Bingkisan untuk Yatim-Dhuafa Penghafal Qur’an

  • TerkumpulRp 213.100.795
Batas WaktuOpen Donation
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser

Program Oleh
Daarul Qur'an
Terverifikasi

Ribuan kisah dapat ditemui di sekian lokasi program dakwah PPPA Daarul Qur’an, di Indonesia dan luar negeri. Banyak di antaranya menyimpan luka mendalam sekaligus semangat perubahan para santri di ribuan Rumah Tahfidz, 10 lokasi Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an. Kehilangan orang tua dan lemahnya ekonomi tidak lekas membuat para santri berhenti menghafal Al-Quran.

Salah satunya adalah Halimatus Sa’diyah dan ibundanya yang kepalang bahagia. “Hafalan 30 juz ini akan aku persembahkan untuk ibu yang berjuang dan merawat Diah seorang diri sejak dalam kandungan. Juga untuk almarhum bapak yang sampai sekarang Diah tidak pernah mendengar kabar dan tempatnya disemayamkan,” airmata Halimatus Sa’diah memungkasi obrolan sore di Pesantren Takhassus IX Daarul Qur’an Yogyakarta. Qodarullah, hafalannya dipermudah oleh Allah SWT lantaran program Takhasus. Baru dua bulan di Takhasus, hafalannya sudah 2 juz dengan setoran rutin 1,5 halaman per bulan. Progress ini sangat menguatkan targetnya untuk menyelesaikan hafalan dalam 2 tahun kedepan.

Juga tentang Antakusuma, laki-laki yang sejak tahun 2011 harus menjadi bapak sekaligus ibu untuk keempat anaknya. Nurjannah, putri ketiga Antakusuma, saat ini sedang berkhidmad di Pesantren Takhassus Daarul Quran di Brebes, Jawa Tengah. Seketika di tengah obrolan, air mata Nurjannah terjatuh. Jannah teringat pertama kali bapaknya menjenguknya di Rumah Tahfizh. Perjalanan panjang lebih dari 60 kilometer ditempuh Antakusuma dengan kayuhan pedal sepeda dari Cirebon-Brebes.

Di satu sudut Kabupaten Kulon Progo, Halimatus, santriwati ini telah yatim sejak kecil dan ditinggal pergi ibundanya. Pilihan
Halimatus untuk menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Nurul Qur’an adalah jalan untuk memuliakan ayah ibunya yang tidak pernah ditemui. Al-Qur’an, harapnya setiap huruf dan kata yang dibaca Halimatus diharapkan menjelma doa dan kebaikan bagi ayah ibunya.

Muharam 1440 H ini, PPPA Daarul Qur’an mengajak Anda untuk membahagiakan para santri Yatim-Dhuafa binaan di pelosok negeri, di Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus, dan Kampung Qur’an dalam program 10.000 Bingkisan Untuk Yatim (BUY) senilai Rp. 250.000/santri.

Untuk Mendukung Program Ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".
2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".
3. Pastikan Anda sudah mengisi form yang tersedia dengan benar.
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah dan Virtual Account BNI) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertaransaksi"
5. Lakukan transfer sesuai dengan Informasi yang terdapat di invoice yang dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.

(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.
Program ini mencurigakan? Laporkan

“Yeee, aku dapat tas baru untuk sekolah besok pagi,” tutur Inayah, bocah kelas 4 SD saat mendapat Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dari tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an. Inayah adalah salah satu anak yang menjadi korban saat gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah.

Di kampong Inayah, tepatnya di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, ratusan rumah luluh lantah, termasuk rumahnya sendiri. Hampir seluruh warga masih bernaung di tenda-tenda pengungsian seadanya. 

Di Sadaunta bukan hanya tempat tinggal saja yang hancur, akses menuju dusun ini sangat sulit lantaran ada sekitar 18 titik longsor. Jika hujan, warga tak bisa kemanapun. Hanya sedikit bantuan yang datang ke sana. Karenanya, warga khususnya anak-anak begitu senang saat SIGAB membagikan bingkisan tersebut.

“Selaian tas, PPPA Daarul Qur'an juga memberikan alat tulis serta Iqra dan Al-Qur’an untuk mereka agar semakin semangat menghafal ayat-ayat suci-Nya,” ujar Koordinator SIGAB, Didi Kurniawan.

Pasca bencana mengguncang Sadaunta, warganya yang mayoritas muslim semakin giat beribadah. Geliat dakwah Qur’an pun semakin menggema setelah PPPA Daarul Qur’an hadir dan memutuskan membangun masjid serta rumah Qur’an di sana.

Alhamdulillah, sekarang semakin banyak anak-anak yang belajar serta menghafal Qur'an setiap bakda Magrib di bawah asuhan Ustad Sudirman. Semoga mereka dalam mempelajari dan menghafal kalam-kalam-Nya, Aamiin,” harap Didi.

Atas dukungan dari donatur, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa dapat terlaksana di berbagai daerah dan masih terus berlangsung. Keterlibatan masyarakat dalam program ini menjadi bagian penting perjalanan mereka para penghafal Al-Qur’an dengan latar belakang yatim dhuafa untuk meraih cita-cita.

Selain di Sulawesi Tengah, Bingkisan untuk Yatim Dhuafa juga didistribusikan ke sejumlah rumah-rumah tahfizh dan pesantren untuk dibagikan kepada santri yatim dhuafa. Mudah-mudahan kepedulian kita dapat mengantar generasi muda hafizh Qur'an menjadi calon-calon pemimpin masa depan. Aamiin.

Donasi Sekarang : https://sedekahonline.com/bingkisan-untuk-yatim-santri-di-lereng-merapi