Bantu korban Tsunami Selat Sunda, Banten & Lampung

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Tsunami menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda tepatnya di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12).

OPEN GOAL
Rp. 127.914.144
765
SHARE

 


Sumber : Tim SIGAB mendapati puing-puing bangunan yang berserakan tersapu ombak

Tsunami menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda tepatnya di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12). Fenomena alam itu terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Update sementara pada Kamis(27/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka dan 159 orang hilang. Sementara itu, kerugian fisik meliputi 558 rumah, sembilan hotel dan 10 kapal rusak berat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo mengatakan, Pandeglang adalah daerah paling parah akibat diterjang tsunami. Saat ini timnya masih terus mendata jumlah pengungsi di masing-masing daerah terdampak bencana.

“Kemungkinan data korban dan kerusakan akan terus bertambah. Penanganan darurat masih terus dilakukan,” ujar Sutopo melalui akun instagram pribadinya @sutopopurwo.


Sumber : Tim SIGAB mendapati puing-puing bangunan yang berserakan tersapu ombak.

PPPA Daarul Qur’an pun menerjunkan tim Siaga Bencana (SIGAB) untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Banten itu. Tim awal akan memberikan pelayanan medis, membantu evakuasi karena masih banyak korban belum ditemukan, mendirikan posko darurat, menyediakan logistik dan dapur umum serta trauma healing.

“Mari kita doakan agar warga Banten yang tertimpa musibah ini diberi kesabaran dan ketabahan. Mohon doa pula untuk tim SIGAB yang berangkat supaya diberi kelancaran dalam melakukan aksi,” ujar Tarmizi As Shidiq, Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur'an saat mengarahkan tim SIGAB.

Tarmizi menuturkan, masyarakat bisa menyampaikan kepeduliaanya melalui PPPA Daarul Qur'an. "Saat ini dukungan kita sangat dibutuhkan bagi masyarakat di Pandeglang, Banten, Lampung dan sekitarnya apapun bentuknya. Kesedihan dan trauma berat atas kehilangan keluarga, teman dan saudara sebab Tsunami datang secara tiba-tiba,

Bantu hapus duka selat sunda bersama PPPA Sekarang

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.
6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.

(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

UPDATE 6, Peralatan Sekolah Untuk Anak-Anak

PPPA Daarul Qur’an bekerja sama dengan Paytren mendistribusikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan. Desa Kunjir ini termasuk lokasi terdampak tsunami paling parah di Lampung Selatan.

Hal ini dipilih karena perlengkapan sekolah anak-anak ikut terbawa arus tsunami yang menyapu desa mereka. “Karena itu kami memutuskan untuk memberikan kebutuhan mendesak anak-anak, yaitu berupa peralatan sekolah,” ujar Koordinator Siaga Bencana (SIGAB) untuk Lampung, Didi Kurniawan pada Jumat (28/12/2018).

Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak Desa Kunjir dan menambah semangat mereka untuk kembali bersekolah. Aamiin. []

 

UPDATE 5, Muslimah Daqu Peduli Kemanusiaan


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat bantuan makanan untuk pengungsi

Tsunami yang menghantam Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, memporak-porandakan wilayah pesisir Pantai Anyer, Pandeglang hingga Lampung Selatan. Duka mendalam mengetuk kembali rasa kemanusiaan.

Muslimah Daarul Qur’an (Daqu) bergerak cepat mengumpulkan berbagai donasi untuk disalurkan kepada korban tsunami Selat Sunda. "Kami ingin meringankan kebutuhan mendesak para pengungsi," ujar Maemunah Mansur, Ketua Muslimah Daqu.

Maemunah mengatakan, ia membagi anggotanya menjadi dua kelompok. Tim pertama menyediakan logistik, tim kedua mendistribusikan langsung ke lokasi bencana. Adapun logistik yang disiapkan berupa satu ton beras lengkap dengan sembako dan kebutuhan mendesak lainnya untuk wanita dan anak-anak. Logistik dibeli langsung oleh Maemunah bersama tim.

Tim distribusi berangkat ke lokasi selepas Subuh pada Rabu (26/12) menuju Kecamatan Sumur Pandeglang, Banten. Wilayah ini salah satu terdampak paling parah dengan jumlah pengungsi paling banyak. Logistik diberikan kepada 350 Kepala Keluarga (KK) pengungsi yang ada di RT 1,2,3 dan 4 Kampung Kopi, Desa Kertajaya.

Selain itu, Tim Muslimah Daqu juga memasak kebutuhan makan malam pengungsi di dapur umum posko yang didirikan tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an diirikan sejak hari pertama bencana. Dapur umum ini mensuplai 150 paket makan malam pengungsi.

"Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan mengalirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat yang telah berdonasi," harap Maemunah yang merupakan istri KH Yusuf Mansur itu.

UPDATE 4, SIGAB Bersama Muslimah Daqu Salurkan Bantuan Logistik


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat membeli bahan pangan untuk di pengungsian

Tsunami Selat Sunda telah berlalu sejak Sabtu (22/12). Bencana yang menyapu bersih suluruh pemukiman warga di pesisir Banten hingga wilayah Lampung itu membuat ratusan warga terpaksa harus merelakan rumah mereka yang luluh lantah bersama gelombang  setinggi tiga meter tersebut.

Warga yang masih berada dalam zona bahaya kini harus mengungsi ke tempat-tempat lebih tinggi. Salah satunya adalah Kampung Kopi, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di tempat ini tim SIAGA Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an mendirikan posko.

Rabu (26/12), PPPA Daarul Qur’an bersama Muslimah Daqu menyalurkan bantuan logistik untuk korban tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini sebagai bentuk aksi lanjutan tim SIGAB yang sejak hari pertama hingga sekarang masih aktif membantu para korban.

Penyerahan bantuan dipimpin Ustadzah Henita Sary didampingi langsung sang suami yang juga Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Ustad Anwar Sani dan sejumlah anggota dari Muslimah Daqu. Antusias warga tempak ketika mereka berbondong-bondong menuju posko Muslimah Daqu untuk menerima bantuan  logistik dan layanan medis.

“Hari ini saya beserta kawan-kawan PPPA Daarul Qur’an dan Muslimah Daqu berangkat ke Pandeglang membawa bantuan dan amanah dari donatur,” ujar Ustad Sani sapaan akrabnya saat melaporkan kegiatan penyaluran.

Di tengah kerumunan antrian warga, satu per satu dari mereka dipanggil untuk menerima paket bantuan logistik. Senyum lega menghiasi raut wajah para korban ketika menerima bingkisan logistik sebagai bahan bertahan hidup beberapa hari kedepan.

Selain itu, posko layanan ksehatan tsunami Banten yang didirikan tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an juga masih terlihat aktif dikunjungi warga. “Terima kasih untuk para donatur yang turut membantu konban tsunami Selat Sunda. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin,” tutur Anwar Sani.

 

UPDATE 3, Trauma Healing Tsunami Banten Bersama Mobile Qur'an


Sumber : Dokumentasi Mobile Quran PPPA Daarul Qur'an saat menghibur anak-anak di pengungsian

Masih membekas di ingatan saat air tsunami menggulung rumah-rumah warga pesisir Banten. Kala itu, hanya pekikan takbir dan gemuruh gelombang yang terdengar oleh telinga. Tidak terelakkan lagi, tragedi tersebut menyisakan luka membekas di hati para warga. Perasaan cemas dan takut terus saja menyelimuti. Siap siaga jika sewaktu-waktu air kembali pasang.

Untuk meredakan kepanikan korban, Mobile Qur’an (MoQu) PPPA Daarul Qur’an menggelar aksi trauma healing untuk korban tsunami di Banten, Rabu (26/12). Kegiatan dilaksanakan di SDN Kertajaya 2, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. "Acara dongeng ceria bersama 30 anak. Sedangkan di Posko SDN Kertajaya 2 tercatat ada 29 KK," ucap Shalip, Trainer MoQu.

Sejak kemarin, hujan turun sepanjang hari. Hal tersebut membuat anak-anak hanya dapat mengurung diri dan bermain di dalam kelas. Berlarian hingga kejar-kejaran, sebagai pengganti rasa takut yang masih saja menghantui.

"MoQu memotivasi anak-anak pengungsi dengan cerita menarik dan menghibur. Namun tetap tersirat makna untuk tetap bersyukur kepada Allah walaupun dalam segala kondisi," kata Kak Aliph, begitu panggilan akrabnya.

Ia menambahkan, anak-anak sangat bergembira mendengarkan cerita dari MoQu. Dongen inspiratif tersebut seakan mampu untuk menyulap tangis mereka menjadi tawa yang segar. "Mereka sangat senang. Bisa tersenyum dan tertawa lepas. Asyik mendengarkan cerita. Harapannya dengan itu bisa sedikit mengurangi trauma mereka yang beberapa hari ini mengungsi," ujarnya.

Tak hanya berbagi keceriaan lewat dongeng, MoQu pun membagikan susu dan snack. Antusias anak-anak sejak awal hingga acara usai mengisyaratkan bahwa mereka masih tegar menghadapi hidup meski sebagian harta bahkan anggota keluarga telah Allah ambil. “Terima kasih kepada donatur yang telah menyalurkan bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda melalui PPPA Daarul Qur’an,” tutur Shalip.

 

UPDATE 2, Layanan Kesehatan untuk Korban Tsunami Selat Sunda


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat Dr Harry Achsan melakukan pengobatan

Tim Medis PPPA Daarul Qur’an telah sampai di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (24/12) malam. Meskipun harus menembus medan cukup sulit lantaran banyak sisa puing-puing bangunan sepanjang jalan, tim tetap berupaya sampai ke desa yang menjadi lokasi terparah pasca diterjang tsunami Selat Sunda itu.

Selasa (25/12) pagi, tim medis yang diketuai Dr Harry Achsan didampingi apotker dan tenaga logistik yang berangkat dari Makassar itu langsung bergerilya memberikan layanan kesehatan ke posko-posko pengungsian dan rumah-rumah warga yang menjadi tempat bernaung para korban di Kecamatan Sumur. Dr Harry pun menjelaskan sejumlah penyakit yang diderita warga pasca tsunami.

"Rata-rata pasien mengalami penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ispa), diare dan dermatitis (kulit). Lokasi desa setelah tsunami yang menyisakan banyak lumpur dan sanitasi yang kurang baik membuat warga mudah terserang penyakit," ujarnya.

Harry mengatakan, tim medis terus mencoba menyusur lokasi-lokasi pengungsi di bukit-bukit yang sulit diakses. Sebab para korban menyebar untuk mengungsi ke rumah-rumah saudaranya, atau di gubuk-gubuk perbukitan. Mereka masih trauma untuk kembali ke tempat mereka tinggal apa lagi kebanyakan dari para korban rumahnya telah hancur.

“Kami akan terus bergerilya ke tempat-tempat yang para korbannya belum tersentuh bantuan dan belum mendapatkan layanan medis. Bagi masayakat yang ingin membantu bisa langsung berdonasi melalui sedekahonline.com atau rekening kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an,” tutur Harry.

 

UPDATE 1, SIGAB Membuka Layanan Kemanusiaan


Sumber : Tim SIGAB mendapati puing-puing bangunan yang berserakan tersapu ombak.

Korban tsunami Selat Sunda terus bertambah. Fenomena alam yang menerjang Lampung Selatan, Serang dan Pandeglang pada (22/12) malam itu mengakibatkan 222 orang meninggal dunia 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang.

Data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada (23/12) pukul 16.00 WIB mencatat terdapat 556 unit rumah rusak, sembulan hotel rusak berat, serta 350 kapal dan perahu rusak.

Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an telah berangkat ke sejumlah titik lokasi terdampak bencana di Pandeglang, Banten sejak Minggu (23/12). Sejumlah daerah seperti Labuan dan Kecamatan Sumur mengalami kerusakan yang cukup parah.

Di Kecamatan Sumur misalnya, SIGAB mendapati puing-puing bangunan yang berserakan tersapu ombak, begitu pula dengan genangan air dan lumpur yang masih tampak pasca tsunami menerjang. Rumah-rumah warga, kapal, perahu dan warung-warung di sekitar lokasi bencana pun banyak sekali yang hancur.


Sumber : Tim SIGAB mendapati puing-puing bangunan yang berserakan tersapu ombak.

“Setelah menyusuri lokasi-lokasi terdampak dan titik pengungsian, kami telah mencatat kebutuhan para koban. Bantuan logistik dan pokok yang paling mendesak akan segera kami distribusikan,” ujar Nayo yang merupakan Koordinator Lapangan SIGAB Tsunami Banten.

 

Sementara itu, tim medis PPPA Daarul Qur’an telah berangkat dari Makassar menuju Pandeglang sejak Senin (24/12) dini hari. Nayo menuturkan, SIGAB akan terus bergerilya ke posko-posko pengungsian untuk mendistribusikan bantuan logistik dan membuka posko bantuan untuk memberikan layanan kesehatan dan dapur umum.

Sumber : Tim medis PPPA Daarul Qur’an berangkat dari Makassar menuju Pandeglang

“Sementara kami akan membuka posko di Desa Citangkil, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegalng. Mohon doa untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana agar senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran, sebab masih banyak korban-korban jiwa yang belum ditemukan” tutur Nayo.

250.000

Hamba Alloh
18 January 19

Selamat dunia akherat


150.000

Hamba Allah
17 January 19

Mudah2an Insya Alloh semua saudara2 umat Islam para korban stunami diberikan kesehatan,kesabaran,ketaqwaan,& rezeki yg cukup oleh Alloh SWT


50.000

Hamba Allah
15 January 19


100.000

Hamba Allah
14 January 19

Pasca bencana..semoga semua segera pulih kembali dan Alloh nelindungi mereka semua.Aamiin


1.000.000

Muhammad Danan dan Novita Sari
14 January 19

Doakan agar istri saya dan ibu kandung saya bisa kembali akur. Doakan agar anak saya yg sekarang masih di dalam kandungan beserta ibunya sehat selalu. Aamiin


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE