Dakwah Kader Tahfidz Qur'an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Teknis magang dibagi menjadi tiga keberangkatan. Pertama, rute Depok di Rumah Tahfidz Taman Aisy dan Bogor di Rumah Tahfidz Al Azmy.

0.77%
Rp. 767.872
10
4 Hari lagi
SHARE

 

Magang Kader Tahfidz Angkatan-2
 

Program Kader Tahfidz angkatan ke-2 yang digulirkan PPPA Daarul Qur’an telah memasuki tahap magang. Sebelumnya, para kader di karantina selama 3 bulan dengan pelbagai materi: tahfidzul Qur’an, fiqih dakwah, fiqih ibadah, bahasa arab, olahraga (memanah, berenang, berkuda), leadership, public speaking (tausiyah), dan pelatihan tanaman hidroponik. Setelah ditempa dengan pelbagai materi itu, kini tiba saatnya para kader dikirim ke Rumah Tahfidz dan Kampung Qur’an di pulau Jawa dan Sumatera untuk menambah pengalaman belajar dan mengajar selama sebulan penuh.

Teknis magang dibagi menjadi tiga keberangkatan. Pertama, rute Depok di Rumah Tahfidz Taman Aisy dan Bogor di Rumah Tahfidz Al Azmy. Keberangkatan kedua, adalah rute Bekasi di Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia, Semarang di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Al Mabrur, dan Purworejo di Kampung Qur’an Rukem. Kemudian rute ketiga, akan dikirim di lima Rumah Tahfidz di pelosok Lampung.

Rumah Tahfidz yang dipilih menjadi lokasi magang diatas adalah Rumah Tahfidz dengan karakter dan keunggulan yang berbeda-beda. Ada yang sangat bagus dalam dakwah masyarakatnya, ada yang paling banyak mencetak para penghafal Al Qur’an, ada yang bagus dalam ranah pergerakannya, ada yang unggul dalam management dan sistemnya, serta keunggulan lainnya.

Selain itu, secara geografis Rumah Tahfidz diatas juga sangat berbeda. Ada yang lokasinya di tengah kompleks perumahan yang luas, ada yang di pelosok desa, ada yang diujung perbukitan, di pusat kota, di tengah lingkungan mahasiswa, dan sebagainya.

Harapannya, dengan ditempatkan di Rumah Tahfidz dengan karakter, geografis, dan keunggulan berbeda, masing-masing dari mereka nantinya akan pulang ke karantina dengan membawa cerita dan segudang pengalaman yang berbeda. Nantinya setelah magang usai, akan ada Focus Group Discussion (FGD) agar masing-masing kader bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang berbeda saat magang. “Akan kita agendakan FGD agar para kader bisa berbagi, memiliki tambahan ilmu dan pengalaman yang banyak sebelum ditempatkan”, tutur pengasuh Kader Tahfidz angkatan-2 Ustadz Tio Pakusadewo.

Rumah-rumah Tahfidz yang ditunjuk untuk menjadi lokasi magang sangat gembira menyambut para kader ini. Seperti saat di Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia, para pengasuh dan pengurus tampak sumringah ketika tim dari Kader Tahfidz tiba. “Kami sangat gembira menyambut para ustadz dan ustadzah dari Kader Tahfidz yang magang di Rumah Tahfidz. Semoga saling bisa memberikan warna”, tutur Ustadz Suryadi Zaini pengasuh Rumah Tahfidz Al Fithroh Indonesia.

Memang salah satu tujuan dari magang Kader Tahfidz ini adalah seperti itu, saling memberikan warna. Rumah Tahfidz memberikan segudang ilmu dan pengalaman kepada para kader. Kemudian para kader juga memberikan manfaat yang banyak kepada Rumah Tahfidz yang menjadi lokasi magang.

Selama sebulan penuh, para kader akan menjalankan kegiatan belajar-mengajar di Rumah Tahfidz, mengisahkan sisi menarik Rumah Tahfidz melalui tulisan, bersosialisasi kepada masyarakat di lingkungan Rumah Tahfidz, dan berbagai kegiatan lainnya.

Setelah magang usai, para kader akan kembali ke karantina selama sebulan penuh untuk mendapatkan materi pemantapan sebelum ditempatkan di pelbagai pelosok republik untuk mendirikan Rumah-rumah Tahfidz dan membangun Kampung Qur’an. Semoga sehimpun ikhtiar ini diberikan keberkahan dan keridhoan oleh Allah SWT agar kelak akan lahir generasi penghafal Al Qur'an dari pelosok republik melalui wasilah program Kader Tahfidz ini.
 

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol warna kuning "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Tanda Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi Biodata di kolom yang tersedia dan "Klik Lanjut"
4. Pilih metode pembayaran (Tersedia Bank BCA/BRI/Mandiri/BNI Syariah) atau Dompet Sedekah jika sudah melakukan Login.
5. Silahkan melakukan transfer sedekah sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh sistem pada Email Komitmen Sedekah.
6. Dapatkan laporan via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda. Jika mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan kepada kami.

Update 2)

Setiap manusia pasti diberi karunia yang berbeda-beda oleh Allah. Salah satunya bakat, ada bakat dalam berbagai bidang. Diantaranya bakat seni suara. 

Putri Anisatul Muzakiyah, biasa disapa Anisa, salah satu santri Kader Tahfizh PPPA Daarul Qur’an yang dikaruniai suara merdu oleh Allah. Berawal saat masih SMP, ibunya ingin Anisa bisa tampil membaca Qiro’at. Dari situ, ia tertantang untuk mengasah kemampuan suaranya.

Anisa berhasil mendapat peringkat 3 lomba qiro’at di sekolahnya. Akhirnya, ia kembangkan terus kemampuannya sampai saat ini sering mengisi qiro’at di lingkungan masyarakat, terlebih saat bulan Ramadhan.



Saat ini, Anisa sedang menjalankan magang di Rumah Tahfidz Lampung. Hal ini menambah kesyukurannya pada Allah, telah menempatkannya di tempat yang ia sukai. Bersama anak-anak yang semangat belajar qur’an.

Dengan kegiatan magang yang full setiap harinya, terkadang saat ia akan istirahat ada beberapa anak yang berdatangan untuk belajar qiro’at dan murojaah. Hal itu justru membuatnya senang dan semangat, bisa menebar manfaat melalui bakat yang ia salurkan pada anak-anak Rumah Tahfidz.


(Update 1) Tips Menjaga Hafalan Qur'an dari Ummu, Santri Kader Tahfidz

“Dari dulu saya ingin sekali merasakan menjadi seorang santri, yang bisa fokus ngejar akhirat, fokus ke Qur’an. Dan, alhamdulillah, Allah izinkan saya bisa ke Kader Tahfidz ini. Entah amalan apa yang bisa mengantarkan saya ke sini, yang jelas saya sangat merasa bersyukur,” Ungkap Ummu Nailatur Rahmah.


(Dokumentasi : Santriwari kader Tahfidz PPPA Daarul Qur'an)

Setiap orang pasti memiliki metode menghafal yang berbeda-beda. Tergantung kepribadiannya masing-masing. Begitupun dengan Ummu Nailatur Rahmah, salah satu santri Kader Tahfidz PPPA Daarul Qur’an.

Dalam menghafal, Ummu biasa melakukan metode pengulangan bacaan serta membaca makna setiap kalimatnya. Selain itu, tempat yang sepi menjadi pilihannya dalam menghafal. “Yang pertama pasti Niat yah, juga jangan lupa berdo’a. Karena, Yang Maha memilki kemudahan hafalan kan Allah, maka kita do’a agar dititipkan hafalan itu ke diri kita, serta keistiqomahan selalu dalam menjaganya,” kata Santri yang berasal dari Kebumen, Jawa tengah itu.

Ummu mengaku sebelum berada di sini, ia belum secara maksimal dapat menghafal. Lumrahnya yang terjadi pada kebanyakan orang, yaitu sibuk agenda sehari-hari, diantaranya kuliah. Namun, di Kader Tahfidz ini dia lebih fokus dan merasa ter-upgrade

Selain berbagi metode menghafal, Ummu juga berpesan bahwa jangan sampai salah niat dalam menghafal. Karena, semakin banyaknya hafalan yang kita miliki maka semakin besar pula interaksi yang kita harus jaga kepada Al-Qur’an. Tentunya juga harus ikhlas meninggalkan banyak hal, terlebih yang sia-sia. Semua itu adalah ikhtiar untuk menjaga hafalan yang telah kita miliki.

Rp. 20.000

Hamba Allah
13 February 18


Rp. 20.000

Hamba Allah
12 February 18


Rp. 20.000

Hamba Allah
10 February 18


Rp. 20.000

Hamba Allah
09 February 18


Rp. 20.000

Hamba Allah
09 February 18


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE