Renovasi Rumah Gubuk Bambu Wak Adar, Guru Ngaji di Kampung
SedekahOnline Identitas terverifikasi
Rp 390.000 terkumpul dari Rp 50.000.000
jumlah donatur 14 donatur
sisa waktu 44 hari lagi
Bantu share campaign ini :
Informasi Campaign
Pak Darussalam yang biasa dipanggil Wak Adar tinggal di Kampung Cibengang, Desa Malatisuka, Kec. Gunung Tanjung, Tasikmalaya. Beliau adalah tokoh agama dan guru ngaji anak-anak di Kampung Cibengang yang tidak menuntut honorer sedikitpun atas ilmu serta waktu yang dia berikan bagi anak-anak ataupun warga yang membutuhkan bimbingan beliau.



Wak Adar dikenal sebagai ustad yang ramah, suka menolong, dan lemah lembut dalam berdakwah. Karena sifat tersebut, beliau dihormati, dipercaya dan disegani oleh masyarakat, sehingga beliau sering diminta untuk mengisi ceramah di pengajian dan diminta nasihatnya jika ada warga kampung yang sedang dilanda masalah

“Pengen sekali bisa punya rumah dari dinding dan lantai dari semen atau keramik. Supaya kalau malam keluarga saya tidak kedinginan.” Ungkap Wak Adar.



Wak Adar dan keluarganya tinggal di rumah panggung sederhana yang dibuat dari anyaman bambu dan lantai yang terbuat dari susunan papan kayu. Seiring berjalannya waktu, bilik-bilik bambu sudah mulai rusak dan berlubang. Posisi Kampung Cibengang yang terletak ditengah gunung, menyebabkan rumah terasa dingin sekali saat malam hari. Hal ini dikarenakan angin masuk lewat lubang-lubang pada bilik dan celah papan kayu. Bahkan sering juga serangga-serangga seperti, nyamuk, tawon, dan ulat masuk ke rumah.

“Tiap jualan malam saya harus pakai jaket biar tidak kedinginan. Bahkan kalau lagi hujan saya tidak bisa masak atau jualan, karena air hujan masuk lewat atas dapur.” Ungkap istri Wak Adar.



Dirumahnya pun tidak ada dapur yang layak, bahkan bagian atas dapur bolong. Padahal dapur adalah tempat utama sumber pengahasilan. Melalui dapur inilah, istri Wak Adar membuat jajanan untuk dijual ke anak-anak selesai mengaji, dan menggoreng makaroni untuk dijual ke warung-warung. Ketika Wak Adar dan keluarganya berpergian, selalu diliputi rasa khawatir ada maling atau ayam yang masuk ke rumah.

“Kadang-kadang begitu pulang ke rumah, saya lihat udah banyak kotoran ayam. Karena kalau rumah kosong, ayam sering lompat masuk ke rumah lewat lubang. Bahkan pernah ada yang bertelur di dalam rumah.” Ungkap Wak Adar.

Kami ingin mengajak orang-orang baik untuk memberikan apresiasi atas perjuangan dan pengorbanan Wak Adar dalam berdakwah dengan membangun sebuah hunian yang layak untuk beliau dan keluarganya.


SObat Baik dapat bersedekah melalui cara berikut;

1. Klik 'DONASI SEKARANG'

2. Isikan Jumlah Nominal Donasi, Email, No.Hp dan Doa Terbaik SObat.

3. Klik "LANJUT PEMBAYARAN'

4. Pilih Model Pembayaran (BNI, Permata Bank, Mandiri, BRI, BCA, OVO, LinkAja, Dana, QRIS, Alfamart, Paytren Point)

5. Alhamdulillah, Sedekah Anda Sudah Tertunaikan

Belum Ada Update