Buka Puasa Bersama 300 Ribu Penghafal Al Qur’an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Agenda Buka Puasa 1439 H Bersama para Penghafal Qur'an akan diisi dengan buka puasa bersama, tadarus berjamaah, doa bersama di 905 titik Rumah Tahfizh

0%
Rp. 371.018.936
1707
0 Hari lagi
SHARE

 

Ramadan waktunya memuliakan para Penghafal Qur'an untuk Rumah tahfizh diseluruh pelosok indonesia dalam momen Ramadan. 
Berbagi buka puasa, berbagi nikmat dan kegembiraan, wujudkan kebaikan di bulan Ramadan ini melalui Program Berbuka Puasa bersama ribuan Pengahafal Qur'an di seluruh Rumah Tahfizh.

Buka Puasa Bersama 300 Ribu Penghafal Alqur’an

PPPA Daarul Qur’an terus mendawamkan Qur’an mulai dari kota hingga pelosok Indonesia dan berbagai negara di dunia. Rumah-rumah tahfizh, pesantren-pesantren takhassus adalah tempat sebaik-baiknya untuk menghafal Alqur’an.
Kini 30 ribu santri yang tengah menghafal Qur’an bukan hanya di rumah tahfizh ataupun pesantren lagi tapi sudah merambah ke berbagai kampus-kampus ternama di Indonesia.

Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an Tarmizi As Shidiq mengatakan, menjelang hadirnya bulan suci Ramadan, PPPA mengagendakan buka puasa bersama di 985 rumah tahfizh, enam pesantren takhassus, lima titik pesantren tahfizh Daarul Qur’an dan 24 perguruan tinggi di Indonesia.
“Ada pula mobile Qur’an (MoQU) yang akan berjelajah ke 100 titik, simptik guru di 400 titik dan tujuh kampung Qur’an serta di 13 cabang PPPA Daarul Qur’an dengan keseluruhan penerima manfaat sebanyak 300 ribu penghafal Alqur’an,” ujarnya.

Tarmizi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berbagi buka puasa, berbagi nikmat dan kegembiraan. Mewujudkan kebaikan di bulan Ramadan, bulan suci nan penuh berkah melalui program Buka Puasa bersama 300 ribu Penghafal Qur'an di seluruh Indonesia.
“Bagi masyarakat, jemaah dan donatur yang ingin terlibat dalam program ini bisa langsung berdonasi di sedekahonline.com. Semoga pahala para santri penghafal Qur’an yang berbuka puasa juga mengalir untuk donatur, Aamiin,” ucapnya.

Yuk berbagi kebahagiaan berbagi buka puasa, berbagi nikmat dan kegembiraan bersama mereka Ramadan 1439 H melalui sedekahonline.com caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan di Sedekahonline.com bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 7, Buka Puasa di Camp Rohingnya Arakan

Sitewey - PPPA Daarul Qur’an menjelang akhir-akhir Ramadan masih membersamai warga Rohingnya di Camp Dar Paing, Arakan, Myanmar. Selain mendistribusikan kebutuhan makanan pokok untuk menyambut Idul Fitri, juga menggelar buka puasa bersama di camp pengungsian Myanmar.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an di Myanmar 

Buka puasa di dalam suasana jadi pengungsi di negerinya sendiri terasa memprihatinkan. Meski tinggal dan lahir di Myanmar, mereka tidak punya kepastian masa depan. 

“Setiap Ramadan kami jalani puasa penuh kesusahan. Kami tidak tahu apakah Ramadan tahun depan masih hidup. Jika masih hidup kami juga tidak tahu dimana akan tinggal,” kata Hasem (42), ayah dari empat anak yang terusir dari kota Sitewey pada 2012. 

Hasem seperti para pengungsi lainnya, etnis yang teraniaya dan terusir dari negeri mereka dilahirkan.

Sejak Oktober 2017 lalu, PPPA Daarul Qur’an telah melakukan aksi kemanusiaan untuk menyalurkan amanah donatur. Beberapa bantuan seperti medis, logistik sampai renovasi masjid sudah terlaksana.

 

Update 6, Malam Tujuh Belas Mbah Muldiharjo

“Musibah kuwi pancen nggowo berkah. Sing penting yakin kalih Gusti. Mbiyen, ora ana rame-rame ngene. Sakniki, alkamdulillah ana sing ngrumati...” tutur Mbah Muldiharjo pada Mas Aflah yang ikut rombongan PPPA Daarul Qur’an untuk gelaran Buka Bersama Para Penghafal Al Qur’an di Dusun Rukem, Sidomulyo, Purworejo. “Musibah itu memang membawa berkah. Yang penting adalah keyakinan pada Allah SWT. Dulu, tidak ada acara seperti ini, sekarang Alhamdulillah ada yang merawati.” Inilah secuplik rasa syukur Mbah Muldiharjo pada malam 17 Ramadan 1439 H lalu.

Menjelang sore, ratusan warga berdatangan dengan baju terbaiknya di latar Musholla Miftahul Huda. Terlihat baju koko, sarung kotak-kotak, kopyah hitam, juga gamis warna-warni para ibu dan remaja putri. Pun tidak tertinggal Mbah Muldiharjo dengan koko putih dan sarung kotak-kotak hitam barunya hadir lebih awal daripada warga kampung lainnya. Ada kesukacitaan yang hadir di tengah warga dusun yang pernah luka karena longsor dua tahun lalu.

Sudah masuk malam tujuh belas Ramadan, Mbah Muldiharjo dan ratusan warga bersuka cita untuk berbuka puasa bersama dan memeringati turunnya Qur’an, mengingat kembali Kanjeng Nabi Muhammad SAW. menerima amanat nubuwwah. Mbah Muldiharjo bertambah bahagia, bersama para ibu dan bapak, bersama malam Nuzulul Qur’an tahun ini, betapa anak-anak Rukem dipanggil ke depan panggung bersama ibu untuk menerima sertifikat bahwa telah lulus ujian juz 30 Al Qur’an akhir Mei 2018 lalu. Air mata dan pelukan hangat para ibu pada anaknya menjadi tanda tentang Al Qur’an yang mulai tertanam di generasi penerus Kampung Qur’an Rukem, Purworejo.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta buka puasa bersama di kampung quran rukem

Maghrib menjelang, adzan dilantunkan dengan sedikit langgam Jawa, khas suara penghujung senja di kampung-kampung, air teh dan es buah membuka dahaga warga. Setelah sholat, anak-anak duduk melingkar rapi, menunggu tampah makanan berbuka dihidangkan. Sedangkan para orang tua duduk rapi bergantian mengambil santapan berbuka dengan prasmanan. Ayam goreng, sambal goreng hati, tumis buncis, dan buah-buahan diambil bergantian. Namun tidak dengan Mbah Muldiharjo, hanya dengan segelas teh, yang tetap duduk memandangi anak cucunya yang tengah berbahagia sebab berkah Qur’an setelah bencana. Lelaki berusia delapan puluhan tahun itu pun banyak mengucap syukur, meski dengan logat Jawanya, dalam senyumnya air mata menetes penuh haru akan keberkahan cucu-cucunya yang juga menjadi para Penghafal Al Qur’an.

Isya’ menjelang, ratusan warga masih bertahan di latar Mushola Miftahul Huda. Malam syahdu di Kampung Qur’an Rukem akan dihabiskan untuk Qur’an. Kali ini, sholat Isya dan Tarawih dipimpin langsung oleh Gilang, seorang santri hafizh tiga puluh juz dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang. 23 rakaat berlangsung khidmat, berlanjut tadarus Al Qur’an bersama warga hingga jam satu dini hari. Syahdu malam di hawa perbukitan Pajangan bersama Qur’an, segelas kopi hangat, dan camilan produksi para ibu kampung yang tengah menghafal juz keduanya.

Alhamdulillah, malam nuzulul Qur’an di Kampung Qur’an Rukem, Purworejo bisa menghadirkan ingatan dan rasa syukur di tengah warga. Mbah Muldiharjo pun menjadi saksi sekaligus mendecak kagum atas gerak dakwah PPPA Daarul Qur’an yang setia membersamai kampungnya sejak peristiwa longsor dua tahun lalu. Bismillah, semoga Mbah Muldiharjo senantiasa sehat untuk terus melihat bagaimana AlQur’an membawa keberkahan demi keberkahan untuk satu kampung di atas bukit Pajangan, Purworejo, kampung yang sepi namun selalu membuat rindu untuk ditirakati dan ditafakkuri.

 

Update 5, Doa Antara Takjil Ramadan Kali Code

Puluhan bocah berdatangan ke aula lantai satu, pun puluhan ibu memasuki ruang utama Masjid Al-Hikmah, Terban, Kota Yogyakarta, Jawa Tengah. Masjid di Kampung Ledok di bawah jembatan Gondolayu ramai dikunjungi warga menjelang berbuka puasa. Biasanya, para ibu sedang masyuk di sepanjang Kali Code untuk berbincang, arisan kecil, beberapa mencuci baju, dan mengantri untuk mandi di kamar mandi umum.

Corong suara masjid mulai menggemakan suara seorang pembicara, mengisahkan tentang Kaum Nabi Musa as. yang meminta untuk miskin karena kurang bersyukur, para ibu menyimak tenang. Pembicara itu kemudian bicara tentang rumah yang kecil dan hidup nan sederhana, keadaan yang akrab dengan warga Kali Code, namun dipenuhi iman dan rasa syukur akan lebih membahagiakan dibandingkan kecukupan yang menyesakkan dada tanpa rasa syukur.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Jogja buka puasa bersama santri kali code dan pembagian  parcel lebaran

Pembicara itu adalah Muhammad Yahya, seorang peserta program Beasiswa Tahfizh Qur’an (BTQ) for Leaders di wilayah Yogyakarta, yang tengah mengisi tausiyah pembukaan Program Pesantren Literasi Ramadan sekaligus penyaluran program Berbagi Takjil Ramadan dan Berbagi Senyum Lebaran di tepian Kali Code pada Rabu (30/5) kemarin.

Kali Code, di sepanjang lorong-lorong antara rumah-rumah yang bertumpuk, bersama Tim PPPA Daarul Qur’an dan beberapa peserta BTQ for Leaders, dakwah Al Qur’an telah berlangsung dua tahun terakhir. Para bocah kini mulai lancar membaca Al Qur’an dan pada 2 Juni nanti akan berlangsung Wisuda Surat Ar Rahman. Para ibu mulai mengindahkan menghafal Al Qur’an anak-anaknya. Di kampung yang dikenal “gelap”, kini cahaya-cahaya mulai memendar.

Derak dakwah Al Qur’an di Kali Code pun tidak semata karena hadirnya para Penghafal Al Qur’an binaan PPPA Daarul Qur’an, tetapi juga karena ada kesetiaan para guru Qur’an dan pejuang lainnya di Kampung Ledok, Terban. Mereka berderak pelan sunyi di tengah riuh tengah Kota Yogyakarta.

Pada Ramadan 2018 ini, semoga Program Berbagi Senyum Lebaran dan Berbagi Takjil Ramadan di Kali Code menggugah tenaga mereka untuk berjalan lebih jauh lagi, memendarkan para bocah lebih terang, dan menderakkan warga lebih giat lagi untuk menjadi muslim yang lebih baik yang kelak akan menghadirkan ulama dan cendikia dari Kali Code, kampung bawah Jembatan Gondolayu, Kota Yogyakarta. Aamiin, insyaallah.

 

Update 4, Buka Puasa Penghafal Qur'an Jailolo

Hujan lebat mengguyur salah satu kampung yang berada di Kepulauan Maluku sejak bakda Subuh, Jumat (1/6). Tepatnya di Jailolo, salah satu daerah di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kabut tebal menyelimuti gunung-gunung yang ada desa itu. Namun, cuaca tersebut tak menyurutkan semangat ratusan santri Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Bobanehena untuk menyaipakan buka puasa bersama.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'anbuka Puasa bersama santri dan warga Kampung Qur'an jailolo 

Mereka adalah anak-anak pelosok Timur Indonesia yang tengah menghafal Al Qur’an. Tujuan mereka menjadi hafizh/hafizah beragam, tapi kebanyakan ingin mempersembahkan mahkota untuk orangtua di Surga kelak dan ingin menjadi penghafal Al Qur’an yang sukses dunia akhiat.

Bersama ibu-ibu Jailolo, para santri sejak pagi sibuk menyiapkan kebutuhan buka puasa. Jelang bakda Asar datang, para santri masih tetap antusias membersihkan halaman masjid, mengelar karpet dan menyiapkan takjil.

Buka puasa ini dihadiri wali santri dan masyarakat Jailolo di sekitar rumah tahfizh. Serangkain acara yang di mulai dengan pembacaan surat Al Waqiah berjamaah dipimpin oleh salah satu santri bernama Risalek pun dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna oleh Sulisnawati. Acara buka puasa Sore itu pun berlangsung khidmat.

“Buka puasa ini dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah islamiyah sesama masyarakat desa Bobanehena,” ujar Sofyan Labuha selaku pengasuh rumah tahfizh.

Dalam gelaran buka puasa ini, Muhamad Hambali yang merupakan kader tahfizh PPPA Daarul Qur’an angkatan II mengisi tausiah. Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan salat berjamaah.

“Terima kasih kepada PPPA Daarul Qur’an dan donatur yang telah menyedekahkan hartanya untuk buka puasa para penghafal Qur’an ini, semoga senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT. Semoga anak saya dan anak di desa ini menjadi para pengahfal Qur’an, Aamiin,” ucap Ci Ela, salah satu orangtua santri.

 

Update 3, Buka Puasa Bersama Imam Muda di Sipelot

Suasana Ramadan begitu terasa di Kampung Qur’an Sipelot, Malang, Jawa Timur, Senin (28/5). Acara buka puasa bersama santri dan masyarakat Sipelot yang digelar PPPA Daarul Qur’an Malang pun disambut baik dan sangat meriah.

Bakda Ashar para santri mulai berdatangan untuk persiapan tempat acara. Meski sedang berpuasa santri sangat antusias membantu untuk menyapu halaman masjid, menggelar karpet dan menyiapkan takjil buka puasa.

Sumber : Dokumentasi buka puasa bersama santri Kampung Quran Sipelot Malang 

Serangkaian acara menarik dibuka dengan pembacaan basmalah. Acara dibuka dengan pembacaan tilawah surat Ar Rahman yang dibacakan salah satu santri binaan Ustad Miftah di kampung Qur'an ini.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Nahar Zainuddin, selaku tim program PPPA Daarul Qur'an Malang. Untuk menyambut momen spesial tersebut turut hadir Ahmad Rovicki, santri pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Cinagara yang menjadi imam muda untuk memimpin salat mulai dari Qiamul Lail sampai Tarawih di beberapa kota di Jawa Timur.

"Semoga dengan kehadiran santri imam muda Daarul Qur'an, dapat memotivasi santri di Kampung Qur'an Sipelot untuk mulai menghafal qur'an," tutur Nahar dengan senyum hangatnya.

Tak sampai disitu, rupanya para santri Kampung Qur'an Sipelot sudah mempersiapkan penampilan tarian spesial. Tanpa malu empat santri menari menghibur semua masyarakat yang turut hadir memeriahkan acara buber kemarin.

Meski tempat sederhana dan kondisi listrik yang tetiba padam, tak mengurangi semangat buka puasa bersama. Serangkaian acara buka puasa bersama berjalan lancar dan ditutup dengan pembacaan doa serta buka puasa takjil bersama. Semoga para santri semakin giat untuk menghafal Qur'an. Aamiin.

 

Update 2, Berbuka di Depan Lobo, Salat di Bawah Tenda

Senyum renyah anak-anak Kampung Quran Oe Ue, Nusa Tenggara Timur ( NTT) saat senja menepi, menanti saat berbuka puasa, Selasa (21/5).

Setiap hari, warga bergilir memasak untuk konsumsi berbuka. Meski sederhana, momen ini menjadi haru dan bahagia, karena bisa berkumpul dan berdoa bersama. Seperti biasa, berbuka di depan Lobo.

Sumber : Buka puasa bersama warga Kampung Qur'an UeOe

Lobo, bangunan kecil menyerupai saung berbentuk bulat, adalah tempat sakral untuk seremonial menyambut tamu. Ramadan ini, di depan Lobo lah sakral berbuka puasa dihelat.

Sedang masjid yang belum selesai dibangun, disulap warga untuk salat berjamah, dengan tenda seadanya. "Doa kami, warga Oe Ue, agar bisa kembali sholat di Masjid," ujar Syarif Nobisa, warga Oe Ue.

Masjid Annur Oe Ue ini, Masjid pertama di dusun muslim ini. Ia lapuk dimakan usia karena umurnya sudah 30 tahun lebih.

Dinding dan atap masjid kerap bocor saat hujan. Kini masjid kembali dibangun warga, sudah hampir 50 persen selesai.

Mari bantu warga Oe Ue NTT membangun kembali masjid bersejarah mereka melalui sedekahonline.com.

 

Update 1, Berkah Berbuka Para Hafizh di Cariu


(Sumber : Kegiatan Buka Puasa Santri Pesantren Takhassus Cariu)

PPPA Daarul Qur’an kembali melaksanakan buka puasa bersama para santri di rumah-rumah tahfizh dan pesantren takhassus, serta berbagai lokasi para penghafal dan pejuang Qur’an di pelosok Indonesia. Kali ini, buka puasa dilangsungkan di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Al Jannah Cariu, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/5).

Bersama 139 santri, acara berlangsung khidmat. Meski dengan kesederhanaan berbuka puasa bersama para penghafal Al Qur’an memang terasa berbeda. Ada keberkahan yang tersirat dari senyum para santri.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada masyarakat, donatur dan jemaah PPPA Daarul Qur’an yang telah berbagi kenikmatan buka bersama dengan para santri penghafal Alqur’an,” ujar Ustad Asep, Pengasuh Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Al Jannah Cariu.

PPPA Daarul Qur’an masih akan terus melaksanakan kegiatan buka puasa untuk para penghafal Alqur’an selama Ramadan. Masyarakat, donatur dan jemaah yang ingin terlibat dan berbagi kebahagiaan berbuka puasa bisa langsung klik sedekahonline.com.

200.000

Afafa
03 June 18

Semoga anak-anakku jadi anak-anak yang sholih


20.000

Hamba Allah
20 May 18

Sukses dunia dan akhirat rezeki lancar


250.000

Udin Dian Ma'ruf
12 June 18

semoga diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan terkabul segala hajat. aamiin


50.000

Karsih
04 June 18

semoga diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan terkabul segala hajat. aamiin


1.500.000

Irwanih
04 June 18

semoga diberikan kesehatan., kelancaran rezeki dan terkabul segala hajat. aamiin ya robbal'alamin


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE