Ketahui Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah, Dan Wakaf

Tanggal Terbit: 30 July 2020

 

Tahukah anda bahwa ada sebagian orang yang ternyata tidak mengetahui apa perbedaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Nah, apakah anda salah satunya? Jika iya, yuk ketahui perbedaannya pada pembahasan berikut ini.

- - -

Zakat

 

Nah, untuk perbedaan infak sedekah dan zakat yang akan dibahas pertama adalah tentang zakat. Zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan sesuai dengan alokasi, syarat, dan waktu spesifik. Kata zakat sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu zakah yang berarti suci, subur, bersih, berkembang, dan berkat. Sedangkan menurut istilah zakat merupakan sejumlah harta yang harus dikeluarkan umat Muslim yang selanjutkan akan diberikan kepada golongan yang memang berhak menerimanya sesuai syarat yang sudah ditetapkan. Nah, syarat dasar zakat yaitu terpenuhinya nishab dan haul. Apa itu nishab dan haul? Nishab merupakan batas minimal harta yang muzakki miliki (orang yang wajib berzakat). Sedangkan haul merupakan rentang waktu pelaksanaan zakat. Misalnya zakat fitrah sebanyak 2,7 kg makanan pokok, maka akan dibayarkan setahun sekali saat menjelang idul fitri.

 

Pada dasarnya zakat adalah ibadah wajib umat Muslim, seperti halnya ketika anda memiliki harta yang cukup, maka bersedekah kepada anak yatim juga wajib dilakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut syarat-syarat wajib zakat.

 

  1. Islam, yang mana zakat ini hanya dikenakan kepada mereka yang beragama Islam
  2. Sudah berakal dan baligh
  3. Sudah dimiliki secara sempurna. Maksudnya adalah harta yang dizakatkan adalah milik sendiri, yang tidak berhubungan dengan hak orang lain
  4. Mencapai nisab

 

Zakat sendiri merupakan bentuk ibadah yang sama halnya seperti shalat, puasa, dan sebagainya yang sudah diatur di dalam Al-Quran dan sunnah. Bahkan ibadah ini termasuk ke dalam rukun Islam keempat serta menjadi salah satu unsur paling penting di syariat Islam. Tidak hanya sebagai ibadah wajib saja, namun zakat juga sebagai kegiatan amal sosial yang bisa berkembang sesuai perkembangan umat manusia. Untuk anda yang ingin membayar zakat, tentunya anda bisa membayarkannya dengan sangat mudah, salah satunya dengan membayarnya melalui online, sama halnya seperti kemudahan melakukan sedekah online yusuf Mansur.

 

Infak

 

Infak sendiri berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yaitu membiayai atau membelanjakan yang berkaitan dengan usaha realisasi perintah dari Allah SWT. Sedangkan menurut istilah infaq adalah mengeluarkan sebagian pendapatan/penghasilan atau harta untuk suatu kepentingan yang telah diperintahkan dalam ajaran Islam. Dapat dipastikan bahwa zakat infak dan sedekah berbeda, ya! Infak tidak mengenal nishab yang memang sudah ditentukan secara hukum. Tentunya infaq bisa diberikan kepada siapa saja, baik keluarga, orang miskin, kerabat, anak yatim, hingga orang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Secara hukum infaq terbagi menjadi empat macam, yaitu:

 

  1. Infaq adalah mubah, adalah sebuah tindakan dengan mengeluarkan harta yang dimilikinya untuk perkara mubah, seperti bercocok tanam dan berdagangan
  2. Infaq adalah wajib, adalah mengeluarkan harta untuk perkara wajib seperti menafkahi istri, menafkahi istri yang sudah ditalak atau masih dalam keadaan iddah, hingga membayar mahar (maskawin).
  3. Infaq adalah haram, yang merupakan sebuah tindakan untuk mengeluarkan harta yang bertujuan diharamkan oleh Allah SWT, seperti infaknya orang Islam untuk fakir miskin namun tidak karena Allah, hingga infaqnya orang kafir yang digunakan untuk menghalangi syiar Islam.
  4. Infaq sunnah, yaitu mengeluarkan harta namun dengan niat sedekah. Nah, untuk anda yang melakukan jenis infaq yang satu ini, pastinya ada banyak sekali keutamaan infaq dan sedekah yang akan diperoleh, ya! Jenis infaq ini pun terbagi ke dalam dua bagian, ada infaq diberikan kepada yang membutuhkan dan infaq untuk berjihad.

 

Sedekah

 

Untuk pembahasan selanjutnya mengenai perbedaan zakat infak sedekah dan wakaf adalah tentang sedekah. Secara umum sedekah merupakan segala kebajikan yang tujuannya adalah mengharap ridha Allah SWT. Makna dari sedekah ini cukup luas, mencakup kebaikan bersifat materi hingga non material. Selain itu, hukumnya ada yang wajib dan sunah. Nah, contoh sedekah materi bersifat wajib adalah zakat. Perlu diketahui bahwa dalam harta yang diperoleh juga ada titipan yang diberikan Allah SWT untuk mereka yang berekonomi lemah. Sehingga harta yang anda miliki wajib dikeluarkan karena sebagian harta tersebut bukan hak anda sepenuhnya. Yang pasti ketika niat sedekah untuk orang lain ini dilakukan secara ikhlas, niscaya anda akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

 

Sedangkan contoh dari sedekah materi bersifat sunah yaitu sedekah jariyah dan wakaf. Tentunya bersedekah jariyah adalah memberikan harta yang digunakan untuk kepentingan umum, dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus dengan niat hanya karena Allah SWT. Yang pasti pahala dari sedekah jariyah ini akan terus mengalir, walaupun anda yang bersedekah sudah meninggal dunia. Bahkan sedekah jariyah ini pun juga tertuang dalam hadits tentang infaq dan sedekah lho!

 

Nah, bagaimana dengan sedekah non materi? Tentunya Allah SWT sendiri memudahkan manusia untuk menabung pahala, walaupun tidak semua umat Muslim memiliki kelapangan harta, namun anda tidak perlu kahwatir dikarenakan ada banyak sekali perbuatan baik bersifat nonmateri yang bisa dilakukan, tetapi tetap dihitung pahala. Salah satunya adalah setiap tasbih yang anda lakukan yang ternyata juga dianggap sebagai sedekah. Nah, untuk anda yang bingung bagaimana cara menyedekahkannya kepada orang lain, maka anda bisa mengikuti cara sedekah yusuf Mansur atau ilmu sedekah yusuf Mansur, dengan begitu sedekah yang anda lakukan niscaya akan mendapatkan ridha dari Allah SWT.

 

Wakaf

 

Wakaf sendiri adalah menyerahkan kepemilikan harta yang nantinya akan dimanfaatkan umat. Nah, harta yang akan diwakafkan ini tidak boleh dijual, tidak bisa diwariskan, dan tidak boleh berkurang nilainya. Ada dua keistimewaan wakaf, yang pertama adalah pahala wakaf terus mengalir walaupun seseorang yang mewakafkannya sudah meninggal dunia, dan yang kedua adalah pahalanya yang bisa diatas namakan orang lain. Saat berwakaf, maka tidak ada batasan nominal yang akan ditetapkan, dan juga tidak terpaku dengan banyaknya harta hingga objek wakaf. Setiap harta yang akan diwakafkan harus dijaga supaya manfaatnya bisa dirasakan secara terus-menerus dan optimal, sama halnya seperti

manfaat sedekah kepada anak yatim yang akan mendapatkan pahala yang besar.

 

Wakaf bisa berbentuk bangunan, uang, maupun tanah. Jika berbentuk uang, yang menjadi wakafnya yaitu hasil pembelian dari uang wakaf tersebut, bisa harta bergerak hingga harta yang tak bergerak. Sehingga dalam pengumpulan wakaf yang berbentuk uang haruslah disebutkan apa tujuannya. Misalnya digunakan untuk membangun rumah sakit, membangun masjid, atau ambulans gratis. Perbedaan zakat infak sedekah dan wakaf terletak di rukunnya. Di dalam wakaf terdapat lima rukun yang wajib dipenuhi yaitu wakif (pewakaf) yang sudah baligh dan berakal sehat, mauqufbih (harta yang akan diwakafkan), nazir, mauquf’alaih, dan sighat (ikrar wakaf).


Paling Populer

13 Bukan Angka Sial
20 April 2017
Merindu Ramadhan
7 June 2017

Sedekah Populer