1000 Rumah Qur’an untuk Lombok

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Ribuan rumah telah hancur, anak-anak hingga lansia mengungsi di tenda seadanya. Banyak doa ribuan korban untuk tinggal di hunian yang layak

OPEN GOAL
Rp. 324.804.721
1364
SHARE

 

Lombok, tercatat guncangan besar kedua yakni 7 Skala Richter (SR) membawa dampak kerusakan lebih parah pada awal Agustus 2018 lalu. Ribuan rumah dan fasilitas umum hancur, ratusan nyawa tertimbun. Lombok tetiba menjadi gelaran tenda dan terpal terluas sepanjang sejarah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dingin malam di tenda pengungsian sekian ribu jiwa di Lombok Utara dan fasilitas medis apa adanya mendera. Ribuan rumah telah hancur, ribuan warga dari anak-anak hingga kakek nenek mengungsi di tenda seadanya. Banyak doa ribuan korban untuk tinggal di hunian yang layak. Abdul Aziz misalnya, bocah yatim berusia delapan tahun, memandangi puing rumah kebahagiaan bersama ibu dan adiknya. Narasi yang sama juga dirasakan ribuan jiwa lainnya yang selamat dari guncangan 7 SR malam itu.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an kondisi rumah di lombok

Menuju Program Kampung Qur’an, PPPA Daarul Qur’an menginisiasi bersama kita semua untuk membangun 1000 unit Rumah Qur’an untuk korban gempa Lombok. Tahap pertama 200 unit Rumah Qur’an akan dibangun di Dusun Melempu, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB. Dengan memanfaatkan kembali puing yang layak, setiap Rumah Qur’an dapat dibangun dengan biaya 17,5 juta rupiah.

Program Kampung Qur’an Lombok Timur adalah program lanjutan setelah masa emergency berakhir. Hunian darurat, masjid darurat, dan aktivitas Tahfizhul Qur’an, serta pendampingan dari PPPA Daarul Qur’an adalah pintu masuk dari skema besar program Pengembangan Masyarakat sekaligus Pemberdayaan. Melalui pembangunan 200 unit Rumah Qur’an menjadi langkah awal melahirkan para penghafal Al Qur’an pada lokasi pasca bencana.

Yuk, bangun kembali Lombok. 1000 Rumah Qur’an akan menjadi monumen spirit dan ingatan tentang kuasa Allah SWT, warga Lombok dan kita semua pada masa Recovery Bencana hingga nanti di kemudian hari lewat sedekahonline.com.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

UPDATE 12, Musala Daarul Qur’an


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat membangun Kampung Qur'an

Musala di Dusun Tenau, Desa Obel-Obel, Sambelia, Lombok Timur akhirnya berdiri. Musala yang bernama Musala Daarul Qur’an ini dibangun selama kurang lebih dua bulan oleh 25 kepala keluarga yang tinggal di sana.

Pembangunan musala di Dusun Tenau ini merupakan salah satu program pemulihan pascabencana yang digagas PPPA Daarul Qur’an. Tak hanya membangun musala, lembaga ini juga membangun 78 Rumah Qur’an di Lombok Timur dan 100 Rumah Quran di Lombok Utara, lengkap dengan program Kampung Quran sebagai pengembangan program terpadu.

Semoga Musala Daarul Qur’an menjadi oase bagi warga sekitar pascabencana yang mengguncang wilayah Dusun Tenau, Desa Obel-Obel. Kini, warga Dusun Tenau bisa kembali beribadah dengan khusyuk. Tak hanya itu, warga juga bisa senantiasa mendengarkan lantunan ayat suci al-Qur’an dari anak-anak Rumah Tahfidz yang mengaji dan menghafal al-Qur’an di bawah bimbingan Ustadz Aryo. Semoga kelak lahir generasi baru penghafal al-Qur’an dari sini. Aamiin.

 

UPDATE 11, Semangat Menyambut Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Lekong


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat membangun Kampung Qur'an

Kerangkan bangunan Rumah Tahfizh Daarul Quran sudah mulai terlihat berdiri di Dasan Lekong,Sigar Penjalin, Tanjung,  Lombok Utara.  Para warga turut andil membangun pondasi bangunan dengan bergotong royong pada Kamis (13/12) malam ini. Beberapa diantara mereka ada yang menata batu bata. Adapula beberapa warga lain yang sibuk mengaduk semen. Sebagian lainnya sibuk memecah puing-puing bangunan untuk timbunan.

Hebatnya dari ujung posko masih terdengar sesahutan suara santri yang sedang muraja’ah hafalan. Kebiasaan setoran hafalan juz 30 masih menjadi rutinitas anak-anak Lengkong bersama dengan kader tahfizh PPPA Daarul Qur’an di masjid darurat. Merekalah bibit-bibit hafizh/hafizah yang nantinya akan menghafal di setiap sudut ruangan Rumah Tahfizh ini.

Bagi warga Dasan Lengkong, kehadiran Rumah Tahfizh ini menjadi harapan dan masa depan tahfizh di Lombok Utara. Kelak dari rumah tahfizh inilah, akan dilahirkan para generasi penghafal Qur’an dari Dasan Lekong yang turut menghidupkan tahfizhul Qur’an di Lombok.

 

UPDATE 10, Rumah Qur'an Mulai Menjalar di Lombok


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an saat membangun Kampung Qur'an

Sejak 30 Juli, PPPA Daarul Qur’an bergerilya ke sejumlah daerah di Lombok. Memberikan layanan kesehatan dan mendirikan dapur umum adalah hal paling utama saat masa emergency. Dusun Melempo, tepatnya di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur menjadi lokasi pertama yang dipilih tim Siaga Becana (SIGAB) lantaran mengalami kerusakan paling parah pascagempa melanda salah satu daerah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Setelah masa emergency berakhir, ribuan warga yang menjadi korban gempa tetap harus bangkit. Program Rumah Qur’an pun terwujud dari kepedulian seluruh masyarakat Indonesia khususnya jemaah dan donatur PPPA Daarul Qur’an. Tinggal di tenda yang hanya beralas tanah dan beratap terpal membuat para korban gempa mudah terserang penyakit. Mereka juga harus merasakan dinginnya angin malam dan panasnya terik matahari. Apa lagi musim penghujan sudah mulai datang.

Program Rumah Qur’an yang berkonsep Recycle House dengan memanfaatkan bekas reruntuhan rumah yang masih layak digunakan, menstimuli warga Melempo bangkit kembali. Mimpi mereka sederhana, agar anak istri kembali tidur di rumah. Bukan di tenda beralas tanah. Bersama PPPA Daarul Qur’an, masyarakat Melempo bukan hanya para lelaki tapi juga wanita-wanita perkasa pun bergotong royong membangun rumah-rumah mereka.

Alhamdulillah atas dukungan semua pihak 75 rumah Qur’an di Dusun Melempo sudah berdiri kokoh. Saat ini warga sudah tak lagi tidur di tenda-tenda pengungsian. Semoga rumah Qur’an mempercepat bangkitnya aktivitas ekonomi dan pendidikan di Melempo,” ujar Jahidin, General Manager Pemberdayaan PPPA Daarul Qur’an usai meresmikan Rumah Qur’an Melempo Oktober lalu.

Setelah rampung di Dusun Melempo, rumah Qur’an pun mulai menjalar ke daerah lain di Lombok. PPPA Daarul Qur’an kata Jahidin, kembali membangun rumah Qur’an tepatnya di Kampung Dasan Lengkong, Sigar Penjaling, Lombok Utara. Di desa ini, sudah berbulan-bulan para korban gempa tinggal di pengungsian. Warga bersyukur program rumah Qur’an bisa terlaksana di kampung mereka. “Insyaallah, kita akan mendirikan 100 rumah dan satu masjid,” tutur Jahidin.

Program Rumah Qur’an sendiri diharapkan menjadi titik awal lahirnya para penghafal Qur’an. Di Dusun Melempo sendiri, PPPA Daarul Qur’an telah mengirim dua kader tahfizh yang siap mengabdi dan mendawamkan Qur’an. Ustad Awal dan Ustad Aryo kini tengah membimbing anak-anak Melempo menghafal Qur’an dan mendampingi warga melaksanakan ibadah berjamaah setiap harinya. Sementara Ustadzah Nyimas dan Lillah telah ditempatkan di Dasan Lengkong.

Semoga Rumah Qur’an menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan yang mengalir untuk semua yang telah terlibat dalam pembangunannya dan melahirkan semakin banyak penghafal Al-Qur’an di Lombok. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

UPDATE 9, Mereka juga pahlawan


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Quran saat bergotong royong membangun rumah di lombok pasca gempa yg mengguncang

Kerelawanan itu bicara soal, kelapangan hati untuk dilupakan zaman. Cukuplah langit yang mencatat karena tidak pernah salah apalagi tertukar.

Jika tergoda harap pada panggung dan puja puji, tak cukup hati mempersaksikan ratusan ribu jiwa korban gempa Lombok, yang hari-hari ini kepayahan menghadapi tibanya musim hujan. Saat mereka yang gegap gempita di awal perlahan lenyap dari harap.

Ibu-ibu, perempuan tua muda, membuang jauh soal gengsi dan harga diri. Mereka panggul kayu-kayu yang bagi pundak para pemuda kota, nan tampak gagah di sosial media belum tentu mampu memikulnya.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Quran saat bergotong royong membangun rumah di lombok pasca gempa yg mengguncang

Jadi merekalah pahlawan itu, pejuang itu, sosok-sosok yang paling pantas dapat apresiasi dan penghormatan. Dalam keterpurukan, kehilangan dan kesusahan, bangkit bergerak, tak menggugat apakah negara hadir atau tidak.

Mereka para ibu tampil jadi pahlawan untuk anak-anak, dan keluarganya. Sementara para suami menyiapkan pondasi recycle house.

Sedangkan sebagian kita, adalah penggembira yang “pura-pura” sangat peduli sebab volunteerism makin dipahami sebagai pekerjaan, bukan lagi pengabdian.

Jadi pahlawan dan penghargaan itu hak nya para korban yang bangkit, sementara kita masih jauh panggang dari api.

 

UPDATE 8, Lantunan Qur'an Anak-anak Dasan Lengkong


Sumber : Dokumentasi Saat anak anak Dasan lengkong Lombok Utara

Gempa boleh saja meruntuhkan atap dan dinding rumah. Tapi tidak dengan semangat anak-anak Lombok menghafal Qur’an. Seperti anak-anak Dasan Lengkong yang selalu melantunkan ayat-ayatNya setiap hari di masjid darurat bersama ustadzah Nyimas, kader tahfizh PPPA Daarul Qur’an.

"Ingin kasih hadiah hafalan Qur’an ke Ibu bapak," ujar Nanda, santri Rumah Tahfizh Dasan Lekong, Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara. Nanda dan anak-anak Dasan Lengkong lainnya disibukkan hari-harinya dengan Alqur’an. Selepas melaksanakan ibadah salat lima waktu, mereka rutin setor hafalan juz 30.

“Dalam recovery pascabencana Lombok, kami mencoba membangun kesadaran spiritual warga dengan pendampingan oleh Dai Daarul Qu’ran. Menjaga agar yang wajib dijalankan dan yang sunnah pun ditunaikan,” ujar Jahidin, General Manager Pendayagunaan PPPA Daarul Qur’an.

Di Dasan Lengkong, PPPA Daarul Qur’an bersama PayTren juga membangun 100 rumah Qur’an yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga. Pembangunan dipercepat lantaran hujan sudah mulai turun, tanda musim telah berganti.

Alhamdulillah warga Dasan Lengkong begitu semangat mengerjakan pembangunan rumah Qur’an mulai dari pagi, siang hingga malam mereka begitu kompak dan setiap adzan semua aktivitas berhenti dan mereka sholat berjamaah,” tutur Jahidin.

 

UPDATE 7, Rumah Qur'an Berdiri di Dasan Lengkong Lombok

PPPA Daarul Qur’an bersama PayTren kembali membangun Rumah Qur’an di Dasan Lengkong, Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara. Sebelumnya 80 rumah yang dibangun dengan konsep Recycle House itu juga telah berdiri di Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Lombok Timur.

“100 Rumah Qur’an di Dasan Lengkong akan kembali dibangun dari sedekah mitra PayTren yang terkumpul melalui aplikasi PayTren,” ujar Tarmizi As Shidiq, Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an.

Setelah dihantam gempa beberapa waktu lalu, semua rumah di Dasan Lengkong hancur. Kini, warga bertahan dalam bedeng-bedeng terpal pengungsian. Sudah hampir tiga bulan mereka kesulitan membangun rumah kembali. Maklum, sebagian besar masyarakat di desa itu hanya bekerja sebagai buruh kasar harian.

"Seperti di Dusun Melempo, warga Dasan Lengkong juga bergotong royong membangun rumah Qur'an. Saat ini mereka sudah mulai membuat pondasi dengan sisa-sisa puing reruntuhan rumah yang masih bisa digunakan," tutur Tarmizi.

Selain pembangunan fisik rumah, PPPA Daarul Qur’an bersama PayTren pun menginisiasi rumah tahfizh dengan pendampingan da’i yang merupakan bagian dari program Kampung Qur’an. Rumah Tahfizh berjalan dengan Subuh berjamaah, dilanjutkan agenda tahsin dan tahfizh selepas Subuh, Zuhur, Ashar dan Magrib di masjid darurat.

“Sudah ada 38 santri yang rutin mengaji di masjid,” ucap Ustadzah Nyimas, Pendamping Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Dasan Lengkong.

Klik sedekahonline.com untuk mendukung dan terlibat mewujudkan 1000 Rumah Qur’an di Lombok.

 

UPDATE 6, Bersama CIMB Niaga Syariah Bantu Lombok Bangkit


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Bersama perwakilan CIMB Niaga Syariah

PPPA Daarul Qur’an menggelar acara bertemakan “Doa untuk Indonesia” di Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/10). Gelaran ini dalam rangka memberikan motivasi untuk para korban gempa bumi Lombok dan berdoa untuk negeri agar dijauhkan dari segala macam bencana dan selalu dalam lindunganNya.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Anwar Sani mengatakan, kegiatan ini sekaligus bentuk rasa syukur setelah rumah Qur’an yang dibangun atas dukungan dari berbagai pihak hampir semuanya rampung. Salah satunya dukungan dari nasabah CIMB Niaga Syariah yang turut mendampingi masyarakat Lombok sejak gempa bumi melanda Lombok pada akhir Juli lalu.

Alhamdulillah pembangunan rumah Qur’an sudah hampir selesai. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan rumah Qur’an Lombok khususnya CIMB Niaga Syariah yang telah membantu sejak masa emergency,” ujar Anwar Sani.

Rumah Qur’an sendiri dibangun dengan konsep Recycle House yakni memanfaatkan bekas reruntuhan rumah yang masih layak dipakai seperti batu bata, kusen jendela, keramik lantai dan lainnya. Dengan konsep ini maka penggunaan material baru bisa ditekan sekaligus menghadirkan konsep rumah yang artistik dan ramah gempa.

Senada dengan Anwar Sani, Syamsul Aidi Bachtiar yang merupakan Syariah Advisory and Legal Group Head CIMB Niaga Syariah mengaku bersyukur dapat membantu korban gempa bumi Lombok. Bersama tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an turut serta melakukan aksi layanan medis sampai tahap recovery pembangunan rumah Qur’an.

"Semoga setetes bantuan yang telah di berikan CIMB Niaga Syariah ini memberi secercah harapan bagi bapak dan ibu yang tengah ditimpa ujian, bisa kembali ke rumah meski secara kondisi tidak seperti dulu lagi tetapi kita patut bersyukur bahwa di tengah ujian ini masih banyak yang peduli dan memberi dukungan untuk kita kembali bangkit,” harap Syamsul.

Syamsul mengatakan, CIMB Niaga Syariah masih terus bersama PPPA Daarul Qur’an membantu semaksimal mungkin mereka yang tertimpa musibah. “Mungkin yang kita alami saat ini masih jauh lebih baik dari saudara kita di Palu dan Donggala. Kami masih bersama PPPA Daarul Qur'an bergerak untuk Palu dan Donggala sambil menyiapkan program-program berkelanjutan lainnya bagi Lombok. Insya Allah satu tahun lagi kita akan kembali ke Desa Obel-obel melihat apa yang sudah berkembang bagi desa ini," tutur Syamsul.

 

UPDATE 5, Haru Marcella Zalianty Saat Temui Korban Gempa Lombok


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Bersama Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56

“Rasa dan pengalaman yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Di sana mereka tinggal di antara reruntuhan, anak-anak sementara bersekolah, doaku semoga Allah jaga mereka dan semoga lebih banyak lagi yang membantu mereka dalam proses bangkit pascabencana,” ungkap Aktris Marcella Zalianty setelah tiba di Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/10).

Kedatangannya bersama sejumlah artis yang tergabung dalam Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 seperti Nunu Datau, Arzeti Bilbina dan Wanda Hamidah adalah dalam rangka meresmikan tiga rumah Qur’an di Dusun Melempu sekaligus memberikan motivasi kepada para korban. Marcella mengaku mendapat pelajaran yang sangat berharga setelah bertemu dengan para korban yang selama ini tinggal di pengungsian beralas tanah beratap terpal pascagempa.

“Melihat senyum, ketabahan, keikhlasan dan bersama mereka (korban gempa Lombok) membuat kita semakin bersyukur dan kuat. Semoga kejadian ini dan dibangunnya rumah tumbuh ini bisa membuat mereka lebih semangat lagi. Memiliki kehidupan yang lebih berkualitas bersama keluarga. Tidur yang nyenyak, sehat dan bangkit perekonomiannya,” harap Marcella.

Di Dusun Melempo, Marcella bersama rekan-rekannya sempat menginap semalam. Mereka tidur di salah satu rumah Qur’an yang dibangun atas dukungan dari masyarakat Indonesia, kawan-kawan Parfi 56 dan seluruh donatur PPPA Daarul Qur’an. Ia berharap rumah Qur’an dapat membangkitkan semangat para korban gempa menjalani kehidupan kedepannya.

“Semoga Indonesia dan kita semua dikuatkan dan dijaga olehNya dalam menghadapi proses alam ini, Aamiin. Bagi teman-teman yang ingin membantu bisa turut berpartisipasi informasi di Instagram @parfi56 dan @daarul_quran,” tutur Marcella melalui instagram pribadinya @marcella.zalianty.
 

UPDATE 4, Rumah Qur'an Lombok Mulai Rampung


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Bersama Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56

Aktris Marcella Zalianty tak sanggup menyembunyikan kesedihannya saat melihat dengan mata kepala sendiri reruntuhan rumah korban gempa di Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terlebih saat Masur, salah satu korban menceritakan bencana yang baru saja mereka alami. Bersama Arzeti Bilbina, Wanda Hamidah dan Nunu Datau, Marcella datang ke Dusun Melempo untuk menyerahkan bantuan rumah dari para artis yang tergabung dalam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56, Selasa (9/10).

Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Lombok, NTB dan sebagian wilayah di Bali pada 29 Juli 2018 lalu, disusul gempa berkekuatan 7 skala richter pada 5 Agustus 2018. Setelahnya ribuan gempa susulan terjadi di Lombok. Data BNPB mencatat ratusan ribu unit rumah rusak, korban jiwa mencapai ratusan orang. Duka memayungi Pulau Seribu Masjid, julukan kota Lombok.

Dusun Melempo menjadi satu desa terdampak gempa Lombok. Sebanyak 600 rumah rata dengan tanah. Hingga hampir dua bulan lamanya warga harus tinggal di kamp pengungsian yang pastinya sangat tidak nyaman bagi mereka terlebih bagi anak-anak dan balita. Melihat kondisi demikian PPPA Daarul Qur’an yang sejak awal terjadinya gempa hadir di Lombok memberikan bantuan kesehatan, dapur umum dan lainnya tergerak menghadirkan rumah atau hunian layak bagi masyarakat terdampak gempa.

“Kami melihat tidak lama lagi akan datang musim hujan. Pastinya bukan kondisi yang ideal jika masyarakat harus tinggal dalam tenda pengungsian. Maka itu setelah tahap pemberian bantuan kesehatan kami tergerak untuk membangun hunian bagi masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an, Tarmizi As Shidiq.

Memperhatikan kondisi Lombok yang rentan gempa dan reruntuhan rumah warga akhirnya dibangun hunian dengan konsep Recycle House. Konsep ini adalah membangun rumah memanfaatkan bekas reruntuhan rumah yang masih layak dipakai seperti batu bata, kusen jendela, keramik lantai dan lainnya. Dengan konsep ini maka penggunaan material baru bisa ditekan sekaligus menghadirkan konsep rumah yang artistik dan ramah gempa.

Konsep rumah ini pun disambut baik masyarakat terdampak gempa. Dalam pembangunannya, masyarakat dilibatkan bersama dengan sistem dibuat satu kelompok yang terdiri dari beberapa warga untuk membangun rumah bersama. Sehingga tercipta suasana keakraban dan gotong royong di masyarakat. “Dengan penggunaan material lama, masyarakat juga tida kehilangan nilai historis pada rumah baru mereka. Sehingga tidak menghilangkan kenangan mereka pada rumah sebelum terjadinya gempa,” tambah Tarmizi.

Program pembangunan rumah ini pun mendapat sambutan luas dari masyarakat. Sejumlah komunitas seperti PARFI 56 tergerak untuk ikut urun rembug dalam program ini. Lewat program One Help One (OHO) mereka mengajak rekan-rekan artis dan masyarakat umum ikut terlibat dalam kegiatan ini. “Apa yang dilakukan oleh PPPA Daarul Qur’an ini sangat menarik dan rumah ini memang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak gempa. Maka itu kami berusaha mendukung kegiatan ini dengan melibatkan kawan-kawan artis,” ujar Marcella.

Sejauh ini kata Marcella, sudah ada tiga rumah dari kawan-kawan Parfi 56 dan akan terus bertambah kedepannya. Marcella ingin kerja sama dengan PPPA Daarul Qur’an tidak berhenti pada program di Lombok saja. Mereka berharap selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang diinisiasi oleh lembaga yang didirikan oleh Ustad Yusuf Mansur ini.

“Insya Allah setelah kegiatan ini kami bersama akan bergerak membantu saudara kita terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Semoga bantuan kawan-kawan dan masyarakat lainnya mendapat balasan setimpal dari Allah SWT,” tutur Marcella.

Selain Parfi 56, rumah Qur’an dari doantur, nasabah CIMB Niaga Syariah, Mitra PayTren dan Muslimah Daqu juga sudah berdiri di Dusun Melempo. PPPA Darul Qur’an sendiri menargetkan pembangunan 1000 rumah untuk korban gempa Lombok. Bagi masyarakat yang ingin terlibat bisa berpartisipasi melalui sedekahonline.com.

 

UPDATE 3, Rumah Qur'an untuk Korban Gempa Lombok Mulai Berdiri


Sumber : Dokumentasi saat prosesi pembangunan rumah korban gempa lombok

Sejak gempa mengguncang Lombok pada 30 Juli lalu tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur'an memberikan bantuan emergency seperti mendirikan dapur umum dan posko kesehatan secara intensif. Kini telah memasuki masa transisi kebencanaan PPPA Daarul Qur’an mulai pada tahap recovery untuk masyarakat Lombok tepatnya di Dusun Melempu, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam tahap recovery, PPPA Daarul Qur’an berupaya memberikan pendampingan guna membangkitkan kembali semangat hidup masyarakat Melempu. Saat ini bersama warga, PPPA membangun 200 rumah Qur’an. Program yang didasari niat untuk memantik semangat masyarakat Lombok bangkit ini, berfokus pada pembangunan rumah-rumah layak huni.

Tinggal di tenda yang hanya beralas tanah dan beratap terpal membuat mereka mudah terserang penyakit. Mereka juga harus merasakan dinginnya angin malam dan panasnya terik matahari. Apa lagi musim penghujan sudah mulai datang.

Warga sangat bersyukur saat PPPA Daarul Qur’an menggagas program 1000 Rumah Qur’an untuk Lombok. Masyarakat begitu antusias bukan hanya para bapak tapi juga ibu-ibu ikut mendirikan rumah mereka kembali dari puing-puing bangunan yang hancur pascagempa.

General Manager Pendayagunaan PPPA Daarul Qur’an Jahidin mengatakan, Rumah Qur’an diharapkan menjadi solusi warga untuk menata hidup lebih baik. Konsepnya dibangun secara gotong royong guna terciptanya nilai-nilai kebersamaan dan warga merasa memiliki rumah-rumah yang telah mereka bangun bersama.

“Jadi reruntuhan bangunan yang masih bisa digunakan kita pakai kembali. Karena bangunan-bangunan itu punya history, kenangan tersendiri bagi warga. Nah kekurangan bangunannya nanti kita bantu beli yang baru, bahan-bahan yang insyaAllah tahan gempa pastinya,” ujarnya.

Rumah Qur’an mulai dibangun pada pertengahan Agustus lalu. Berkat semangat warga, kini pondasi-pondasi rumah sudah mulai berdiri. Program ini menstimulus warga bangkit kembali. Mimpi mereka sederhana, agar anak istri kembali tidur di rumah. Bukan di tenda beralas tanah.

“Jadi konsepnya dibangun serentak. Saat ini kita bangun pondasi dulu 200 rumah, Alhamdulilah sudah jadi. Kita lanjutkan bangun tiang-tiangnya. Jadi setelah semuanya rampung, warga nempatinnya sama-sama,” ujar Pegiat Kemanusiaan Sunaryo Adhiatmoko yang saat ini tengah mendampingi warga membangun kembali rumah-rumah mereka.

PPPA Daarul Qur’an menargetkan 1000 rumah Qur’an dibangun di Lombok. Bagi seluruh masyarakat yang ingin mendukung dan terlibat dalam pembangunan rumah Qur’an, langsung saja klik sedekahonline.com.
 

UPDATE 2, Wanita-wanita Perkasa di Melempu


Sumber : Dokumentasi saat prosesi pembangunan rumah korban gempa lombok

Di antara lelaki yang berjibaku mengaduk semen dan mengangkut pasir, ada wanita-wanita perkasa ikut andil mengerjakan rumah. Sebagian memilah batu bata, menyingkirkan puing-puing dan yang lain membantu membuat pondasi.

Dari 10 orang anggota kelompok pembangunan rumah Qur'an di Melempu, di kelompok II ada sosok lain yang mengacau perasaan.

Nursanim (50), perempuan kurus yang bergerak lincah. Menggali pondasi, mengangkat puing dan melayani adukan pasir semen pada tukang. Meski raut wajahnya tampak lelah, ia enggan berhenti bergerak.

Hari ini pun rekor. Pemasangan pondasi rumah paling cepat setengah hari dipecahkan kelompok Nursanim. Ia punya peran membangkitkan semangat para anggota laki-laki.

“Suaminya sakit sejak gempa memghancurkan rumahnya,” terang Imam ketua kelompok dua.

Nursanim yang biasa dipanggil Ina Sudir, menggantikan suaminya yang sakit. Rumahnya, seperti warga lainnya luluh lantak. Tinggal jejak pondasi yang tersisa.

Sosok ibu tangguh yang harus bangkit dari bekab ketakutan, kecemasan dan kehilangan harta benda yang susah payah dikumpulkan bertahun-tahun. Ia tidak meratap larut, tapi tampil menjadi kepala keluarga.

Ina sudir seperti keluarga lainnya, akan membawa keluarganya kembali berkumpul di rumah. Hidup harus berlanjut. Apapun yang terjadi.

Alhamdulillah, saat ini PPPA Daarul Qur'an bersama warga Dusun Melempu, Obel-Obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus bergotong-royong membangun rumah Qur’an. Mereka tak sabar untuk tinggal di istana-istana baru yang dibangun dari puing-puing reruntuhan.

Klik sedekahonline.com untuk mendukung dan terlibat dalam pembangunan Rumah Qur’an.

 

UPDATE 1, Bangkit dari Gempa


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an bersama warga bergotong royong memilah bakan bangunan yang bisa di gunakan kembali

Warga bergegas memilah kayu mana yang bisa dipakai. Juga, mencari dimana batu bata yang dapat digunakan.

Program Rumah Qur’an menstimulus warga bangkit kembali. Menyiapkan rumah layak huni dari sisa puing-puing bangunan. Mimpi mereka sederhana, agar anak istri kembali tidur di rumah. Bukan di tenda beralas tanah.

"Musim hujan bulan depan sudah tiba, apa jadinya kalau masih tidur di tenda," ujar Fadli, Warga Melempo.

Bersama PPPA Daarul Qur’an, masyarakat Melempo, Obel-Obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) bergotong royong menata lagi hidup mereka. Kembali ke rumah adalah kunci memulai aktivitas ekonomi, pendidikan dan keseharian lainnya.

"Kita mulai dulu bangun 57 Rumah Qur’an di Dusun Melempo ini, selanjutnya di titik lain," tutur Didi Kurniawan, Komandan Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an.

Ayo ikut terlibat membangun Rumah Qur’an untuk Lombok melalui sedekahonline.com.

1.000.000

Habib Putra
23 August 18


100.000

Rumah Singgah Surya Angger Tinemu
24 January 19

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim, kabulkankanlah doa kami. Semoga Proses Pendirian Pembangunan Pemberdayaan Rumah Singgah Surya Angger Tinemu segera terwujud dan diridhoi oleh ALLAH SWT. Amin Amin YRA


50.000

Hamba Allah
23 January 19


1.000.000

Hamba Allah
23 January 19

Organisasi terus bertumbuh ,semoga tahun 2019 saya punya Diamond dan 15k


1.000.000

Hamba Allah
23 January 19

Ya Allah, semoga kami sekeluara selalu diberikan kesehatan, rejeki berlimpah dan kami segera diberikan keturunan putra & putri yg soleh & solehah, aamiin


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE