Bingkisan untuk Yatim-Dhuafa Penghafal Qur’an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Bersama bahagiakan Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus & Kamp. Qur’an dalam program Bingkisan Untuk Yatim (BUY)

OPEN GOAL
Rp. 196.571.742
692
SHARE

 

Ribuan kisah dapat ditemui di sekian lokasi program dakwah PPPA Daarul Qur’an, di Indonesia dan luar negeri. Banyak di antaranya menyimpan luka mendalam sekaligus semangat perubahan para santri di ribuan Rumah Tahfidz, 10 lokasi Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an. Kehilangan orang tua dan lemahnya ekonomi tidak lekas membuat para santri berhenti menghafal Al-Quran.

Salah satunya adalah Halimatus Sa’diyah dan ibundanya yang kepalang bahagia. “Hafalan 30 juz ini akan aku persembahkan untuk ibu yang berjuang dan merawat Diah seorang diri sejak dalam kandungan. Juga untuk almarhum bapak yang sampai sekarang Diah tidak pernah mendengar kabar dan tempatnya disemayamkan,” airmata Halimatus Sa’diah memungkasi obrolan sore di Pesantren Takhassus IX Daarul Qur’an Yogyakarta. Qodarullah, hafalannya dipermudah oleh Allah SWT lantaran program Takhasus. Baru dua bulan di Takhasus, hafalannya sudah 2 juz dengan setoran rutin 1,5 halaman per bulan. Progress ini sangat menguatkan targetnya untuk menyelesaikan hafalan dalam 2 tahun kedepan.

Juga tentang Antakusuma, laki-laki yang sejak tahun 2011 harus menjadi bapak sekaligus ibu untuk keempat anaknya. Nurjannah, putri ketiga Antakusuma, saat ini sedang berkhidmad di Pesantren Takhassus Daarul Quran di Brebes, Jawa Tengah. Seketika di tengah obrolan, air mata Nurjannah terjatuh. Jannah teringat pertama kali bapaknya menjenguknya di Rumah Tahfizh. Perjalanan panjang lebih dari 60 kilometer ditempuh Antakusuma dengan kayuhan pedal sepeda dari Cirebon-Brebes.

Di satu sudut Kabupaten Kulon Progo, Halimatus, santriwati ini telah yatim sejak kecil dan ditinggal pergi ibundanya. Pilihan
Halimatus untuk menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Nurul Qur’an adalah jalan untuk memuliakan ayah ibunya yang tidak pernah ditemui. Al-Qur’an, harapnya setiap huruf dan kata yang dibaca Halimatus diharapkan menjelma doa dan kebaikan bagi ayah ibunya.

Muharam 1440 H ini, PPPA Daarul Qur’an mengajak Anda untuk membahagiakan para santri Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, di Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an dalam program 10.000 Bingkisan Untuk Yatim (BUY) senilai Rp. 250.000/santri.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 4, Misi Senyum untuk Palu Bergerilya


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat melakukan aksi di Sulteng, Dusun Sadaunta

Setelah melakukan aksi “Misi Senyum untuk Palu” di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2 Desember lalu. PPPA Daarul Qur’an bersama Alumni MyCorps Malaysia terus bergerilya ke daerah-daerah terdampak gempa bumi dan tsunami untuk sedakar menghibur dan memberi semangat kepada masyarakat Sulteng.

Aksi tersebut berupa pendampingan terhadap warga berupa trauma healing yang khususnya untuk anak-anak yang menjadi korban terdampak bencana. Harapannya, kegiatan-kegiatan aksi seperti bermain games, melukis, menggambar, hafalan surat pendek dan adzan dapat menghibur dan mengobati trauma mereka.

“Kali ini misi senyum untuk Palu digelar di wilayah Dusun Saloya, Kecamatan Sindue Tambusadora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kurang lebih 120 anak di dua dusun yaitu Dusun Enam dan Dusun Tujuh. Setiap pagi, siang dan sore hari anak-anak selalu kita dampingi terus untuk melakukan hal positif,” ujar Fitriyati, Koordinator Alumni MyCorps.

Dalam kesempatan ini, PPPA Daarul Qur'an juga memberikan bingkisan untuk yatim kepada anak-anak Donggala. Sebagian dari mereka kehilangan orang tua setelah gempa dan tsunami, ada pula yang sampai saat ini belum ditemukan. Namun mereka mencoba mengikhlaskan serta mendoakan yang terbaik untuk orang-orang yang mereka cintai itu.

Meski aksi yang berlangsung pada Selasa (18/12) ini merupakan aksi terakhir dari Alumni MyCorps sebelum kembali ke Malaysia, namun PPPA Daarul Qur’an akan terus mendampingi warga. Apa lagi, di Dusun Sadaunta tengah dibangun masjid dan setelahnya berlanjut ke program rumah Qur’an untuk 40 Kepala Keluarga (KK) yang masih tinggal di pengungsian seadanya.

Koordinator Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an Didi Kurniawan mengatakan, rumah Qur’an rencananya akan dibangun pada 2019 mendatang. “Pendirian rumah layak huni sangat mendesak, karena untuk melanjutkan kehidupan mereka harus kembali ke rumah. Karena itu kami menginisiasi program ini di Sadaunta yang daerahnya terisolir longsor dan jarang tersentuh bantuan,” tuturnya.

Update 3, Tas Baru Anak-Anak Sadaunta


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim di Palu Sulawesi Tengah

“Yeee, aku dapat tas baru untuk sekolah besok pagi,” tutur Inayah bocah kelas 4 SD saat mendapat Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dari tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an, Minggu (2/12). Inayah adalah salah satu anak yang menjadi korban saat gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah.

Tepatnya di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, ratusan rumah luluh lantah di kampung Inayah itu. Hampir seluruh warga masih bernaung di tenda-tenda pengungsian seadanya. 

Di Sadaunta bukan hanya tempat tinggal saja yang hancur, akses menuju dusun ini sangat sulit lantaran ada sekitar 18 titik longsor. Jika hujan, warga tak bisa kemanapun. Hanya sedikit bantuan yang datang ke sana. Karenanya, warga khususnya anak-anak begitu senang saat SIGAB membagikan bingkisan tersebut.

“Selaian tas, PPPA Daarul Qur'an juga memberikan alat tulis serta Iqra dan Al-Qur’an untuk mereka agar semakin semangat menghafal ayat-ayat suci-Nya,” ujar Koordinator SIGAB, Didi Kurniawan.

Pasca bencana mengguncang Sadaunta, warganya yang mayoritas muslim semakin giat beribadah. Geliat dakwah Qur’an pun semakin menggema setelah PPPA Daarul Qur’an hadir dan memutuskan membangun masjid serta rumah Qur’an di sana.

Alhamdulillah, sekarang semakin banyak anak-anak yang belajar serta menghafal Qur'an setiap bakda Magrib di bawah asuhan Ustad Sudirman. Semoga mereka dalam mempelajari dan menghafal kalam-kalam-Nya, Aamiin,” harap Didi.

Atas dukungan dari donatur, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dapat terlaksana di berbagai daerah dan masih terus berlangsung. Keterlibatan masyarakat dalam program ini menjadi bagian penting perjalanan mereka para penghafal Al-Qur’an dengan latar belakang yatim dhuafa untuk meraih cita-cita.

Selain di Sulawesi Tengah, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa juga didistribusikan ke sejumlah rumah-rumah tahfizh dan pesantren untuk dibagikan kepada santri yatim dhuafa. Mudah-mudahan kepedulian kita dapat mengantar generasi muda hafizh Qur'an menjadi calon-calon pemimpin masa depan. Aamiin.

 

Update 2, Senyum Sumringah Santri Yatim Dhuafa


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim di Cariu

Ayam jago pun masih terlelap saat PPPA Daarul Qur'an bertolak ke sebuah daerah di pelosok Bogor, yaitu Cariu, Sabtu (1/12). Membawa amanah dari para penderma yang menginginkan kemajuan bangsa melalui anak-anak penghafal Qur'an.

Setibanya di lokasi, tim langsung disuguhi dengan merdunya suara para santri dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Al Jannah yang bersahut-sahutan melafalkan surat Al-Waqiah. Kedatangan PPPA Daarul Qur’an sengaja guna berbagi kebahagian Bingkisan untuk Yatim Dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Sebanyak 160 tas dan alat tulis telah diberikan kepada seluruh santri yatim dhuafa mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Mengah Kejuruan (SMK). Selain menghafal Al-Qur'an, para santri mempunyai kewajiban sekolah. Karena itu, bingkisan ini sangat berarti sekali untuk mereka.

Penyerahan bantuan diberikan kepada Pimpinan Pesantren Ustad Mahfuzhah Abadi Siregar, yang selanjutnya diserahkan kepada para santri. Mereka menunggu giliran dengan antusias dan tak jarang diselingi senda gurau.

Wajah gembira dan senyum sumringah tergambar jelas dari santri. Tas ransel merah itu langsung bergelayut di pundak para santri, lengkap dengan bingkisan alat tulis yang mereka genggam. "Kami, sangat senang dengan bantuan tas dan alat tulis ini," kata salah seorang santri, Saleh Rasyidi Siregar.

Tak hanya santri, para pengajar hingga pimpinan pun merasa bahagia. “Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan bantuan dari donatur yang disalurkan PPPA Daarul Qur'an. Mungkin, para santri hanya merasakan hal seperti ini satu tahun sekali, kami sangat senang dan bersyukur," tutur Ustad Mahfuzh.

Lelaki asal Medan itu mengucapkan terima kasih kepada Daarul Qur'an dan donatur yang telah menyempatkan diri berkunjung ke pesantrennya. “Semoga bingkisan ini bermanfaat bagi santri dan menambah motivasi mereka untuk menghafal Alqur'an,” harap Ustad Mahfuzh.

 

Update 1, Melukis Senyum Anak Yatim Dhuafa


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Bandung melakukan pembagian bingkisan Anak Yatim

Riuh lantunan Surat Al Waqiah bergemuruh berdesir menyapa pagi. Rumput-rumput dan pepohonan seolah ikut berdzikir mendengar anak-anak yatim dhuafa penghafal Qur’an bertasbih di Cantigi Camp, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (30/9).

Rasulullah SAW begitu memuliakan anak yatim. “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. (Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya)”. HR Sahl bin Sa’ad r.a.

Sebagai salah satu bentuk meneladani akhlak Rasulullah dalam pemuliaan anak yatim di bulan Muharram, PPPA Daarul Qur’an Bandung menggelar Daqu Adventure. Cantigi Camp sengaja dipilih agar anak-anak dapat belajar sekaligus refreshing menikmati keindahan alam Bandung.

Sebanyak 50 anak penerima manfaat mengikuti kegiatan ini, mereka adalah anak-anak yatim dhuafa penghafal Qur'an yang tesebar di beberapa rumah tahfizh daerah Bandung. Kegiatan tersebut dirancang menyenangkan, melalui Mobile Qur’an (MoQu) anak-anak mendapat training spiritual.

Sinar bahagia terpancar dari wajah bocah-bocah polos, anak-anak yang menggemaskan, mereka adalah anak hebat sebab tetap ceria dan selalu bahagia meskipun orangtua mereka lebih dulu dipanggil Allah. Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Kak Cengko, dilanjutkan dengan motivasi menghafal Qur'an.

Anak anak pun diajak bercerita bersama Kak Haqu (boneka Hafizh Qur'an yang menemani Kak Cengko). Pagi itu, tawa anak-anak memecahkan gendang telinga, sangat antusias. Keceriaan terpantul dalam binar mata mereka. Mereka sangat bahagia saat berpetualang dan mencoba permainan outbound.

“Aku senang sekali hari ini, karena bisa main flying fox di sini untuk pertama kalinya” ujar Mandiri salah satu anak yatim.

Setelah selasai keliling wahana outbound, istirahat anak-anak diselingi dengan pembekalan edukasi oleh Eron Azhari, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Bandung. Ia menyampaikan tentang indahnya mensyukuri nikmat Allah. Kegiatan diakhiri dengan “liwetan bersama”.

“Semoga berkahnya mengalir kepada jemaah dan donatur PPPA Daarul Qur’an yang telah berbagi kebahagiaan untuk anak yatim dan dhuafa penghafal Alqur’an. Aamiin,” harap Eron.

50.000

desti wulandari
24 May 19

bismillahirrahmanirrahiim. astaghfirullahaladziim 3x, allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad. ya hayyu ya qoyyum birahmatika astaghist. hasbunallahu wa nikmal wakil, nikmal maula wannikmannasir. ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN. Laa haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil adziim. robbana aatina minladunka rahmah wahayyiklana min amrina rosyada. Robbana atmimlana nuurona waghfirlana innaka 'ala kulli syaiin qodiir. robbana aatina fiddunya hasanah wafil aghiroti hasanah waqina azabannar.. aamiin


100.000

Salman Alfarisi, SSTP. bin Hi.Rubaman
23 May 19

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ "Allahumma thawal’umurana washah ajsadana wanawir qulubana watsabit imanana wa ahsan u’malana wawasi’ arzaqana wa ilalkhoiri qarabna wa’anisy syahri ab’idna waqdhi khawaijana fid daini wad dunnya wal akhirat innaka ‘ala kuli syai’in qadir.” للَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ "Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal buhkl, wa a’udzubika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijaal."


50.000

Hamba allah
23 May 19

Mohon dilapangkan rezeki, kesehatan, anak anak yg sllu taat dan patuh kepada orang tua, rukun damai rumah tangga dunia akhirat... Amiinn....


300.000

Iman
22 May 19

Semoga Allah menjadikan kita hambaNya yang selalu mencintai Allah dan selalu dicintai Allah, serta semoga kita dan generasi penerus kita diijinkan untuk menjaga Al Quran dalam ingatan, hati, dan amal perbuatan..aamiin


1.000.000

Hamba Allah
20 May 19

Semoga Anak-anak hamba sebagai penghafal Al Qur'an


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE