Dukung Pejuang Al-Quran Tunanetra dengan Beri Hadiah
Daquyogyakarta Identitas terverifikasi
Rp 213.110 terkumpul dari Rp 7.000.000
jumlah donatur 8 donatur
sisa waktu 37 hari lagi
Bantu share campaign ini :
Informasi Campaign

Seringkali guru ngaji hanya dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat. Padahal ia mendidik, mengajar, menanamkan nilai kebaikan agama yang nilainya tak bisa diperhitungkan. Guru ngaji memang bukan perkara pekerjaan menghasilkan rupiah, namun ia panggilan hati yang balasannya tidak hanya duniawi. Itulah yang menjadi alasan bagi seorang remaja yang bernama Rahmat (21).


Rahmat ialah seorang pemuda penyandang difabel (tunanetra) asal Gunung Kidul. Meski tidak sepenuhnya ia kehilangan penglihatannya, namun kejeliannya pada setiap tanda baca Al-Quran telah ia hafal sebelumnya menggunakan audio murottal. Ya, ia telah menghafalkan 25 juz Al-Quran. Berbekal dari itu, Rahmat menyimak dan mengajar ngaji anak-anak di lingkungan sekitarnya dengan menggunakan pendengarannya.


Ditengah keterbatasan yang dimilikinya tak lantas menyurutkan semangat untuk tetap bermanfaat bagi sesama. Ia juga mengenyam pendidikan SMK di SLB serta membuka jasa tukang pijit di rumahnya. Prinsipnya “Guru ngaji cari akhirat, duniawai biar saya cari jalan lain”.

MasyaAllah..

Hal yang dialami dan dijalani oleh Rahmat hanyalah sedikit gambaran dari banyaknya kejadian serupa. 

Belum Ada Update