Bantu Korban Gempa Sulawesi Tengah

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Data BNPB Senin (15/10) : Jumlah Pengungsi di Palu 78.994 Orang, sebanyak 10.679 orang luka luka dan telah ditemukan sebanyak 2.091 Jiwa korban tewas

OPEN GOAL
Rp. 384.375.198
1315
SHARE

 

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kekuatan lindu terjadi sore ini, Jumat (28/9/2018), pukul 17.02 WIB.

Gempa juga dirasakan di Kota Palu dan Parigi Moutong. Guncangan lindu yang besar bahkan membuat bencana tsunami menimpa Kota Palu. Ketinggian gelombang air di Pantai Palu berkisar antara 1,5 hingga 3 meter dan menerjang bangunan di pesisir pantai hingga masjid dan salah satu pusat perbelanjaan di kota Palu.

BMKG menyebut bahwa secara total ada 58 gempa susulan di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Itu terdiri dari 31 gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 7,4 yang terjadi pukul 17.02 WIB, dan 27 gempa susulan setelah gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

"Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,"  ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (Berita : CNN Indonesia).

Tim Siaga Bencana PPPA Daarul Qur’an telah berangkat menuju Sulawesi Tengah untuk memberikan penanganan emergency untuk para korban gempa. Tim mengirim 16 orang untuk melakukan pertolongan evakuasi dan medis.

“Program ini sebagai pendahulu untuk membuka jalan, membangun sinergi, membangun komunikasi dan data serta melalukan pertolongan darurat,” ujar Jahidin, General Manager Program Pendayagunaan PPPA Daarul Qur’an.

Ia mengatakan setelah melakukan pelayanan medis, tim memberikan bantuan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan data lapangan.

“Seluruh masyarakat, jemaah dan donatur PPPA Daarul Qur’an bisa terlibat membantu korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah melalui sedekahonline.com. Mohon doa untuk masyarakat Sulteng dan tim yang bertugas,” ucap Jahidin.

Mari Bantu Korban Gempa Sulawesi Sekarang :
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 9, SIGAB Kembali Salurkan Logistik


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Makassar membagikan bantuan kepada korban Gempa dan Tsunami

Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an kembali mendistribusikan bantuan logistik untuk korban gempa bumi dan tsunami yang berada di Palu, Sigi, Donggala (Sulawesi Tengah). Sampai 13 Oktober kemarin, sudah tujuh titik desa dengan 300 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat.

Desa Omu, salah satu wilayah yang juga mengalami kerusakan parah, semua rumah rata dengan tanah. Bantuan pun sangat jarang masuk ke desa ini lantaran lokasinya yang jauh dari kota. Alhamdulillah, PPPA Daarul Qur’an bisa menyalurkan bantuan kepada warga di daerah tersebut.

“Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan berguna untuk para korban. Logistiknya cukup lengkap seperti makanan siap saji, air mineral dan beras. Adapula terpal, tikar dan selimut semoga bermanfaat,” ujar Ilyas Abdullah, Ketua Komando SIGAB PPPA Daarul Qur’an untuk Palu.

Ida salah satu warga Desa Omu mengatakan, desanya sempat terisolir karena gempa bumi dan tsunami membuat akses jalan terputus akibat longsor. Ia sangat bersyukur ada bantuan yang datang lantaran sebelumnya hanya sedikit bantuan datang ke kampungnya.

Alhamdulillah, sebelumnya kami tidak punya terpal. Kehujanan, kedinginan kami rasakan selama hampir seminggu. Saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan untuk Desa Omu,” tuturnya.

SIGAB akan terus melakukan pendampingan kepada masyarakat Palu, Sigi, Donggala karena masih banyak korban yang membutuhkan bantuan logistik dan layanan kesehatan. Klik sedekahonline.com untuk terus meringankan beban mereka.

 

Update 8, Orangtua Annisa Hilang Pasca Likuifasi di Petobo


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Makassar bersama Annisa (8) salah satu korban Gempa dan Tsunami

Annisa (8), gadis mungil yang masih duduk di Kelas III Sekolah Dasar (SD) harus merelakan kedua orangtuanya. Sampai saat ini mereka belum ditemukan pasca likuifasi di Desa Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Tak ada kabar lagi tentang sang ayah dan ibu setelah lumpur menelan rumah mereka.

Kini Annisa dan adiknya yang masih berusia lima tahun tinggal bersama sang bibi Nurlatifah. Annisa anak yang polos, ia masih bisa tersenyum meski kini tak dapat lagi melihat wajah kedua orangtuanya. Annisa hanya menunggu keajaiban untuk bisa bertemu kembali sang ayah dan ibu.

Annisa adalah salah satu dari anak-anak Sulawesi Tengah yang kehilangan orangtua mereka pasca gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala. Alhamdulillah, tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an berkesempatan menghibur mereka melalui layanan trauma healing pada Kamis (11/10).

Keceriaan tampak dari Annisa dan kawan-kawannya saat Dena Fadilla yang merupakan pimpinan PPPA Daarul Qur’an Makassar menyampaikan dongeng-dongeng Islami untuk memotivasi bocah-bocah lugu itu. “Alhamdulillah Annisa dan kawan-kawannya bisa tertawa lepas setelah kami berikan layanan trauma healing,” ujarnya.

Dena mengatakan, selain melakukan aksi trauma healing, tim SIGAB juga membagikan hadiah berupa Alqur’an, Iqra dan makanan ringan untuk anak-anak korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, Donggala. “Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi memberikan bantuan untuk mereka, semoha Allah selalu memberikan keberkahan,” harapnya.

 

Update 7, Bangun Shelter untuk Palu dan Donggala


Sumber : Desain Shleter PPPA Daarul Qur'an yang akan di bangun di Sulawesi Tengah

Sepekan sudah Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an bersiaga pada masa evakuasi korban gempa bumi dan tsunami di Desa Petobo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tercatat sudah lebih dari 1.900an korban tewas, 720 rumah ditelan lumpur likuifikasi, dan ribuan warga mengungsi dengan kondisi minim fasilitas. Sejak tiba di Desa Petobo, 16 tim relawan kemanusiaan dan medis mendirikan posko medis, dapur umum, dan trauma healing.

Lokasi pengungsian nan minim fasilitas memang tidak akan lekas memenuhi kebutuhan hidup para pengungsi. Ratusan gelantungan selang infus dan pelukan selimut di atas matras tidur ketika malam perlahan tapi pasti membuat sakit. Para korban harus segera bangkit dari trauma gempa dan ratusan kerabat yang diangkat dari tumpukan lumpur juga puing-puing. Kisah bangkitnya para korban tidak akan hadir di antara tenda pengungsian.

Karenanya, PPPA Daarul Qur’an berencana mendirikan Shelter Tahfizh yang akan dihuni sekitar 500 sampai 1000 Kepala Keluarga (KK) selama masa recovery. Shelter Tahfizh adalah langkah awal bangkitnya Sulawesi Tengah bersama Qur’an. Di atas kebutuhan 5.000 meter persegi lahan Shelter Tahfizh Daarul Qur’an, bangkitnya warga Petobo direncanakan hingga menjadi Kampung Qur’an.

Selain jadi tempat tinggal para korban gempa bumi dan tsunami, shelter tahfizh juga akan menjadi tempat ibadah dengan didirikannya masjid/mushola daurat dan pusat pembelajaran tahfizh. PPPA Daarul Qur’an akan terus mendampingi warga mulai dari pergerakan dakwah, program tahfizh, pendirian sekolah darurat sampai pengelolan dapur umum di dalam shelter.

 

Update 6, Layanan Medis 24 Jam untuk Palu


Sumber : Dokumentasi Aksi SIGAB PPPA Daarul Qur'an Makassar di Sulawesi Tengah

PPPA Daarul Qur’an mendirikan posko layanan medis di Kampung Natabaro, Desa Kapopo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Posko didirikan sejak tim sampai di Palu pada 29 September lalu.

Dr. Harry Achsan Chaerul salah satu tim medis PPPA Daarul Qur’an yang bertugas di posko kesehatan mengatakan, setelah bergerilya menyambangi para korban yang mengalami luka dan memar akibat tertimpa reruntuhan bantuan, kini tim membuka posko layanan medis. “Layanan medis kami buka 24 jam,” ujar Harry.

Harry menuturkan, tim medis juga sempat melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil yang mengalami trauma pascagempa dan tsunami. “Sudah memasuki masa persalinan tapi belum ada pembukaan. Sudah kami tangani dan mendapat pengobatan. Alhamdulillah, kondisinya berangsur pulih setelah dapat asupan nutrisi, hanya terdapat beberapa memar akibat benturan,” katanya.

Sampai saat ini tim medis PPPA Daarul Qur’an masih terus melayani pasien yang datang ke posko. Hal itu lantaran lokasi pengungsian para korban jauh dari puskesmas ataupun rumah sakit. Tim medis tutur Harry, akan terus berupaya membantu masayarakat Palu, Sigi dan Donggala yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Setiap hari kami layani antara 100-200 pasien jadi dalam sepekan sudah sekitaran 1200an. Rata-rata anak-anak mengalami diare. Selain itu banyak pasien yang terkena infeksi dan gatal-gatal kulit, ini karena air bersih masih sulit di pengungsian. Silahkan datang ke posko kami untuk mendapat layanan kesehatan,” ucap Harry.

 

Update 5, Enam Ton Bantuan Kemanusiaan Berangkat ke Palu

Sudah satu minggu gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah berlalu. Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur'an sampai saat ini masih berada di tengah-tengah pengungsian untuk membantu keperluan para korban.

Berdasarkan hasil assessment tim di lapangan yang lebih awal di Palu, PPPA Daarul Qur’an langsung memberangkatkan kembali bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala. Bantuan dikirim dari Makassar (Sulawesi Selatan) pada Sabtu (7/10) pukul 23.30 WITA.

Ini adalah penyaluran bantuan kedua setelah masa emergency. Sebelumnya PPPA Daarul Qur’an juga telah mengirim logistik dan obat-obatan untuk para korban pada Sabtu, 29 September lalu. Kali ini bantuan yang dikirim lebih lengkap.

Bantuan kemanusiaan yang berjumlah kurang lebih enam ton didistribusikan kembali lewat jalur darat menggunakan truk yang dipimpin oleh Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Makassar, Dena Fadillah. “Penyaluran logistik insya Allah akan kami suplai secara bertahap,” ucap Dena.

PPPA Daarul Qur’an tutur Dena akan terus mendampingi masyarakat Palu, Sigi dan Donggala untuk bangkit kembali. Ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, jemaah dan donatur yang telah memberikan bantuan. Semoga Allah SWT memberkahi dan meridhoi kita semua, Aamiin.

“Mari kita sisihkan sebagian harta kita untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu-Sigi-Donggala. Donasi Anda masih ditunggu melalui sedekahonline.com atau rekening kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an,” ujar Dena.

 

Update 4, Rumah Tahfizh Se-Jatim Galang Dana untuk Palu

Puluhan Rumah Tahfizh se-Jawa Timur (Jatim) ikut serta memberikan bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bukan hanya para guru, ratusan santri juga ikut menggalang dana dan memberikan sedekah terbaiknya.

"Kami mengajak para santri mendoakan dan juga bersedekah, untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah,” ucap Manager Area PPPA Daarul Qur’an Area Jatim. M Zuzali.

Ia bersyukur gerakan tersebut langsung di respon sangat baik oleh para pengurus rumah tahfizh serta wali santri. Sampai saat ini sudah ada lebih dari 10 rumah tahfizh yang melaksanakan doa bersama dan penghimpunan sedekah.

Adapun rumah tahfizh tersebut yakni Rumah Tahfizh Al Barokah Malang, Rumah Tahfizh Al Huda Blitar, Rumah Tahfizh Sirojul Hasan Probolinggo, Rumah Tahfizh Panglima Daqu Probolinggo, Rumah Tahfizh Al Muhajir Probolinggo dan masih banyak lagi rumah tahfizh di sejumlah daerah.

“Semoga sedekah yang terkumpul bisa membantu meringankan saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi kita semua, Aamiin,” harp Zuzali.

 

Update 3, SIGAB Kirim Bantuan Logistik dari Makassar


Sumber : Dokumentasi Aksi SIGAB PPPA Daarul Qur'an Makassar di Sulawesi Tengah

Laporan terkini dari Ketua Komando Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an Ilyas Abdullah bahwa stok logistik di Palu tidak mencukupi. Dampak dari penjarahan mini market menyebabkan tim kesulitan mencari bahan makanan. Begitu pula dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang langka membatasi ruang gerak relawan beroperasi.

Tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an mengirim bantuan logistik dari Makassar (Sulawesi Selatan) untuk para korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah khususnya di Petobo salah satu daerah paling parah terdampak bencana yang ada di perbatasan Palu dan Sigi. Bantuan dikirim dari Makassar karena kondisi di Palu sendiri belum kondusif.

”Logistik akan dibawa dari Makassar tentu dengan pengawalan khusus karena jika keamanan tidak kondusif logistik tidak akan sampai di lokasi. BBM, sembako, terpal, tenda, pakaian, susu, biskuit bayi, obat-obatan jadi kebutuhan mendesak,” ujar Ilyas.

Kendati demikian tutur Ilyas, tim akan terus berupaya memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban. Saat ini tim SIGAB masih terus membantu proses evakuasi dan penanganan medis darurat. Hal itu lantaran jumlah korban di Petobo masih sangat mungkin terus bertambah, karena salah satu desa di wilayah tersebut tenggelam ditelan bumi.

“Ribuan jiwa masyarakat setempat masih terkubur di dalamnya dan belum mendapat penangan evakuasi. Ini sungguh-sungguh situasi darurat dengan banyak jiwa jadi korban. Kami terus berupaya selamatkan korban dan kota,” ucap Ilyas.

 

Update 2, SIGAB Bantu Warga Selamatkan Korban Gempa Terendam Lumpur


Sumber : Dokumentasi Aksi SIGAB PPPA Daarul Qur'an Makassar di Sulawesi Tengah

Tim Siaga Bencana PPPA Daarul Qur’an membantu warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah melakukan evakuasi korban gempa yang masih berada di dalam reruntuhan bangunan dan terendam lumpur. Tim berhasil menembus daerah ini sejak Senin (1/10).

SIGAB yang terdiri dari relawan evakuasi dan medis langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Aksi medis dilakukan secara bergerilya ke kantong-kantong pengungsi di wilayah Kampung Natabaro dan Desa Kapopo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Ketua Komando SIGAB PPPA Daarul Qur’an untuk Palu, Ilyas Abdullah bersyukur timnya bersama warga masih bisa menemukan Rohani (54) dan Ruli (45) yang terendam lumpur bersama rumahnya selama tiga hari tiga malam.

“Alhamdulillah, mereka masih bisa diselamatkan,” ujar Ilyas.

Ia menuturkan, kondisi di lapangan masih memprihatinkan dengan keterbatasan air bersih, makanan dan bahan bakar. Selama fase emergency kata Ilyas, tim SIGAB bersama warga terus menyusuri daerah-daerah yang belum mendapatkan bantuan dan pertolongan medis.

“Bagi masyarakat seluruh Indonesia yang ingin terlibat membantu para korban langsung berdonasi di sedekahonline.com atau Rekening kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an,” ucapnya.

#KamiBersamaLombokDanSulteng #PrayForSulteng

 

Update 1, Gempa Bumi Menelan Petobo, Kab. Sigi, Sulteng


Sumber : Dokumentasi Aksi SIGAB PPPA Daarul Qur'an Makassar di Sulawesi Tengah

Senin (1/10), pukul 02.00 WITA Tim SIGAB (Siaga Bencana) PPPA Daarul Qur’an tiba di Donggala, Sulawesi Tengah. Langkah ini menjadi program pendahulu untuk membuka jalan, membangun sinergi, komunikasi, mapping, serta melakukan pertolongan darurat. Tim SIGAB pendahulu ini akan segera menyusun data kebutuhan lapangan untuk segerah menerjunkan Tim Lapis Dua.

Tiga mobil membawa 16 relawan Tim SIGAB telah sampai dititik pusat lokasi bencana. Pelaksanaan penanganan emergency korban dilakukan. Adapun penanganan medis dilakukan oleh tim emergency medis yang terdiri dari 5 relawan medis meliputi dokter dan tenaga medis PPPA Daarul Qur’an cabang Makassar. Selanjutnya penanganan evakuasi dilakukan oleh 6 relawan kemanusiaan.

Gelapnya malam akibat terputusnya arus listrik di tengah reruntuhan bangunan menjadi saksi dahsyatnya gempa 7,7 SR yang disusul dengan tsunami pada Jumat (28/9) lalu. Puing-puing bangunan roboh berserakan bersamaan dengan perkakas rumah di sepanjang area lintasan menuju lokasi pusat bencana. Sesekali terlihat cahaya api kecil penerangan akses utama jalan menuju lokasi.


Sumber : Dokumentasi Aksi SIGAB PPPA Daarul Qur'an Makassar di Sulawesi Tengah

Terang fajar perlahan muncul menyoroti permukiman yang telah porak-poranda. Air laut sisa tsunami masih terlihat menggenang di beberapa petak area permukiman. Reruntuhan material bangunan berupa bongkahan dinding, kayu-kayu tiang penyangga, dan serpihan bagian atap rumah semakin terlihat jelas bertumpuk-berserakan di atas tanah bekas permukiman warga. Beberapa warga dan relawan masih terlihat sibuk menyusuri material yang berserakan tersebut berharap masih terdapat jiwa yang bisa diselamatkan.

Tim SIGAB PPPA Daarul Qur’an juga turut membantu proses evakuasi korban yang baru saja ditemukan di bawah tumpukan semak belukar bercampur material bangunan. Bersama dengan tim relawan lainnya, tim SIGAB mengeluarkan mayat yang sudah mengeluarkan aroma busuk. Uluran tangan saling bahu membahu membongkar reruntuhan yang menimpanya dan segera dimasukkan ke kantong jenazah.

Ratusan wajah pucat berbalut perban di beberapa bagian tubuh turut menambah keprihatinan kondisi tenda medis. Gelantungan selang infus dan tabung oksigen tampak terhubung menambah lara. Beberapa di antara korban tergeletak di atas alas medis tanpa hospital bed. Usia tua, muda, bahkan balita bercampur menjadi satu menanti giliran penanganan medis dari tim relawan.

Sore ini, Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an memutuskan untuk menetap di wilayah Petobo, Kabupaten Sigi. Wilayah ini mengalami kerusakan total yang sangat parah. Salah satu desanya tenggelam ditelan bumi. Ribuan jiwa masyarakat setempat masih terkubur di dalamnya dan belum mendapat penangan evakuasi. Begitulah kondisi terkini Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami. Semoga Allah senantiasa melindungi mereka. Aamiin. 

#KamiBersamaLombokDanSulteng #PrayForSulteng

100.000

Maya Kurniawati
19 October 18


50.000

Hamba Allah
19 October 18

Ya Allah Hamba memohon dengan sangat lindungilah saudara kami yang terkena musibah di negeri ini kuatkanlah bathin mereka kuatkan iman dan islam mereka semoga saudara kami diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini dan yang telah tiada semoga ada dalam rahmatMu ampuni dosa saudara kami yang telah tiada


250.000

Basyith Arief Kurniawan
18 October 18

Ya ALLAH ampunilah segala dosa saudara ku baik yg masih selamat atau pun yg telah mendahului saat terkena musibah ini.. Semoga kelak semua kembali lebih baik lagi dan bertaubat.. Dan semoga hamba sekeluarga menjadi umat yg lebih baik lagi serta ahli syurga mu ya ALLAH


200.000

Safrida Fatmawati binti Uuk Sjafrudin
18 October 18

Semoga Alloh memudahkan urusan Saudara2 kita yang sesang terkena musibah Gempa dan Tsunami, bagi yang meninggal Alloh terima amal ibadahnya dan diampunibsemua dosanya. Bagi yang masih hidup semoga Alloh ganti semua kehilangannya. Aamiin yaa Robbal 'alamiin


100.000

Hamba Allah
18 October 18

Ya Allah..semoga saudara2 kita disana yg diberi ketabahan dan kesabaran


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE