Beasiswa Tahfidz Qur’an

  • TerkumpulRp 20.419.979
Target TerkumpulRp 100.000.000
Batas Waktu0 Hari Lagi

Program Oleh
Sedekah Online
Terverifikasi

Selembar brosur PPPA Daarul Qur’an mengantarkan seorang remaja kelahiran Malang 19 tahun silam menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Remaja itu adalah Hoediono Tommy Sutikno. Ia telah menghafal sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Tommy memilih Rumah Tahfizh Putra Kepanjen Malang untuk menyelesaikan hafalan 30 juz-nya.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an yang dirasakan Tommy sangatlah berat. Sejak dirinya masih TK, orang tua Tommy sudah berpisah. Hingga kini, Tommy masih tinggal bersama bersama kedua saudara dan Ibunya di Perumahan IKIP Tegalgondo, Kecamatan Karangploso Malang.

Semasa SMA, Tommy sempat hampir putus cita-cita menghafalkan Al-Qur’an karena ibunya berat hati dan kondisi ekonomi keluarganya menurun. Berbagai macam upaya dikerahkan ibunya, Ira Kusumawati (45) untuk mencari nafkah, mulai dari berjualan makanan ringan, kerja serabutan hingga menjadi tukang ojek.

Beban hidup keluarga ditanggung penuh oleh sang ibu dengan motor tuanya. Ibu Ira setiap hari siaga dan menerima telepon pelanggan dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang Magrib. Situasi itu membuat Tommy sempat ingin berhenti menghafal dan membantu ibunya saja. Meski hal ini kemudian diurungkannya setelah ustadz pembimbing di rumah tahfizh memberikan motivasi kepada Tommy dan ibunya. 

Kesungguhannya dalam menghafal Al-Qur’an membuahkan hasil, tepat kelas dua SMA ia telah khatam menghafal 30 juz. Lalu setelah lulus SMA, Tommy mendaftar kuliah dan diterima di UIN Maliki Malang. Ia mengambil Jurusan Perbankan Syariah.

“Setelah masa sulit hampir putus asa menghafalkan Al-Qur’an, Alhamdulillah sekarang saya merasakan keberkahannya. Bahkan bisa mendapatkan Beasiswa Tahfizh Quran (BTQ) for Leaders dari PPPA Daarul Qur’an. Saya bisa mengejar impian saya untuk menjadi pengusaha dan motivator,” ujar Tommy sambil tersipu malu.

Tommy tumbuh menjadi pemuda yang mandiri. Sejak mulai berkuliah hingga saat ini ia duduk di semester tiga, ia berwirausaha dengan berjualan pulsa dan nasi kuning. Selama sebulan Tommy bisa menghasilkan uang sebesar Rp800 ribu untuk biaya hidupnya sehari-hari.

Tak sampai disitu, Tommy juga dipercaya menjadi Duta Islamic Banking di kampusnya. Ia juga menjadi asisten Laboratorium Micro Banking dan dipercaya teman-teman kelasnya menjadi guru saat mereka kesulitan dengan materi kuliah. Guna menjaga geraknya dalam dakwah Al-Qur’an, Tommy juga bergabung dengan organisasi Hai’ad Tahfizh Qur’an (HTQ) untuk mendukung kegiatan tahfizhul Qur’an bagi generasi muda. Sementara di masyarakat, Tommy mengajar TPQ Al-Hidayah di Musholla Al-Ishlah. Ada sekitar 10 santri yang mulai belajar Iqra’. Ia pun aktif menjadi pengurus musala.

Tommy dan ratusan teman-temannya dalam program BTQ for Leaders ini adalah masa depan Indonesia. Mari terus dukung cita-cita mereka dengan tetap menyalurkan donasi Anda pada program ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan dan keberkahan yang berlimpah kepada Anda. Aamiin.

Untuk Mendukung Program Ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".
2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".
3. Pastikan Anda sudah mengisi form yang tersedia dengan benar.
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah dan Virtual Account BNI) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertaransaksi"
5. Lakukan transfer sesuai dengan Informasi yang terdapat di invoice yang dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.

(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.
Program ini mencurigakan? Laporkan

Berasal dari keluarga sederhana di daerah Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sitti Marwah, ahasiswi semester tiga Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar bercita-cita ingin menjadi seorang dosen. Bukan sembarang dosen, Marwah ingin menjadi dosen yang hafal Al-Qur'an. Dari cita-citanya tersebut ia ingin membahagiakan dan mengangkat derajat Ibunya, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat.

Marwah hanya mengenal sosok ibu. Peluk dan perhatian seorang ayah tidak pernah dirasakannya. “Waktu kecil ayah pergi, kata ibu hanya pamit kerja. Tapi berhari-hari sampai bertahun-tahun tidak pulang, entah dimana dia saat ini tak pernah berkabar,” tuturnya dengan mata sembab berkaca-kaca.

Ibunya menopang seluruh kebutuhan keluarga. Sang ibu bekerja sebagai penjaga warung kelontongan yang menjual barang campuran. Kondisi ini sempat membuat harapannya untuk kuliah hampir pupus. Namun ketika mengingat impiannya, semangat Marwah kembali membara. “Bismillah, lanjutkan pendidikan demi cita-cita. Apapun jalannya, itu adalah konsekuensi yang harus saya terima,” tambahnya dengan penuh semangat.

Hingga akhirnya, ia mendapatkan informasi Beasiswa Tahfizh Qur'an (BTQ) for Leaders dari salah seorang temannya. Awalnya, ia gagal lolos pada kesempatan pertama. Namun, doa terus ia panjatkan hingga pada pembukaan angkatan berikutnya ia dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan bantuan dari PPPA Daarul Qur'an. “Adanya BTQ ini sangat membantu saya terutama dari segi hafalan yang terkontrol setiap saat, dan juga mental yang selalu dibina dengan pembinaan pada setiap bulannya,” ungkapnya.

Marwah yang sudah menghafal 15 juz itu, kini menjalani aktivitas perkuliahan tanpa harus dihantui rasa takut menunggak pembiayaan kuliah yang bisa saja menyebabkan ia harus cuti atau berhenti kuliah. Selain aktif kuliah, Marwah juga aktif di Organisasi Daerah Jeneponto, mengajarkan teman-teman dan anak anak di sekitar tempat tinggalnya tahsin. (nunung/dio/mnx)