Bantu Kembalikan Semangat Hidup Topan
Pppadaqubogor Identitas terverifikasi
Rp 30.000 terkumpul dari Rp 20.000.000
jumlah donatur 3 donatur
sisa waktu 53 hari lagi
Bantu share campaign ini :
Informasi Campaign

Adalah Topan,seorang remaja berusia 14 tahun dan bersekolah di tingkat SMP. Topan tinggal bersama orang tuanya di Desa Cibening, Kabupaten Bogor.  Topan adalah seorang anak yang beranjak remaja, periang, dan senang bermain bersama teman-teman selayaknya anak remaja seusia Topan.   Ayah Topan, Pak Jejen, bekerja sebagai supir angkutan umum dan menjadi tulang punggung keluarganya saat ini.

Namun, kini semua keceriaan Topan berubah menjadi kemurungan. Keceriaan dan kelincahan Topan hilang tak terlihat, dikarenakan penyakit tumor yang diderita Topan.

Pada awalnya Topan hanya mengalami cedera di bagian lutut kaki kirinya, karena keterbatasan kemampuan orang tuanya Topan hanya berobat dengan diurut, namun cedera Topan tak kunjung membaik. Keadaan cedera di kaki Topan malahan semakin memburuk, semakin hari Topan pun semakin merasakan sakit di kaki kirinya. Bahkan, untuk berjalan pun kesulitan. Hari – hari Topan jalani dengan kaki yang semakin sakit dan membengkak. Hingga kemudian orang tuanya membawa Topan untuk periksa ke rumah sakit dan diketahui bahwa Topan mengidap tumor ganas. Berjalan waktu, tumor ganas yang diderita Topan semakin parah, dokter dan orang tua nya memutuskan untuk mengamputasi seluruh kaki kiri Topan untuk mencegah jaringan tumor menjalar. 

Setelah kaki kiri Topan diamputasi, ia mengalami peningkatan kesehatan dan kembali bisa beraktifitas walaupun dibantu dengan tongkat penyangga. Namun keadaan itu tidak berlangsung lama, karena berselang 3 hari dari setelah operasi amputasi dan pulang kembali ke rumah, kesehatan Topan berangsur bertambah buruk dari sebelumnya. Topan sering mengalami sesak nafas yang sangat berat. Pak Jejen kembali membawa Topan periksa ke rumah sakit, sehingga diketahui bahwa tumor yang diderita Topan sudah menyebar dan harus dilakukan terapi kemo.

Kini Topan menjalani terapi kemo dalam kurun waktu setiap 2 pekan, menyebabkan tubuh topan berangsur memburuk karena efek dari terapi. Topan pun kini kehilangan semangat hidup. Saat ditemua
PPPA Daarul Qur’an Bogor di tempat tinggalnya, tidak ada terlihat senyuman di wajah Topan, hanya murung dan tatapan kosong tanpa semangat juga harapan. “Topan sekarang gak mau makan, gak mau keluar, gak mau ngapa – ngapain. Berobat dan terapi juga udah gak mau, biar aja katanya pasrah”, ungkap Pak Jejen saat berbincang dengan PPPA Daarul Qur’an Bogor.

Kondisi kesehatan Topan semakin memburuk hari demi hari, ditambah dengan tempat tinggal yang kondisi bangunan dan sanitasinya terbilang kurang layak. Juga dengan keadaan ekonomi Pak Jejen yang saat ini sedang sering tidak bekerja dan hanya dibantu oleh warga sekitar yang  berempati dan peduli.

PPPA Daarul Qur’an Bogor mengetuk hati dan mengajak  Sahabat Daqu seklaian untuk bersama kami, membantu mengembalikan harapan kepada Topan dan keluarganya, juga membantu untuk memperbaiki bangunan tempat tinggal Topan dan keluarganya agar lebih layak untuk dihuni.

 

Belum Ada Update