Pemimpin Hafal Qur'an Untuk Indonesia

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Kelak Indonesia akan dinakhodai Pemimpin yang Hafal Quran” Demikian salah satu dream ustad Yusuf Mansur, yang berangkat dari wasiat Nabi Muhammad Saw

2.46%
Rp. 1.230.000
10
12 hari Lagi
SHARE

 

Update pengumpulan Donasi Program Bersama Mencipta Pemimpin Hafal Al-Qur'an hingga 30 September 2017 tercapai sebesar Rp 10.110.002,-

 “Kelak Indonesia akan dinakhodai Pemimpin yang Hafal Quran” Demikian salah satu dream ustad Yusuf Mansur, yang berangkat dari wasiat Nabi Muhammad Saw, “Yang lebih layak menjadi imam suatu kaum, adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim). 

“Sosok pemimpin itu ditempa, bukan terlahir” ujar sebuah pepatah. Maka, sejarah mencatat mereka yang memimpin adalah mereka yang telah melewati segala proses kehidupan. Jauh sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Muhammad saw, telah mengalami beragam episode kehidupan baik suka maupun duka. 

Menyadari hal tersebut PPPA Daarul Qur’an berinisiatif menyiapkan kader pemimpin masa depan melalui  pembinaan sumberdaya manusia dalam bentuk program Beasiswa Tahfidz Qur’an (BTQ) For Leaders.  BTQ For Leaders adalah program pembinaan dan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa dhuafa dari universitas terbaik yang memiliki komitmen untuk menjadi Penghafal Al-Qur’an sekaligus pendakwah di masyarakat. Saat ini PPPA Daarul Qur’an sudah bekerjasama dengan 22 Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia

Adapun bantuan yang diberikan berupa biaya pendidikan, kaderisasi, dan pendampingan. Program BTQ For Leaders diberikan dalam jangka waktu program 4 tahun dengan monitoring dan evaluasi per 1 tahun. 

Lewat program ini selain membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk menyelesaikan studinya, PPPA ingin mendekatkan mereka dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Jadi tidak hanya meningkatkan skill individu peneriman manfaat, program ini juga akan bermanfaat bagi masyarakat luas lainnya.

Cara Bersedekah :
1. Klik "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih Menu Nominal dengan klik tanda panah
3. Sertakan Doa untuk diri Anda ataupun Program yang sedang berlangsung
4. Isi kolom yang sudah disediakan
5. Pilih Bank Transfer BCA/BRI/Mandiri/BNI Syariah atau Dompet sedekah jika sudah melakukan Login
6. Dapatkan laporan via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda

Jejagongan Visi Besar
(Peserta Program BTQ for Leaders Angkatan 1 Wil. Yogyakarta, Mahasiswa Sospol UGM)

Tradisi menghafal Al-Quran sudah mulai membumi di Indonesia. Sejak didakwahkan secara apik oleh Ustadz Yusuf Mansur, kini jumlah penghafal Al-Quran tidak lagi hanya dihitung jari di tiap daerah. Ledakan jumlahnya kemudian menyisakan tanya, lantas apa yang akan dilakukan setelah menghafalkan Al-Quran? Ini menjadi satu PR dakwah yang cukup menderu sebagai antisipasi dari output penghafal Quran yang cenderung kurang peka terhadap permasalahan, juga sebagai alternatif dari gerakan-gerakan penghafal Quran yang dinamis.

BTQ for Leaders PPPA Daarul Qur’an, sebagai salah satu ‘kanal kelas menengah’ memang dipercepat untuk mencetak kader pemimpin peka sosial dan mengakar kuat di masyarakat kelas bawah sebagai satu ikhtiar dari kegundahan tadi. Untuk membangun satu kesepahaman yang menjadi visi bersama, Sunaryo Adhiatmoko mengajak peserta BTQ for Leaders wilayah Yogyakarta angkatan 1 dan 2 untuk jagongan (berbincang). Memang ini garis yang telah ditetapkan, wejangan kecil itu rupanya mampu membuka pandangan disela lengahnya menata diri membawa pundak perubahan, di tengah derasnya demoralisasi yang menggerus hati dan melawan kiab suci pula.


(Sumber : Kampung Agrotecno Yogyakarta)

Selasa malam (3/10), menjadi pertemuan tatap muka pertama bagi angakatan 2 untuk mengenal BTQ for Leaders lebih jauh bersama salah satu penggagasnya. Pesannya kepada 10 orang peserta jagongan kurang lebihnya seperti ini, “bukan tipe beasiswa yang memasang IPK tinggi tanpa aksi, karena IPK itu suatu keniscayaan atas buah ikhtiar. Namun lebih ke bagaimana keberadaan kita mencipta kemanfaatan dengan merealisasikan pesan-pesan Al-Quran. Juga memandang ke depan, mindset diri dengan mulai meletakkan Indonesia dengan skala global yang diikat dengan pendekatan ukhrowi. Hingga tak lagi nanti ditemukan para kelas tinggi mencuri, para peneguk ilmu melukai harga diri, dan para pembawa Kalam Ilahi menopang dagu melihat situasi.”

Kini, hampir 150 mahasiswa peserta program BTQ for Leaders dari 23 kampus terbaik ditempa di seluruh Indonesia. Kata Sunaryo, “orang terbaik itu hanya sedikit, kalau banyak berarti terbanyak.” Selintas memang seperti guyonan, tapi memang benar adanya jika ditelisik lewat sirah nabawi pula. Dari sekian banyak mahasiswa ini, jika nanti yang berhasil mencetak visi hanya segelintir bukanlah apa-apa.
 
Jika dinilai gagal juga tak mengapa, karena persepsi yang ditularkan Sunaryo bahwa gagal itu anugerah. Terlebih jika berhasil meresapi makna dan inti sarinya. Karena bisa jadi saat kita sukses, kita justru gagal memaknai sukses ataupun gagal meredam kebanggaan diri.

Tapi satu hal yang disiratkan malam itu, seruan Sunaryo untuk para peserta jagongan, agar berlomba menjadi yang terbaik. Pengasahan ideologi agama Islam menjadi pondasi kuat yang harus diresapi, sehingga langkahnya tidak lagi surut oleh kekhawatiran. Yakin meletakkan ilmu untuk berpihak pada ayat Quran. Menjadikan tiap titik temu permasalahan sebagai barometer keimanan, karena tidak ada pertemuan yang akan sia-sia. Hingga nanti hati tak lagi terpaut untuk dijadikan idola penduduk bumi namun hanya akan risau jika tak kunjung pantas jadi penbincangan penduduk langit.

 

Rp. 50.000

Laelatus Sakinah
15 October 17

Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala aali sayyidina muhammad Ya Allah, Hamba memohon ampunan dari Mu, Hamba memohon bala bantuan dari Mu Ya Allah, jujur hamba sangat tertekan dengan pekerjaan ini ya Rabb Ya Allah, hamba mohon agar diberi jalan keluarnya. Ya Allah hamba memohon agar bisa keluar dari tempat kerja hamba yg sekarang Ya Allah, hamba memohon sampai akhir bulan ini ajah hamba ditempat kerja yg saat ini ya Allah, tp sebelum hamba keluar dari sana, hamba udah ada tempat kerja yang baru. Tempat kerja yg lebih baik dari sebelumnya, yg atasannya baik, kawan-kawannya baik, lingkungannya baik, jobdesknya juga sesuai dengan kemampuan hamba, gajinya juga baik, berkah dunia akhirat, dan yg paling penting boleh pakai gamis dan pakaian yg syar'i. Yg dengan bekerja ditempat yg baru itu hamba bisa menjadi lebih baik dan lebih dekat kepadaMu. Ya Allah, berilah hamba jalan keluarnya ya Rabb.. Ya Allah, izinin hamba untuk bisa senantiasa bertafakur alam dengan mengexplor seluruh negri ya Rabb. Bumi ini milik Mu ya Rabb. Perkenankan hamba untuk bisa menjelajahinya. Dan izinkan pula agar di bulan desember nanti bisa ke belitung sama mba dhian, diizinin sama yayah sama mama. Diberi kelancaran selama disana hingga kembali ke rumah Aamiin Washolallahu ala sayyidina muhammadin wa ala aali sayyidina muhammad walhamdulillahirobbil a'lamiin


Rp. 50.000

Hamba Allah
15 October 17


Rp. 50.000

sahawadi
13 October 17


Rp. 50.000

Octa Ninda A.
07 October 17

Semoga dimudahkan dan dilancarkan rezekinya. Dipermudah dalam mengembangkan online shop my natural skincare dan hijab indar. Diberikan keistiqomahan di jalan-Nya


Rp. 100.000

Hamba Allah
07 October 17

Semoga keluarga saya selalu disatukan dan ingin beli rumah di Semarang atas atau kabupaten Semarang


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE