Dukung Mereka Berantas Buta Aksara Al Qur’an 

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Hidup dalam kelumpuhan selama 16 tahun tidak membuat Sugiharto berhenti berdakwah dengan mengajar ngaji anak-anak sekitar rumahnya..

6.17%
Rp. 14.800.000
91
0 hari Lagi
SHARE

 

Ada kebanggaan besar di hati Sunarsih (55) kala melihat anak-anak  datang berdatangan tiap selesai Ashar untuk mengaji kepadanya. Meski mengaku tidak terlalu ‘ahli’ dalam ilmu Al-Qur’an, Sunarsih memaksakan diri untuk mengajar anak-anak di daerah Sleman ini belajar mengaji. Ia khawatir anak-anak muslim di lingkungannya buta huruf Al-Qur’an.

Tidak hanya Sunarsih, di sudut-sudut Republik, banyak guru ngaji mendidik dalam keterbatasan. Mereka tetap istiqomah bertahun - tahun mengabdi pada Al Qur'an. Berjuang dalam sunyi senyap pemberitaan. 

Lewat program “Simpatik Guru” PPPA Daarul Qur'an memberikan dukungan finansial dan pembinaan kapasitas Guru ngaji di pelosok, wilayah minoritas dan marjinal. Saat ini, 359 Guru ngaji, 8.570 Santri tersebar di 12 Provinsi telah mendapat manfaat dari program ini. 

Insya Allah dengan dukungan Anda program ini akan terus tumbuh dan tersebar luas.

16 Tahun Dakwah Dalam Lumpuh

Hidup dalam kelumpuhan selama 16 tahun tidak membuat Sugiharto berhenti berdakwah dengan mengajar ngaji anak-anak sekitar rumahnya

16 tahun sudah Sugiharto terbaring lumpuh, terbujur dalam tafakkur. Sebuah kecelakaan menimpanya pada tahun 2002 lalu saat ia sedang dalam perjalan pulang mengaji dari pondok pesantren di Cilongok, Banyumas. Naas, sebuah bus patas melindas tubuhnya. Ia mati rasa seketika. 

Lukanya segera dioperasi. Berpindah rumah sakit dari Banyumas hingga Solo ia lalui. Namun, kondisi keuangan tidak mengizinkan ia untuk terus berobat. Beberapa rumah sakit menyatakan tak sanggup mengobatinya. Ia pun divonis lumpuh seumur hidup.

Sugiharto pasrah. Saraf tulang belakangnya sudah tidak berfungsi. Sekadar duduk pun ia tak mampu. Sugiharto menjadi pengangguran. Istrinya pun lebih memilih meninggalkannya, dan kini sudah menikah lagi. 

Sejak itu hari-hari Sugiharto dihabiskan dengan bebaring di atas dipan. Saat tim PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta tubuhnya yang kurus diselimuti sebuah kain jarik. Rambut panjangnya yang masih hitam dibiarkan terurai memeluk bantal kapuknya. Di sampingnya terlihat tumpukan kitab-kitab lawas yang sedikit berdebu.

Sugiharto bersyukur hanya tubuhnya yang lumpuh. Ingatannya selama mengaji di pesantren masih utuh. Kedua tangan kurusnya pun masih sigab membuka lembaran Al-Qur'an dan kitab-kitab hadist.

Sugiharto tinggal bersama ibunya bernama Tisem yang bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap harinya Tisem hanya bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp4.500 dari upah mengupas 3kg bawang yang dihargai Rp1.500 perkilonya. Uang ini tentu saja belum cukup untuk biaya makan sehari-hari. Ditambah lagi, harus membeli obat dan perban Sugiharto. Bukan tak ada yang peduli. Beberapa kali, ada yang menawarkan berobat ke rumah sakit. Tapi ia bahkan ketakutan mendengar suara ambulans. 

Meski demikian, ia selalu bersyukur karena tangan-tangan Allah selalu datang membantu. Ia pun semakin semangat dalam mengajar anak-anak mengaji.

Untuk mengusir sepi dan bosan, ia memilih mengajar ngaji anak-anak tetangganya. Tiap sore belasan anak-anak akan belajar Iqro' sampai bisa membaca Qur'an. Ia pun sama sekali tak memungut biaya dari kegiatan mengajarnya. 

"Pokoknya mas, saya mati di sini, hidup juga di sini. Yang penting saya bisa ngajar ngaji..", ungkap pria lulusan SD ini mengundang keharuan. 

Semoga ketulusannya dalam berdakwah selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT. Semoga ilmunya menjadi jariyah yang akan menuntunnya menuju syurga Allah yang agung. Aamiin.

Rp. 50.000

wahyu yulianto
29 August 17

Mohon doa semoga di berikan kemudahan dalam segala hal..Aamiin


Rp. 50.000

rachman ramadhan
28 August 17

Allah ridho kepada keluarga kami


Rp. 100.000

rachman ramadhan
28 August 17

dijauhkan dari sihir


Rp. 100.000

rachman ramadhan
28 August 17

anak2 kami soleh dan sukses dunia akhirat


Rp. 100.000

M. TERMIDZI
28 August 17

Semoga Allah selalu melindungi kita dimana pun berada Amin


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE