam dirinya untuk berkembang. Ia mengatakan, jika ada momen dikenal orang, ia tidak berniat untuk menjadi terkenal, tapi ingin membuktikan kepada dunia bahwa orang cacat dapat berkarya dan berdakwah meskipun dengan keterbatasannya.

Di rumah yang dikontraknya tersebut, Egi tinggal bersama istri dan kelima anaknya. Pada 2015 silam, ia menikahi seorang janda beranak tiga dan setelah menikah istrinya melahirkan dua orang anak laki-laki kembar.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menggunakan uang dari hasil mengisi ceramah di berbagai masjid dan mushola. Pengalamannya mencatat bahwa Egi pernah mengisi ceramah sampai ke Depok, Jawa Barat. Mengingat tidak memiliki kendaraan dan tidak dapat membawa kendaraan sendiri, ia menggunakan jasa ojek untuk sampai ke tujuan.

Keadaan ekonomi yang naik turun, membuatnya berkeinginan untuk mendirikan usaha distro santri. Nantinya, hasil dari usaha tersebut dipergunakan untuk biaya hidup dan operasional majelis yang dibinanya.

Karena keadaannya, tidak jarang ia mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Namun, bantuan tersebut tidak ia gunakan untuk kebutuhan pribadi ataupun keluarga. Melainkan dikumpulkan dan diberikannya kepada anak yatim yang membutuhkan.

Alhamdulillah, PPPA Daarul Qur'an menyalurkan bantuan dari para donatur untuk membantu perjuangan Egi. Ia menuturkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk membeli telepon genggam sebagai sarana komunikasi, sebab selama ini ia tidak memiliki alat komunikasi. Sebagian yang lain ia gunakan untuk kebutuhan majelis dan santrinya.

"Terima kasih kepada PPPA Daarul Qur'an yang telah berkunjung ke sini, terima kasih pula telah menyalurkan bantuan kepada kami. Semoga berkah," tutur Egi.

Mari wujudkan kebahagiaan bagi Egi-Egi yang lain melalui program Senyum Mustahik di SedekahOnline.com. Semoga sedekah Anda mendapat ganti kebaikan dan keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin.

Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat, baik zakat mal atau fitrah, ada beberapa golongan yang berhak menerima zakat merujuk pada QS. At-Taubah 60, yakni:

  • Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta benda dan pekerjaan yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

  • Miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

  • Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam, diberi zakat agar semakin kuat dalam memasuki Islam.

  • Hamba sahaya adalah hamba muslim yang membuat perjanjian dengan tuannya untuk dimerdekakan dan tidak memiliki uang untuk membayar tebusan atas diri mereka meski telah bekerja keras.

  • Gharimin (yang memiliki hutang) adalah orang yang berhutang baik untuk pribadi maupun masyarakat dengan syarat: hutang bukan untuk maksiat, amat banyak, jatuh tempo, dan orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan hutangnya.

  • Musafir (Ibnu Sabil) adalah Muslim yang kehabisan bekal dalam perjalanan.

  • Fisabilillah adalah Muslim yang berjuang di jalan Allah SWT. yang memerlukan sokongan dana untuk aktivitas dakwah.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.

(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

UPDATE 1: Untuk Biayai Kuliah Anak, Khodijah Jadi Pembantu

Siti Khodijah adalah seorang asisten rumah tangga. Namun ia tak sembarang asisten rumah tangga, karena perempuan asli Lombok Timur itu lebih sering menjadi asisten para ekspatriat asal dunia Arab. Sebab ia pernah menjadi tenaga kerja di sana sejak 1991 hingga 2015, dan menguasai bahasa ibunya.

Perempuan yang lahir pada 1971 dengan nama Siti Rahmah ini menikah dengan seorang lelaki asal Yaman, dan memiliki tiga orang anak. Suaminya telah meninggal dunia pada 2006 silam.

“Saya anaknya tiga, kerja jadi pembantu di Jakarta. Tapi saya harus kuat demi anak-anak. Sudah sejak 2006 suami saya meninggal. Tapi sampai sekarang saya belum kawin lagi, karena demi anak-anak,” kata Khodijah saat ditemui di depan ruangan layanan mustahik PPPA Daarul Qur’an.

Ahmad (27), anak pertama Khodijah mengalami keterbelakangan mental. Sehingga dipulangkan Khodijah ke Lombok untuk tinggal dan dirawat oleh sanak keluarganya. Sementara anak kedua, Fawwaz (25), dan anak ketiganya, Siti Nurazizah (23), saat ini tengah mengenyam bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Udayana (Unud). Biaya kuliah kedua orang anaknya ia tanggung sendiri dengan menjalani profesi menjadi seorang asisten rumah tangga.

Menurut penanggung jawab program Layanan Mustahik PPPA Daarul Qur'an Rojali, Khodijah adalah sosok inspiratif yang layak dibantu. Kisah perjuangannya dalam menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi seorang diri patut dijadikan pelajaran.

“Dia berjuang fisabilillah untuk menyekolahkan anak-anaknya,” ujarnya.

Mari terus bantu Khodijah dan penerima manfaat lainnya dengan ikut berpartisipasi menebar manfaat bagi sesama melalui program Senyum Mustahik. Pada bulan Ramadan ini, sedekah yang Anda keluarkan insya Allah mendapat ganjaran berlipat ganda dari Allah SWT. Maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk menimbun pahala kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan kebaikan bagi Anda semua. Aamiin.[]

20.000

Hendri
21 May 19


20.000

Hendri
15 May 19


100.000

Hamba Allah
14 May 19


1.000.000

hamba Allah
13 May 19

semoga diangkat penyakit kedua orang tua saya aamiin YRA


200.000

Fahmi
12 May 19

Semoga dilancarkan karir dan rejeki saya. Dimudahkan dalam segala permasalahan dan selalu istiqomah di Jalan Allah


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE