1000 Beasiswa Tahfidz Qur’an

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Dauroh Tahfidz Qur’an BTQ wilayah Jogja & Jawa Tengah, Kegiatan ini, selain mengisi waktu liburan , juga menambah serta memperkuat hafalan peserta BTQ

4.41%
Rp. 4.409.168
32
4 Hari lagi
SHARE

 

Beasiswa Tahfidz Qur’an (BTQ) PPPA Daarul Qur’an wilayah Jogja & Jawa Tengah, mengadakan Dauroh Tahfidz Qur’an. Kegiatan ini berlangsung pada 20 - 27 januari 2018 di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Yogyakarta. 

Kegiatan ini, selain mengisi waktu liburan , juga menambah serta memperkuat hafalan peserta BTQ Jogja & Jateng. Minimal, bisa hafal dengan mutqin juz 1 sampai juz 10. Hingga, lebih mudah dalam tercapai target-target hafalan, kedepannya. 


(Sumber : Dokumentasi Beasiswa Tahfidz Qur’an (BTQ) PPPA Daarul Qur’an wilayah Jogja & Jawa Tengah)

penerima BTQ yang berasal dari keluarga dhuafa wilayah Jogja & Jateng, tercatat sebagai mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi Negeri, yaitu UGM, UNY, UNDIP, UNES, UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Walisongo. Selain menempuh pendidikan formal, peserta BTQ digembleng untuk menyelesaikan hafalan 30 juz serta mendapat pelatihan pengembangan lainnya, diantaranya Kepemimpinan, Sosial Kemanusiaan, dan Jurnalistik.

Sebelum acara berlangsung BTQ Jogja & Jateng saling bahu membahu untuk mempersiapkan kegiatannya. Mulai dari alat-alat teknis hingga kebutuhan logistik selama acara berlangsung.

Diharapkan, melalui program BTQ mampu membentuk para pemimpin masa depan hafidz Qur’an. Untuk Berkomitmen Mendukung Program ini klik s.id/1000walisantritahfizh/

Untuk mendukung Langsung Program ini dengan cara :

1. Klik tombol warna kuning "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Tanda Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi Biodata di kolom yang tersedia dan "Klik Lanjut"
4. Pilih metode pembayaran (Tersedia Bank BCA/BRI/Mandiri/BNI Syariah) atau Dompet Sedekah jika sudah melakukan Login.
5. Silahkan melakukan transfer sedekah sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh sistem pada Email Komitmen Sedekah.
6. Dapatkan laporan via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda. Jika mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan kepada kami.

(Update 3, Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan)

Malang (Brawijaya University), akan menjadi titik bisu bagi derap langkah  sederet leaders tahfidz yang mengikuti pembinaan bulanan bagi penerima Beasiswa Tahfidz Qur'an (BTQ) angkatan 2016 & 2017 dalam mengisi wajah dunia. Pembinaan kali ini mengusung tema yang dirasa sangat perlu dalam cikal bakal leaders yang unggul dan inovatif, dengan temanya "KEPEMIMPINAN, KELEMBAGAAN, DAN DAQU METHOD". Tema ini tentunya menaruh harapan besar kepada leaders untuk mengenal bagaimana konsep diri leaders yang dirasa mumpuni untuk pelabelan LEADERS.


(Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an)

Sosok leaders yang mumpuni tidak perlu ia siapa di dunia? Perlunya hanya ia bisa apa buat dunia? Karena dunia akan melihat kontribusi leaders melalui karya. Karya terbentuk dari peluang dan kesempatan yang dijembatani melalui Dream big dan keyakinan, dream big leaders akan menjadi top up utama dalam langkah pemaduan lokasi diri, kemampuan diri, dan ketertarikan diri. 

Setiap orang dalam melakoni alur hidup seyogyanya  mampu mengatur waktu, namun bagi leaders harus mampu memperpanjang waktu. Yang hitungan umumnya satu hari 24 jam bisa dipanjangin sampai 30 jam, 1 tahun 12 bulan panjangin menjadi 20 bulan. "Panjangin aja dah waktunya sama Allah". Tutur Ustadz Dedy nordiawan dalam materi kepemimpinan. Allah nggak pernah sok sibuk, Dia selalu melayani makhlukNya. Maka datang aja kita ke Allah, minta dilayani apa yang kita butuhkan buat menyetir roda islam di dunia. Kita bisa datang ke Allah di setiap detik, dengan deru doa,amal shalih, dan berlomba dalam kebaikan.

10.00 WIB, 23/01/18. Ustadz Dedy memberikan inovasi besar bahwa leaders harus bertanya dalam segala hal. Kenapa kemampuan bertanya diperlukan? Untuk menguak karya baru leaders. Bertanyalah pada suatu hal baru yang kita temui, ia akan bisa menjadi jawaban atas dream bigmu.

Menyusul pembicara kedua, ustadz Tarmidzi mengenalkan akan sebuah harapan dan keyakinan. Semua orang harus punya harapan untuk mengisi kursi leaders, dan keyakinan akan berbanding lurus dengan harapan, keyakinan menjadi modal besar dalam pencapaian harapan. Berkeinginan menjadi president? bisa. Pengusaha? Bisa, apapun bisa dengan benang merah yakin. Yakin merupakan pengerucutan iman, kepercayaan tinggi individu atau bersama dalam proses kehidupan.

Mengulas daqu method, ustadz Tarmidzi menyampaikan "kagak perlu dihafal, lakukan aja". Daqu method sebenarnya merupakan bentuk aktivitas jiwa yang sangat di anjurkan oleh Allah. Namun yang sering menjadi kerancuan, mindset individu. Masih banyak kalangan berfikir membaca Al-qur'an, melakukan rutinitas shalat sunnah akan mengurangi separuh waktu kinerja manusia dalam bekerja. Hal ini sebenarnya tidak etis, karena dalam kalkulasi hitungan masa, al-qur'an berbicara berulang-ulang bahwa setiap kebajikan yang terus dikerjakan akan memberi keberuntungan dan porsi manusia tersendiri. Beramalah selagi mampu saudara, sedekah tidak nunggu kaya haji tidak harus tua mengajar tidak harus guru berdoa tidak harus meminta. Banyak ulama' mengatakan "Allah akan memampukan hambaNya yang terpanggil, bukan memanggil hambaNya yang mampu".

Dream daqu, Lima benua, Bisa bisa Allahu akbar.

 

(update 2), MERAWAT VISI KEBERPIHAKAN,

JOGJAKARTA (21/12). Alhamdulillah, tahun kedua PPPA Daarul Qur’an mengelola pogram BTQ For Leaders. Total 119 mahasiswa dari 24 kampus telah bergabung. Pembinaan terus dilakukan, salah satunya di Kota Semarang (UNDIP, UNNES, UIN WALISONGO) dan Jogjakarta (UGM, UNY, UIN SUKA).  

Salah satunya pesan yang disampaikan kepada peserta, salah satunya adalah tantangan besar mahasiswa hari ini adalah tentang keberpihakan pada kaum lemah dan terpinggirkan. Jadwal padat kuliah dan aktivitas didalamnya menuntut peserta BTQ mampu membagi waktu untuk sekadar “menyapa” warga. 

 


(Sumber : Dokumentasi kegiatan PPPA Daarul Qur'an di Semarang)

Sebagian lupa, bahwa mahasiswa adalah kelompok minoritas yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Kesempatan ini, seharusnya digunakan untuk ikut menyelesaikan sedikit  dari banyak persoalan di masyarakat. Maka, wajar jika mahasiswa dilabeli “creative minority”. 

PPPA Daarul Qur’an menggagas program BTQ For Leaders, salah satunya untuk menanamkan visi keberpihakan kepada peserta. Selain hafalan Qur’an, organisasi dan akademik, peserta BTQ dituntut untuk memberikan dampak ke masyarakat sekitar, apapun bentuk karyanya.

Keterlibatan di masyarakat, sejatinya adalah lab sosial untuk melatih peserta BTQ mampu merumuskan solusi atas persoalan rumit di akar rumput.  Selain itu, PPPA Daarul Qur’an ingin memastikan bahwa benefit program tidak terhenti pada penerima manfaat, namun terus tersebar luas pada masyarakat.

Tentu, merawat idealisme ini diantara penerima manfaat BTQ merupakan challenge bagi PPPA Daarul Qur’an. Durasi program yang panjang (4 tahun kuliah + 1 tahun pengabdian) membutuhkan endurance untuk marathon, bukan sprint. Semoga, 10 tahun lagi, para peserta BTQ menjadi para top leaders di setiap lini masyarakat, namun tetap berpihak pada kaum lemah. InsyaAllah.

(Update 1), Kuliah Negeri Berbekal Hafalan Qur'an

Duka mendalam menyelimuti Jainul Malayang (25) kala usianya masih 10 tahun, ia mengingat betul bagaimana sang ayah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Sejak kepergian sang ayah kehidupan Jainul berubah, kehilangan sosok pemimpin dan pencari nafkah membuat ia dan seluruh keluarganya hidup seadanya.

Namun Jainul sapaan akrabnya, tak membiarkan kesedihan berlarut. Ia semakin mendekatkan diri kepada Allah dan fokus melanjutkan sekolahnya agar bisa merubah ekonomi keluarga. Jainul sudah mulai belajar dan menghafal Alqur'an sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).


(Sumber : Dokumentasi Santri Beasiswa Tahfdiz Qur'an(BTQ) Jainul Malayang)

Ia memang ingin sekali menjadi hafizh Qur'an, tak ayal ia begitu serius dan giat menghafal Al-Qur'an dengan harapan bisa melanjutkan pendidikan tinggi berbekal hafalan Qur'annya. Jainul pun akhirnya menjadi salah satu penerima Beasiswa Tahfizh Qur'an (BTQ) for LeadersPPPA Daarul Qur'an. Beasiswa pendidikan sarjana di perguruan tinggi negeri khusus yang hafal Al-Qur'an didapatinya.

Lelaki berperawakan khas orang Timur itu kini tengah menimba ilmu di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kekhawatiran keluarga merantaunya Jainul ke Bandung diyakininya akan membawanya menjadi orang sukses.

Jainul juga sempat tak percaya diri hijrah ke Kota Kembang karena tak punya satupun saudara di Pulau Jawa. Apalagi, bekalnya untuk merantau pas-pasan. "Ada keingin kuat yang menyakini saya bahwa hidup mati di tangan Allah, rezekipun sudah dijamin Allah," ucapnya.

Pemuda yang pernah mendapat juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se-Kabupaten Flores Timur ini bercita-cita mendirikan pesantren di kampung halamannya. Hatinya tergerak melihat kebanyakan masyarakat Flores belum bisa membaca dan memahami kandungan Alqur'an.

Kini hafalan Jainul sudah tujuh juz. Sembari kuliah dan mengikuti aktivitas kepemimpinan BTQ dan terjun langsung mengatasi permasalahan masyarakat, ia menargetkan hafalannya selesai sebelum lulus. Mimpi dan cita-cita tinggi itu harus ia buktikan agar tak hanya jadi khayalan semata.

Melalui BTQ for Leaders, Jainul bersama seluruh peserta lainnya diberikan bimbingan intensif berbasis tahfizhul Qur'an dan ditatar untuk memiliki jiwa kepemimpinan serta kepedulian sosial. Mereka adalah calon-calon pemimpin berjiwa Qur'ani yang diharapkan akan membawa perubahan dan perbaikan di masa mendatang, insnyaAllah.

 

BEASISWA TAHFIDZ QUR’AN (BTQ) FOR LEADERS
Program persiapan melahirkan calon-calon pemimpin bangsa masa depan yang memiliki karakter berbasis Tahfidzul Qur’an.
 

JENIS KEGIATAN BTQ For Leaders
memiliki kurikulum pembinaan yang komplit, baik materi dalam kelas, diskusi kelompok, maupun implementasi kepemimpinan di masyarkat. Sudah saatnya “Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan” begitulah kiranya bunyi sebuah pepatah, tampak sudah mendarah daging dalam segala bentuk perjuangan pemuda di mana pun ia berada. Ketika muda ia berkarya, berjuang dan berkorban untuk negara, dan ketika ia semakin matang dan dewasa, negara memberikan kesempatan baginya untuk mengabdikan diri sebagai “pelayan negara”.

Namun kedewasaan saja tidak cukup untuk memimpin sebuah negeri, kepribadian dan karakter yang baik tentunya menjadi syarat penting agar kepemimpinan tidak salah arah tujuan. Anak bangsa yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata tumbuh dilingkungan yang minim dan terbatas sehingga kecerdasannya semakin tumpul tatkala akses untuk mempertajam tidak mampu diraih. PPPA Daarul Qur’an berinisiatif menyiapkan kader pemimpin masa depan melalui investasi sumberdaya manusia dalam bentuk program Beasiswa Tahfidz Qur’an (BTQ) For Leaders.

BTQ For Leaders adalah program pembinaan dan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa tidak mampu dari universitas terbaik yang memiliki komitmen untuk menjadi Penghafal Al-Qur’an dan pendakwah di masyarakat. PPPA Daarul Qur’an Bekerjasama dengan 22 Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Program yang diberikan berupa bantuan biaya pendidikan, kaderisasi, dan pendampingan. Program BTQ For Leaders diberikan dalam jangka waktu program 4 tahun dengan monitoring dan evaluasi per 1 tahun.
 


(Sumber : Pendadaran dan jambore Beasiswa Tahfdiz Qur'an PPPA Daarul Qur'an Pusat)

Tujuan dan manfaat Program BTQ adalah sebagai berikut:
1. Mendukung mahasiswa yang memiliki kualitas untuk menjadi hafidz Qur’an dan
pemimpin yang siap terjun ke masyarakat.
2. Menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa masa depan yang memiliki karakter
berbasis Tahfidzul Qur’an.
3. Membangun jaringan dan kaderisasi aktor program PPPA Daarul Qur’an


BENTUK PROGRAM

BTQ memiliki kurikulum pembinaan yang komplit, baik materi dalam kelas, diskusi kelompok, maupun implementasi kepemimpinan di masyarkat. Beberapa bentuk
program BTQ antara lain :
1. Bantuan biaya pendidikan selama 4 tahun
2. Pemberian uang saku setiap bulan
3. Pembinaan intensif tahfidz 30 juz
4. Pemberdayaan masyarakat sekitar kampus
5. Mentoring kepemimpinan bersama tokoh nasional
6. Jambore dan pendadaran nasional
7. Penempatan dakwah 1 tahun pasca kuliah


Bekerjasama dengan 22 Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia, yaitu :
1. Universitas Indonesia
2. Institut Teknologi Bandung
3. Institut Pertanian Bogor
4. Institut Teknologi Sepuluh Novmber
5. Universitas Airlangga
6. Universitas Gajah Mada
7. Universitas Dipenogoro
8. Universitas Padjadjaran
9. Universitas Pendidikan Indonesia
10. Universitas Negeri Yogyakarta
11. Universitas Negeri Jakarta
12. Universitas Negeri Semarang
13. Universias Negeri Surabaya
14. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
15. UIN Sunan Ampel Surabaya
16. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta
17. UIN Walisongo Semarang
18. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
19. Universitas Hasanudin
20. Universita Negeri Makassar
21. UIN Alauddin Makassar
22. UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Penerima Manfaat angkatan pertama (2016)
Sebanyak 68 mahasiswa yang berasal dari 43 kabupaten dan 11 provinsi di Indonesia dengan ragam capaian hafalan Qur’an.


(Sumber : Pendadaran dan jambore Beasiswa Tahfdiz Qur'an PPPA Daarul Qur'an Pusat)

PESANTREN TAKHASSUS

Lembaga pendidikan tahfidz Al-Qur’an non formal setaraf SMP dan SMA dengan jenjang tiga tahun yang berkarakter, berbudaya dan berakhlakul karimah.


(Sumber : Dokumentasi Santri mengaji Pesantren Takhassus Cinagara-Bogor)

VISI:
Mencetak generasi huffadz yang kuat, tangguh, berkarakter, berbudaya dan berakhlakul karimah.

MISI:
Lulusan takhassus telah terbiasa mengamalkan daqu method Lulusan takhassus memiliki hafalan Al-Qur’an dan bersanad Lulusan takhassus memiliki jiwa yang kuat, tangguh, berkarakter dan berakhlaqul karimah.

Pengasuhan
Adalah dewan guru yang diamanahi dan ditugaskan oleh HRD atas rekomendasi dari menjement takhassus untuk menjalankan seluruh program dan kegiatan di pesantren takhassus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam SOP takhassus.

Santri
Adalah individu yang belajar dan menghafal AL-Qur’an di pesantren takhassus, baik berasal dari rumah tahfidz ataupun umum yang sudah lulus seleksi dan lulus klasifikasi oleh menejement takhassus

 

Hak dan kewajiban santri

Hak Santri :

  • Mendapatkan uang transport dari rumah dari daerah masing-masing ke pesantren juga sebaliknya ketika liburan semester.
  • Mendapatkan fasilitas sarana asrama, lemari dan kasur+bantal.
  • Mendapatkan seragam dan buku paket.
  • Mendapatkan pembinaan dan pengajaran.
  • Tercukupi kebutuhan makan setiap hari.
  • Mendapatkan fasilitas ujian paket atau persamaan di tahun ke-3.
  • Diikutkan dalam ujian sanad di Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an.
  • Mendapatkan ijazah pesantren dan syahadah Qur’an atau sanad bila memenhi kriteria kelulusan.

Kewajiban Santri :

  • saat dan patuh kepada Allah dan Rasulullah dimanapun dan kapanpun.
  • Percaya dan taat kepada Pimpinan dan PengasuhPesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus, serta melaksanakan segala bimbingannya dengan sungguh-sungguh dalam segala bidang tanpa membantah.
  • Taat dan patuh kepada peraturan dan kebijakan yang berlaku di lembaga.
  • Mentaati segala disiplin, peraturan dan sunahdi Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus, serta segala kebijakan Pimpinan dan PengasuhPesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus beserta jajarannya dan tidak akan melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh Pimpinan dan Pengasuh.
  • Mentaati segala disiplin pendidikan dan pengajaran dengan penuh kesungguhan, ketekunan dan keikhlasan.
  • Menerima segala tindakan yang diberikan oleh atau atas nama Pimpinan dan PengasuhPesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus.
  • Menghafal al-Qur’an dan berpegang teguh kepada aqidah yang benar serta menjadikan Daqu Methode sebagai pakaian sehari-hari.
  • Harus menunjukkan prestasi belajar yang memuaskan dengan dibuktikan capaian hafalan 30 juz dalam 1 tahun, berdisiplin dan berakhlaqul kariimah.
  • Selepas studi, santri jenjang SMA wajib mengabdi di Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, baik pusat maupun cabang, rumah tahfidz dan atau di unit lainnya yang merupakan lembaga di bawah Yayasan Daarul Qur’an dengan jangka waktu minimal 1 tahun.
  • Santri tidak diperbolehkan untuk mengundurkan diri dari program ini sebelum menyelesaikan program takhassus.

Rp. 500.000

Sudarisman Indrawanto
02 February 18

Semoga dilancarkan usaha barunya dan dihindarkan dari hambatan dan masalah


Rp. 100.000

Agus Ulinnuha
02 February 18

Semoga bisa istiqomah dalam menghafal surat Al-Baqarah.. Aamiin


Rp. 500.000

Sukanti Irianingsih
01 February 18

Semoga diberikan kesehatan. Dimudahkan segala urusan. Dilindungi oleh Allah dan dikabulkan segala hajatnya


Rp. 50.000

Nur Salamah
23 February 18


Rp. 75.000

Wahyudi Luhur B
22 February 18


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE