Bingkisan untuk Yatim-Dhuafa Penghafal Qur’an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Bersama bahagiakan Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus & Kamp. Qur’an dalam program Bingkisan Untuk Yatim (BUY)

OPEN GOAL
Rp. 157.772.777
484
SHARE

 

Ribuan kisah dapat ditemui di sekian lokasi program dakwah PPPA Daarul Qur’an, di Indonesia dan luar negeri. Banyak di antaranya menyimpan luka mendalam sekaligus semangat perubahan para santri di ribuan Rumah Tahfidz, 10 lokasi Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an. Kehilangan orang tua dan lemahnya ekonomi tidak lekas membuat para santri berhenti menghafal Al-Quran.

Salah satunya adalah Halimatus Sa’diyah dan ibundanya yang kepalang bahagia. “Hafalan 30 juz ini akan aku persembahkan untuk ibu yang berjuang dan merawat Diah seorang diri sejak dalam kandungan. Juga untuk almarhum bapak yang sampai sekarang Diah tidak pernah mendengar kabar dan tempatnya disemayamkan,” airmata Halimatus Sa’diah memungkasi obrolan sore di Pesantren Takhassus IX Daarul Qur’an Yogyakarta. Qodarullah, hafalannya dipermudah oleh Allah SWT lantaran program Takhasus. Baru dua bulan di Takhasus, hafalannya sudah 2 juz dengan setoran rutin 1,5 halaman per bulan. Progress ini sangat menguatkan targetnya untuk menyelesaikan hafalan dalam 2 tahun kedepan.

Juga tentang Antakusuma, laki-laki yang sejak tahun 2011 harus menjadi bapak sekaligus ibu untuk keempat anaknya. Nurjannah, putri ketiga Antakusuma, saat ini sedang berkhidmad di Pesantren Takhassus Daarul Quran di Brebes, Jawa Tengah. Seketika di tengah obrolan, air mata Nurjannah terjatuh. Jannah teringat pertama kali bapaknya menjenguknya di Rumah Tahfizh. Perjalanan panjang lebih dari 60 kilometer ditempuh Antakusuma dengan kayuhan pedal sepeda dari Cirebon-Brebes.

Di satu sudut Kabupaten Kulon Progo, Halimatus, santriwati ini telah yatim sejak kecil dan ditinggal pergi ibundanya. Pilihan
Halimatus untuk menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Nurul Qur’an adalah jalan untuk memuliakan ayah ibunya yang tidak pernah ditemui. Al-Qur’an, harapnya setiap huruf dan kata yang dibaca Halimatus diharapkan menjelma doa dan kebaikan bagi ayah ibunya.

Muharam 1440 H ini, PPPA Daarul Qur’an mengajak Anda untuk membahagiakan para santri Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, di Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an dalam program 10.000 Bingkisan Untuk Yatim (BUY) senilai Rp. 250.000/santri.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 3, Tas Baru Anak-Anak Sadaunta


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim di Palu Sulawesi Tengah

“Yeee, aku dapat tas baru untuk sekolah besok pagi,” tutur Inayah bocah kelas 4 SD saat mendapat Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dari tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an, Minggu (2/12). Inayah adalah salah satu anak yang menjadi korban saat gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah.

Tepatnya di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, ratusan rumah luluh lantah di kampung Inayah itu. Hampir seluruh warga masih bernaung di tenda-tenda pengungsian seadanya. 

Di Sadaunta bukan hanya tempat tinggal saja yang hancur, akses menuju dusun ini sangat sulit lantaran ada sekitar 18 titik longsor. Jika hujan, warga tak bisa kemanapun. Hanya sedikit bantuan yang datang ke sana. Karenanya, warga khususnya anak-anak begitu senang saat SIGAB membagikan bingkisan tersebut.

“Selaian tas, PPPA Daarul Qur'an juga memberikan alat tulis serta Iqra dan Al-Qur’an untuk mereka agar semakin semangat menghafal ayat-ayat suci-Nya,” ujar Koordinator SIGAB, Didi Kurniawan.

Pasca bencana mengguncang Sadaunta, warganya yang mayoritas muslim semakin giat beribadah. Geliat dakwah Qur’an pun semakin menggema setelah PPPA Daarul Qur’an hadir dan memutuskan membangun masjid serta rumah Qur’an di sana.

Alhamdulillah, sekarang semakin banyak anak-anak yang belajar serta menghafal Qur'an setiap bakda Magrib di bawah asuhan Ustad Sudirman. Semoga mereka dalam mempelajari dan menghafal kalam-kalam-Nya, Aamiin,” harap Didi.

Atas dukungan dari donatur, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dapat terlaksana di berbagai daerah dan masih terus berlangsung. Keterlibatan masyarakat dalam program ini menjadi bagian penting perjalanan mereka para penghafal Al-Qur’an dengan latar belakang yatim dhuafa untuk meraih cita-cita.

Selain di Sulawesi Tengah, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa juga didistribusikan ke sejumlah rumah-rumah tahfizh dan pesantren untuk dibagikan kepada santri yatim dhuafa. Mudah-mudahan kepedulian kita dapat mengantar generasi muda hafizh Qur'an menjadi calon-calon pemimpin masa depan. Aamiin.

 

Update 2, Senyum Sumringah Santri Yatim Dhuafa


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim di Cariu

Ayam jago pun masih terlelap saat PPPA Daarul Qur'an bertolak ke sebuah daerah di pelosok Bogor, yaitu Cariu, Sabtu (1/12). Membawa amanah dari para penderma yang menginginkan kemajuan bangsa melalui anak-anak penghafal Qur'an.

Setibanya di lokasi, tim langsung disuguhi dengan merdunya suara para santri dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Al Jannah yang bersahut-sahutan melafalkan surat Al-Waqiah. Kedatangan PPPA Daarul Qur’an sengaja guna berbagi kebahagian Bingkisan untuk Yatim Dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Sebanyak 160 tas dan alat tulis telah diberikan kepada seluruh santri yatim dhuafa mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Mengah Kejuruan (SMK). Selain menghafal Al-Qur'an, para santri mempunyai kewajiban sekolah. Karena itu, bingkisan ini sangat berarti sekali untuk mereka.

Penyerahan bantuan diberikan kepada Pimpinan Pesantren Ustad Mahfuzhah Abadi Siregar, yang selanjutnya diserahkan kepada para santri. Mereka menunggu giliran dengan antusias dan tak jarang diselingi senda gurau.

Wajah gembira dan senyum sumringah tergambar jelas dari santri. Tas ransel merah itu langsung bergelayut di pundak para santri, lengkap dengan bingkisan alat tulis yang mereka genggam. "Kami, sangat senang dengan bantuan tas dan alat tulis ini," kata salah seorang santri, Saleh Rasyidi Siregar.

Tak hanya santri, para pengajar hingga pimpinan pun merasa bahagia. “Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan bantuan dari donatur yang disalurkan PPPA Daarul Qur'an. Mungkin, para santri hanya merasakan hal seperti ini satu tahun sekali, kami sangat senang dan bersyukur," tutur Ustad Mahfuzh.

Lelaki asal Medan itu mengucapkan terima kasih kepada Daarul Qur'an dan donatur yang telah menyempatkan diri berkunjung ke pesantrennya. “Semoga bingkisan ini bermanfaat bagi santri dan menambah motivasi mereka untuk menghafal Alqur'an,” harap Ustad Mahfuzh.

 

Update 1, Melukis Senyum Anak Yatim Dhuafa


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Bandung melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim

Riuh lantunan Surat Al Waqiah bergemuruh berdesir menyapa pagi. Rumput-rumput dan pepohonan seolah ikut berdzikir mendengar anak-anak yatim dhuafa penghafal Qur’an bertasbih di Cantigi Camp, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (30/9).

Rasulullah SAW begitu memuliakan anak yatim. “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. (Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya)”. HR Sahl bin Sa’ad r.a.

Sebagai salah satu bentuk meneladani akhlak Rasulullah dalam pemuliaan anak yatim di bulan Muharram, PPPA Daarul Qur’an Bandung menggelar Daqu Adventure. Cantigi Camp sengaja dipilih agar anak-anak dapat belajar sekaligus refreshing menikmati keindahan alam Bandung.

Sebanyak 50 anak penerima manfaat mengikuti kegiatan ini, mereka adalah anak-anak yatim dhuafa penghafal Qur'an yang tesebar di beberapa rumah tahfizh daerah Bandung. Kegiatan tersebut dirancang menyenangkan, melalui Mobile Qur’an (MoQu) anak-anak mendapat training spiritual.

Sinar bahagia terpancar dari wajah bocah-bocah polos, anak-anak yang menggemaskan, mereka adalah anak hebat sebab tetap ceria dan selalu bahagia meskipun orangtua mereka lebih dulu dipanggil Allah. Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Kak Cengko, dilanjutkan dengan motivasi menghafal Qur'an.

Anak anak pun diajak bercerita bersama Kak Haqu (boneka Hafizh Qur'an yang menemani Kak Cengko). Pagi itu, tawa anak-anak memecahkan gendang telinga, sangat antusias. Keceriaan terpantul dalam binar mata mereka. Mereka sangat bahagia saat berpetualang dan mencoba permainan outbound.

“Aku senang sekali hari ini, karena bisa main flying fox di sini untuk pertama kalinya” ujar Mandiri salah satu anak yatim.

Setelah selasai keliling wahana outbound, istirahat anak-anak diselingi dengan pembekalan edukasi oleh Eron Azhari, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Bandung. Ia menyampaikan tentang indahnya mensyukuri nikmat Allah. Kegiatan diakhiri dengan “liwetan bersama”.

“Semoga berkahnya mengalir kepada jemaah dan donatur PPPA Daarul Qur’an yang telah berbagi kebahagiaan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Alqur’an. Aamiin,” harap Eron.

50.000

Usda
12 December 18

Semoga adik-adik mjd anak sholeh / sholehah, mjdi penerus agama Islam yg istiqomah aamiin


50.000

Dedy Pratama
12 December 18

Ya Allah Istiqomah kan saya dalam bersedekah..amiin


500.000

Hamba Allah
12 December 18

Y allah maafkankah segala dosa hamba.lindungilah keluarga hamba dr segala mara bahaya. Panjang kanlah umur orang tua.suami dan anak2 hamba ya allah.jd kan lah mereka orang yanv selalu beruntung.. mudahkablah segala urusan hamba.berilanlah kebahagiaan dunia akherat untuk suami da anak2 hamba


200.000

Hamba Allah
12 December 18

Semoga berkah


50.000

Mar'atul Khasanah
12 December 18

Allohumma sholli 'ala sayyidina muhammad wa'ala aali sayyidina muhammad. Ya Alloh kami sekeluarga memohon ampun dan rahmat Mu jadikanlah kami orang yang kaya yang senantiasa bersyukur atas nikmat Mu jadikanlah kami orang yang kaya hati dan kaya iman jadikanlah kami termasuk orang orang yang rajin beribadah dan sholeh sholelah, jadikanlah kami orang kaya yang dermawan dan isiqomah bersedekah. Ya Alloh jadikanlah usaha BRIlink dan usaha kami yang lainnya lancar, laris dan sukses dunia akhirat. Karuniakanlah kami anak anak yang sholeh sholehah, Ya Alloh berikanlah kami rizqimu agar kami bisa memberangkatkan orang tua kami mertua kami keluarga kami sodara" kami pergi haji dan umrah atas izinmu Ya Alloh. Washollallohu 'ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi wasohbihi wassalam. Walhamdulillahi Robbil 'alamin. Aaamiiin.


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE