Gempa Besar Jailolo, Karantina Santri Terhenti

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

"Saat ini gempa terjadi setiap tiga menit. Gempa pada tahun 2015 lalu masih menjadi trauma bagi warga" ujar Miftah

3.08%
Rp. 1.541.216
17
12 hari Lagi
SHARE

 

Kamis (28/9) menunjukkan waktu pukul 1.30 WIT, saat guncangan besar membangunkan ustad Miftah dan 19 santri rumah tahfizh Bobanehena, Jailolo, Halmahera Barat. Guncangan besar yang ternayata gempa itu dengan sekejap mengubah dinihari yang tenang menjadi kekacauan dan kepanikan warga Jailolo. 


(Sumber : Ustad Miftah Guru Santri Tahfizh Bobanehena)

Selang 30 menit kemudian ustad Miftah meminta para santri untuk kembali istirahat sambil tetap waspada adapun dirinya bertugas berjaga-jaga jika kondisi semakin memburuk. Sahur pagi itupun berlangsung ditengah suasana mencekam dan was-was. 

Gempa sebenarnya terjadi sejak Rabu (27/9) malam. Hingga Jumat (29/9) BMKG mencatat getaran gempa sudah terjadi sebanyak 605 kali dengan kekuatan 4,9 magnitudo. Adapun pusat gempa berada di 15 km sebelah tenggara Jailolo dengan kedalaman 10 kilometer. 

Warga pun mengungsi dengan mendirikan tenda-tenda setelah melihat tembok rumah mereka retak-retak. Adapun warga yang menempati rumah dinding kayu yang dibangun PPPA Daarul Qur'an saat gempa pada 2015 lalu tetap tinggal di rumah-rumah. 

Rumah Tahfizh Bobanehena sendiri alhamdulillah masih aman berdiri, hanya bangunan daqupreneur yang mengalami retak-retak pada sebagian temboknya. 

"Saat ini gempa terjadi setiap tiga menit. Gempa pada tahun 2015 lalu masih menjadi trauma bagi warga"

Pihak BMKG sendiri melihat rangkaian aktivitas gempa ini memiliki kemiripan dengan gempa bumi tipe swarm yang terjadi di Jailolo pada akhir tahun 2015 lalu. Gempa swarm sendiri merupakan gempa dengan magnitudo kecil yang berlangsung dalam waktu lama di suatu kawasan dan tidak memiliki gempa yang kuat sebagai gempa utama. 


(Sumber : Ustad Miftah Guru Santri Tahfizh Bobanehena)

Gempa inipun membuat Miftah memutuskan untuk mengembalikan 19 santri putra yang tengah menjalani karantina sejak 11 September lalu. Karantina santri ini dalam rangka upaya untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan para santri. 

"Terpaksa para santri kami pulangkan pada Ahad (1/10) nanti meski program baru akan berakhir pada 10 Oktober nanti. Kami tetap akan beraktivitas seperti biasa sambil tetap waspada dan berhati-hati" ujar Miftah. 

Miftah pun meminta doa dari segenap umat Islam agar gempa bisa berhenti dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah bagi warga Jailolo.

Cara Bersedekah :
1. Klik "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih Menu Nominal dengan klik tanda panah bawah
3. Sertakan Doa untuk diri Anda ataupun Program yang sedang berlangsung
4. Isi kolom yang sudah disediakan
5. Pilih metode pembayaran Bank BCA/BRI/Mandiri/BNI Syariah atau Dompet sedekah jika sudah melakukan Login
6. Dapatkan laporan via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda

Rp. 100.000

Hamba Allah
15 October 17


Rp. 100.000

Hamba Allah
11 October 17


Rp. 100.000

Hamba Allah
11 October 17


Rp. 100.000

Hamba Allah
07 October 17

Semoga Allah menghapus dosa-dosa dan memasukkan ke surga orang-orang beriman.


Rp. 100.000

Zainul
07 October 17

Semoga AllOH ampuni dosaku,dosa ibu bapaku,keluargaku,temanku,tetanggaku,dan seluruh umat nabi Muhammad SAW.dilunaskan hutang hutangku,dilapangkan rizqiku.Aamiin.


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE