Dakwah Kampung Qur’an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Memberantas Tuna Al-Qur’an di Rukem, Semenjak menjadi Kampung Qur’an Rukem, warganya semakin dekat dengan Al-Qur’an

4.33%
Rp. 2.164.751
20
9 Hari lagi
SHARE

 


(Sumber : Penerima manfaat Program Kampung Qur'an PPPA Daarul Qur'an)

Kampung Qur’an adalah Program dakwah Al-Qur’an berbasis kawasan, lingkungan, komunitas yang berada di daerah marginal, terpencil, minoritas, bekas bencana, dan kawasan yang jauh dari akses perkotaan.

Program ini meliputi program fisik dan non fisik. Program fisik melalui pendekatan infrastruktur publik dan hunian. Program non fisik melalui pendekatan dakwah dengan pendirian rumah tahfidz, pendampingan masyarakat, dan pemberdayaan.  

Tujuan aktivitas Program Kampung Qur’an adalah sebagai berikut:

  • Membangun kawasan yang dihuni oleh masyarakat religius berbasis tahfidzul Qur’an.
  • Menciptakan kemandirian masyarakat dalam hal kemandirian ekonomi, sosial, pendidikan yang bertumpu pada sumber daya lokal

Komponen Program Kampung Qur’an

- Masyarakat Kampung Qur’an
Sekumpulan orang Muslim yang terdiri golongan tidak mampu yang tinggal di dalam satu wilayah dengan kriteria tertentu yang memiliki tujuan sama untuk memuliakan Al-Qur’an dan mengamalkan nilainilainya dalam kehidupan sehari-hari.

- Pendamping Masyarakat
Pendamping masyarakat adalah orang yang expert di bidang pemberdayaan yang akan tinggal bersama masyarakat Kampung Qur’an untuk membantu masyarakat Kampung Qur’an dengan tujuan:

  • Meningkatkan partisipasi pengembangan masyarakat
  • Menyaring aspirasi anggota masyarakat
  • Membangun struktur kebiasaan baru (DAQU Methode) masyarakat
  • Membangun kesepahaman memuliakan Al-Qur’an
  • Memanfaatkan sumber daya dan skill masyarakat

Kriteria pendamping masyarakat:

  • Memahami konsep-konsep pemberdayaan
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Memiliki kemampuan manajerial yang bagus
  • Negosiator dan mudah bergaul
  • Bisa mengaji dan tidak merokok
  • Berkomitmen untuk menetap di lokasi Kampung Qur’an minimal 3 tahun
  • Tidak aktif dalam berpolitik


(Sumber : Dokumentasi Kampung Qur'an Jailolo PPPA Daarul Qur'an)

- Ustadz/Ustadzah (Pendamping Al-Qur’an/Da’i)
Ustadz/Ustadzah adalah seseorang yang memiliki kompetensi untuk mengajarkan pelajaran agama Islam. Ustadz/Ustadzah Kampung Qur’an adalah orang yang ditunjuk PPPA Daarul Qur’an untuk menjadi pengajar, dengan kriteria memiliki hafalan 30 juz, memahami Daqu Methode, dan ilmu dirosah Islamiyah.

Kriteria Ustadz/Ustadzah Kampung Qur’an:

  • Diutamakan hafal 30 juz untuk ustadz/ustadzah dan lolos seleksi oleh Dewan Tahfidz
  • Memahami konsep-konsep pemberdayaan
  • Memiliki kemampuan manajerial yang bagus
  • Negosiator dan mudah bergaul
  • Komunikatif dan mampu memberikan pengajaran tahfidz
  • Tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan AlQur’an dan Sunnah
  • Tidak aktif dalam berpolitik
  • Berkomitmen untuk menetap di lokasi Kampung Qur’an minimal 3 tahun.

- Pintu Masuk Pemberdayaan Kampung Qur’an 
Pembangunan Fasilitas Publik :
Pemberdayaan masyarakat Kampung Qur’an dengan merevitalisasi akses dan kebutuhan strategis masyarakat wilayah sasaran dengan tahap selanjutnya adalah pendampingan berbasis pemuliaan Al-Qur’an. Revitalisasi akses dan pembangunan kebutuhan strategis misalnya pembangunan jembatan, masjid/musholla, madrasah, saung Qur’an, dan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Qur’an.

Infrastruktur Pendidikan :
Pemberdayaan masyarakat Kampung Qur’an dengan tahap awal program bantuan beasiswa pendidikan untuk anak-anak, pembangunan sarana aktivitas pendidikan Al-Qur’an dan formal, pembangunan Rumah Tahfidz, dan lain sebagainya.

Pembenahan Hunian :
Pemberdayaan masyarakat Kampung Qur’an dengan tahap awal program membenahi hunian masyarakat wilayah sasaran untuk program pendampingan berbasis keluarga. Bentuk pembenahan rumah dapat berupa pembangunan atau renovasi di satu kawasan masyarakat.

- Tahapan Pemberdayaan Kampung Qur’an

Tahapan pemberdayaan Kampung Qur’an dalam 3 tahun di wilayah sasaran adalah sebagai berikut:

  • Tahun pertama adalah pembinaan masyarakat
  • Tahun kedua adalah peningkatan kapasitas/penguatan di sektor lemah dalam masyarakat serta kapasitas pengorganisasian masyarakat
  • Tahun ketiga adalah asset reform/ menuju kemandirian ditandai dengan adanya struktur baru dalam masyarakat Kampung Qur’an dengan pemimpin lokalnya.

- Bidang Pemberdayaan

Bidang pemberdayaan masyarakat Kampung Qur’an adalah sebagai berikut:

  • Partisipasi masyarakat dalam seluruh lini pembangunan
  • Kemampuan organisasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
  • Pembenahan fasilitas fisik masyarakat
  • Penguatan atau peningkatan kapasitas, termasuk di dalamnya pendidikan
  • Struktur masyarakat baru dalam melakukan pengembangan oleh masyarakat

Output & Indikator Keberhasilan Program

Pencapaian indikator keberhasilan program antara lain:

  • Terwujudnya kawasan yang dihuni masyarakat religius dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an
  • Terwujud komunitas masyarakat yang mandiri secara ekonomi, sosial, dan pendidikan yang bertumpu pada tahfidzul Qur’an
  • Masyarakat istiqomah menjalankan ibadah khusus seperti salat, puasa, zakat, dan membaca Al-Qur’an
  • Terbangunnya Rumah Tahfidz sebagai pusat menghafal Al-Qur’an.
     

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 3, Panggilan yang Tak Sampai

Tenggorokan saya terasa tercekat meminum secangkir teh manis, pembatal puasa Ramadan sore ini. Telepon masuk dari Ustad Zulkarnain di Dusun OeUe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat tepat azan Magrib. Saya tau di sana sudah menjelang Isya dan Tarawih.

Mohon maaf Pak, harapan kita untuk tarawih di mesjid Baru alhamdulillah belum terwujud. Kami masih menggunakan ruang kelas di Sekolah, terang Ustad Zul yang menohok perasaan.

Tiga bulan lalu, saya dan Ustad Zul memutuskan untuk merobohkan bangunan mesjid yang sudah nyaris ambruk. Di musim hujan, ruangan mesjid tua yang sudah lebih 30 tahun itu dipenuhi air, sebab atapnya sudah terbuka. Dinding mesjid juga sudah mau tumbang.

Pada saat bangunan sudah membahayakan jamaah, kami putuskan bongkar dan bangun sendiri.

Nilai bangunan masjid ini sekitar Rp800 juta. Sudah mulai dibangun dengan relawan Tukang dari Jawa yang dikoordinir Mujito, relawan PPPA Daarul Qur'an. Mereka datang dari Jawa Timur memenuhi panggilan kemanusiaan agar warga OeUe bisa punya mesjid baru saat tarawih di bulan Ramadan.

Saya juga memahami kesedihan Mujito dan kawan-kawan relawan tukang, karena belum bisa mewujudkan impian itu. Tapi matrial bangunan perlu dibayar. Tenaga saja tidak cukup. Tak perlu berkecil hati, ini bulan segala doa dikabulkan. Kita ikhtiar langit bersama-sama.

Kawan, sahabat dan sejawat yang terpanggil untuk OeUe dapat bersama PPPA Daarul Qur'an mewujdukannya melalui sedekahonline.com.

Sunaryo Adhiatmoko (Pegiat Kemanusiaan)
 

(Update 2) R-GASS : Remaja Gaul Aktif Soleh Solehah

Entah apa yang melatarbelakangi para remaja di Banyuasin kian gandrung dengan komunitas. Hampir tiap tempat ada komunitas dengan nama dan kebiasaan unik masing-masing.

Kebiasaan ini ditangkap Annisa, Kader Tahfizh Daarul Qur'an yang bertugas di Kampung Qur'an Parit Gantung, Banyuasin Sumatera Selatan, dengan membuat Remaja Gaul Aktif Soleh Solehah (R-GASS). Komunitas ini dibentuk untuk meminimalisir kebiasaan buruk anak muda yang biasa nongkrong di Pelabuhan," ujar Annisa.

Cara Kader Tahfizh asal Brebes ini mendekati remaja memang unik. Ia tak menghakimi mereka yang baru belajar huruf Al Qur'an meskipun sudah masuk SMA. Pelan-pelan santri R-GASS ini bertambah banyak. Saat ini sudah 16 anak muda yang rutin datang setor hafalan.

"Akibat keseringan nongkrong, anak muda sering lupa ibadah, merokok dan hal yang lain," tambah Annisa.

Kehadiran Annisa memang menjadi harapan warga Parit Gantung. Memaksimalkan potensi anak muda, agar punya cara lain berekspresi dengan menghafal Qur'an.

Kini, sudah lima orang selesai ujian tahfizh juz 30. Ujian dilaksanakan di rumah santri, disaksikan kedua orangtua.Ujian Tahfizh di rumah santri menjadi sarana dakwah yang efektif untuk keluarga," imbuh Annisa.

Kehidupan dan kemiskinan di Parit Gantung seakan tidak menjadi penghalang anak-anak belajar Qur'an. "Selepas sekolah biasa anak-anak ke kebun, bekerja mencungkir kelapa," Annisa menambahkan.

Gadis lulusan Sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini berharap, selama bertugas di Parit Gantung, ia bisa mencetak banyak kader lokal yang kelak akan menggantikannnya berdakwah.

PPPA Daarul Qur'an memang sengaja membentuk program Kader Tahfizh untuk mengakselerasi dakwah gerakan tahfizhul Qur'an agar semakin banyak penghafal Al Qur'an yang lahir demi mewujudkan mimpi besar Membangun Dunia dengan Al Qur'an

Seluruh masyarakat, jemaah dan donatur dapat ikut terlibat mendukung dakwah kader tahfizh mendawamkan Qur'an di seluruh penjuru Indonesia dengan klik sedekahonline.com.

 

(Update 1) Hafizah Baru dari NTT

Sulit bagi Tarsin Nobisa (45) melihat foto-foto Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) 2018 yang dihelat Daarul Qur'an pekan lalu di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (29/4). Ia dan keluarga tak pernah menyangka Rahmawati Boimau, anaknya yang pertama, berada dalam deretan wisudawan-wisudawati di depan ruang utama masjid terbesar di Asia Tenggara itu. 



Maklum, Tarsin hidup sebagai petani jagung dan penenun kain merasa tidak punya ilmu apa-apa, apalagi hafal Qur'an. Maka tidak heran jika Tarsin tak mampu menahan basah air mata jika mendengar kabar Wati sapaan akrab Rahmawati, menyelesaikan hafalan 30 juz di Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Ciledug, Tangerang. 

“Memang, sejak SMP Wati ingin menyelesaikan hafalan Qur’an,” ujar Tarsin.

Jarak yang jauh memang tidak mudah, baik bagi Wati maupun Tarsin. Sudah enam tahun berada di rumah tahfizh, tak pernah sekalipun Tarsin kunjung datang menjenguk. Bertani jagung dan menenun kain memang hanya cukup untuk makan sehari-hari. 

“Saya dan keluarga hanya bisa kirim doa dari jauh,” tambah Tarsin dengan suara parau.

Wati memutuskan hijrah ke Jawa selepas masuk SMP. Ia dan beberapa kawan dari Kampung Qur’an Oe Ue, Amanuban Timur,  Nusa Tenggara Timur (NTT) bertekad untuk menyelesaikan hafalan Qur’an dan kelak mereka akan kembali ke kampung halaman. Tujuannya sederhana, agar bisa mengajar adik-adik mereka belajar Al Qur’an. 

Mendidik wati dan ribuan anak Indonesia, adalah ikhtiar PPPA Daarul Qur’an menyiapkan kader lokal untuk meneruskan dakwah Al Qur’an di pelosok-pelosok Indonesia. Melalui rumah tahfizh, PPPA Daarul Qur’an terus bekerja membangun Indonesia dan dunia dengan Al Qur’an.

Rp. 100.000

Hamba Allah
17 May 18

Diampuni segala dosa. Menjadi penghafal Al Quran. Menjadi anak yg solehah. Menikah dengan lelaki sholeh, yg disukai, penyayang, penyabar, taat agamanya, murah rezekinya. Memiliki anak yg soleh/soleha dan lucu2. Memiliki usaha yg menguntungkan dan berkah.. Bisa bersedekah 1 milyar per bulan. Melanjutkan sekolah S2 dan S3. Pergi umroh dan haji bersama org tua dan keluarga besar. Keliling dunia bersama org2 yg disayang. Wafat dalam keadaan khusnul khatimah.


Rp. 200.000

Hamba Allah
12 May 18

Ya Allah ampunilah dosa hambamu...limpahkanlah petunjuk Mu ya Allah agar hambamu dapat keluar dr permasalahan yang hamba alami saat ini..sehingga hambamu dapat segera hijrah dari tempat kerja saat ini ke tempat kerja yang lebih baik sesuai tuntunanMu ya Allah..Aamiin..aamiin..aamiin Ya Robbal Alamin


Rp. 50.000

Hamba Allah
11 May 18


Rp. 100.000

Surya Ramadhana
11 May 18

Tahun 2019 bisa menikah dengan perempuan yang sholehah Dikuatkan dan ditambah hafalan Al-Qur'annya Diberi keberkahan umur dan kesehatan


Rp. 100.000

Hamba Allah
09 May 18

Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada hamba, Ya Allah.. Jika perkara hamba dan sera baik untuk agama hamba, dunia hamba, dan akhirat hamba maka mudahkanlah takdirkanlah dan ridhoilah.. Jika perkara jamba dan sera buruk untuk agama jamba, dunia hamba, dan akhirat hamba, maka palingkanlah hamba darinya dan palingkanlah ia dari hamba.. Berikanlah kebaikan di manapun hamba berada dan jadikanlah hamba tidho dengan keputusan engkau. Ya Allah.. Semoga sera bisa menjadi istri yang baik, taat kepada suami, penyabar, pengertian, perhatian, baik untuk agama hamba dunia hamba dan akhirat hamba..


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE